Nilai 10 Untuk Reza

Masih cerita di hari Jumat, 24 Oktober kemarin. Pagi harinya Ayang bilang sama Reza pulang sekolah Reza dan Ivan akan dijemput pak Ndang, jadi nggak usah naik mobil antar jemput. Saat perjalanan menuju sekolah, rupanya Ivan berubah pikiran, bilang sama Bundanya mau pulang naik mobil antar jemput saja karena mau main bola dulu disekolah. Bundanya kemudian telepon Ayang, kasih tahu perubahan itu, jadi yang dijemput cuma Reza. Ayang kemudian kasih tahu Mamanya. Jadi waktu Reza pulang sekolah, Mamanya enggak tanya Ivan dimana, karena sudah tahu ceritanya. Tapi Reza kasih laporan. Dan walaupun Mamanya sudah terbiasa dengan gaya bahasa Reza yang jelas, runtun dan rada ‘tua’ dari umurnya, masih juga geli waktu Reza laporan seperti dibawah ini.

“Kan mestinya da Van pulang bareng sama Reza. Tapi rupanya da Van mau main bola dulu. Jadi enggak jadi pulang sama-sama. Itu masalahnya Mama”. Aduuuh susah banget nahan ketawa kalau Reza sudah serius seperti itu bicaranya. Terus Mamanya bilang “Iya, Mama sudah tahu, tadi Bum-bum sudah telepon Ayang”. Kemudian Mamanya tanya “Gimana ulangan hariannya? Hari ini kan yang terakhir ya, bisa nggak kerjainnya?” Reza bilang “Bisa” singkat aja jawabannya. Lalu dia baru ingat “Ada hasil ulangan kemarin, Mama”. Begitu dikasih lihat hmmm Bahasa Indonesia dapat 9,8 dan IPA waahh dapat 10! Ini nilai 10 pertama yang Reza dapat di SD. Langsung deh Reza dapat ciuman dari Mamanya.

Memang di pekan ulangan harian yang kedua kalinya ini Reza sudah bisa menguasai cara menjawab dan cukup hati-hati mengerjakannya. Jadi walaupun tulisannya masih naik-turun, semua pelajaran dapat nilai diatas 9 semua.

Beda dengan pekan ulangan yang pertama, saat itu Mamanya cukup deg-degan, karena Reza masih suka asal tulis kalau menjawab padahal dia tahu jawaban sebenarnya. Waktu itu Mamanya masih kerja, dan sempat rada ‘puyeng’ waktu telepon kerumah dan percakapannya seperti dibawah ini.

M: “Ulangan Math-nya tadi bisa nggak, Reza?”
R: “Bisa Mama, hasilnya sudah dibawa pulang”
M: “Dapat nilai berapa?”
R: “Lima koma sembilan”
M: “Haaa, lima koma sembilan?” sambil mbatin kok Rezanya santai-santai aja dapat segitu, waaaa musti ‘bicara’ nih nanti sepulang kantor. “Ok deh, nanti Mama lihat ya, sekarang Mama jalan pulang dulu”. Kebetulan Papanya pulang telat enggak barengan, jadi sepanjang perjalanan pulang Mamanya jadi ngelamun sendiri, mikirin kok nilai mathnya Reza segitu ya padahal itu salah satu pelajaran favoritnya Reza. Gimana dengan pelajaran lain, berarti harus betul-betul dibantu dong belajarnya.

Sampai dirumah baru ketahuan, ternyata Reza yang masih suka kebalik-balik membacanya salah nyebut, nilai Mathnya sebetulnya 9,5! Haaaaa lega…. dan ketawa deh Mamanya jadinya 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s