Lukman Menggambar Lagi

Berbekal ilmu yang dibagi Bu Endah, kepseknya Lukman, dan mbak Indah terapis SInya Lukman, Mamanya jadi lebih mengerti kalau coret-coretnya Lukman yang seperti benang kusut itu adalah dasar dari kemampuan menulisnya nanti. Dari membuat coretan, kemudian membuat bentuk lingkaran, lanjut ke bentuk-bentuk lainnya, nantinya Lukman akan bisa mempelajari bagaimana menuliskan huruf-huruf.

Karena itu Mamanya sekarang perhatikan dengan lebih baik lagi kalau Lukman lagi coret-coret. Seperti kemarin ini, saat Lukman lagi iseng mencoret-coret dikertas gambar. Awalnya Lukman pakai pensil warna. Mamanya cuma perhatikan aja, seperti apa cara pegangnya Lukman dan apa yang digambarnya. Belum diarahkan supaya memegangnya dengan ‘benar’ supaya Lukmannya nggak bete, dan dengan senang hati mencoret semaunya. Bosen dengan pensil warna, Mamanya kasih Lukman crayon. Nah pake crayon ini Lukman lebih lama mencoret-coret dan lebih berbentuk gambarnya. Mungkin karena crayon lebih mudah dipegangnya ya.

Yang Mamanya senang, Lukman tanpa disuruh bikin sendiri gambar wajah. Kemarin-kemarin ini kan Mamanya penasaran tuh belum lihat sendiri saat Lukman gambar wajah. Nah melihat sendiri prosesnya Lukman menggambar wajah ini lucu lho. Tadinya Lukman coret-coret benang kusut, muter-muter seperti biasanya. Kemudian Lukman pindah halaman, bikin lingkaran besar. Pertama Lukman mencoretkan garis, buleeet, terus saat garisnya mau ketemu Lukman pelankan coretannya sampai garis itu ketemu dan membentuk lingkaran. Lucu sekali lihat dia hati-hati supaya garisnya ketemu. Kemudian Lukman bikin lingkaran-lingkaran kecil untuk mata dan hidungnya. Waktu mencoret garis lengkung untuk bibirnya, bibir mungil Lukman juga ikut tersenyum. Selesai terbentuk gambarnya Lukman sendiri terlihat puassss…. hahaha lucu banget 😆

Dibawah ini contoh gambarnya, gambar pertama bagus sekali lengkap dengan rambutnya! Mirip muka Mamanya nggak ya (hiiiii ge er banget, maunya yang digambar itu muka Mamanya). Kalau gambar kedua, lebih mirip muka Lukman sendiri ya, tapi matanya nggak berbentuk lingkaran, cuma titik aja. Menggambar titik itu lucu banget, Lukman hanya menyentuhkan crayonnya saja, seperti gerakan capung yang menyentuh air🙂

dscn0959 vscn0967

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s