Cerita Reza Disekolah

Hari Senin kemarin, sementara Reza masih happy banget setelah weekendnya ke Pasirmukti belajar menanam pagi, ada kejutan dari gurunya: Reza diminta memimpin upacara! Dikatakan kejutan karena tidak disiapkan sebelumnya, tidak pakai latihan dulu. Reza cerita tentang jadi pemimpin upacara juga dengan nada biasa-biasa aja, seperti kalau dia cerita tentang kejadian lain-lainnya disekolah. Cuma Mamanya aja yang terlalu excited, pikirannya sudah melayang jauh ‘waaaah anakku bakal jadi pemimpin nih nantinya’ hahahaha….! Waktu ditanya Rezanya bisa nggak jadi pemimpin upacara, jawabnya santai aja “bisa dong”.

Pagi ini Reza cerita tentang ceramah dimesjid waktu shalat Jumat 2 minggu yang lalu. Kebetulan yang kasih ceramah Angkunya, Pak Haji Indra (kata Reza begitulah guru-guru panggil Angku disekolah). Nggak tahu kebetulankah, atau memang Angkunya sengaja supaya cucuponakannya mendengarkan dengan seksama, tokoh yang diceritakannya adalah kucing-kucing, binatang favorit Reza!

Begini ceritanya, mudah-mudahan Mamanya enggak salah nangkap (padahal Reza menceritakannya dengan jelas sekali)🙂

Alkisah ada 2 anak kucing, Si Coreng dan Si Belang, dipanggil sama Ibunya yg sudah mau wafat (ini kata-katanya Reza lho, jadi jangan heran kucing kok dibilang wafat, bukannya mati hehehe).
Mereka dikasih nasihat begini sama Ibunya:
1. Sayangi pemilikmu
2. Jangan makan kalau belum minta ijin
3. Kalau makan yang rakus (maksudnya Reza sih kalau makan tuh harus semangat)
Nah saat belum selesai Ibunya ngomong, Si Belang sudah pergi.
Dia tidak mendengar pesan Ibunya yang no. 4: Tangkapi tikus-tikus (yang mengganggu rumah majikannya).

Setelah kejadian itu kedua anak kucing berpisah, dan ketemu lagi suatu hari, Si Coreng sehat seperti biasanya, tapi si Belang benjol-benjol dan bulunya berantakan.
Coreng tanya: kenapa kamu Belang?
Kata Belang, saya dipukuli dan diusir sama majikan.
Rupanya karena masih banyak tikus dirumah majikannya, si Belang dianggap tidak berguna dan diusir dari rumahnya.
Moral of the story: kalau mendengarkan orang bicara sampai selesai, karena kalau setengah-setengah bisa salah akhirnya. Begitu juga kalau mengerjakan tugas sekolah, dengarkan guru dengan baik, supaya tidak salah membuatnya. Begitulah nasihat Angku kepada murid-murid.

Yang bikin Mamanya senang, itu kan ceramah sudah 2 minggu yang lalu, tapi Reza masih ingat, dan bisa ceritakan dengan jelas. Rupanya berkesan banget ya, entah karena tokoh-tokohnya kucing, atau karena yang bercerita Angkunya🙂

rezapuss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s