Mummy Masuk Mall

Bukan, ini bukan sequel The Mummy 3 yang dibintangi Jet Lee itu😀 tapi cerita betulan tentang mummy yang ada di Cilandak Mall (yang akrab disebut CiMall/Cimol).

Siapapun yang sudah cukup kenal dengan Reza pasti tahu dari kecilnya dia sangaaat kagum dengan cerita Firaun. Bahkan seingat Mamanya dulu cita-cita Reza adalah “jadi Firaun, yang baik tapi lho”. Cerita-cerita tentang negeri Mesir, nabi Musa, dan segala yang menyangkut Firaun selalu dilalap habis oleh Reza.

Nah minggu lalu saat kita lewat didepan Cimol itu, ada spanduk-spanduk baru yang mengiklankan pameran mummy disana. Hmmmm aneh juga ya? Reza langsung teriak-teriak “Mau…. mau… ayo kita kesana sekarang!” padahal saat itu kita lagi mau kerumah Omanya, acara ultah om Ade. Jadi Papa Mamanya bilangin Reza, minggu depan saja, kalau kita ada waktu luang. Eeeeh minggu depannya rupanya acara kita juga penuh, dan nggak bisa ke Cimol.

Akhirnya, karena hari Minggu besok sudah habis pamerannya, kemarin Mamanya ajak Reza pergi kesana. Wah Reza girang banget, karena mendadak perginya. Jadi deh, hari Kamis sore itu kita berdua pergi (adek Lukman lagi terapi wicara, jadi nggak ikutan).

Sampai disana, kita beli karcis yang harganya Rp15.000 per lembar. Kalau beli 2 karcis, dapat kesempatan berfoto di studionya. Kita sempat nunggu dulu, beberapa menit, sebelum masuk keruangan pertama untuk menonton film. Ada 3 TV layar lebar disana, dan ternyata film yang diputarkan adalah potongan film dari salah satu video National Geographic tentang ilmuwan masa kini yang sedang bereksperimen membuat mummy seperti dijaman Firaun. Reza nonton dengan asik, walaupun dalam bahasa Inggris. Setelah film itu selesai (sekitar 10 menit) kita diajak keruangan sebelahnya yang ada contoh beberapa papirus dengan gambar dan huruf hieroglyph-nya. Kemudian kita masuk ruangan satu lagi, yang isinya patung-patung kecil, contoh bentuk dewa Anubis, masker penutup mummy, dll. Nah diruangan selanjutnya tuh yang ada mummy-nya. Hmmmm kelihatannya kurang mengesankan ya. Nampak sekali bahwa itu cuma tiruan, sesosok tubuh (pastinya isinya patung) yang diperban dari ujung kepala sampai kaki. Karena nggak boleh difoto, kurang lebih bentuk mummy-nya seperti foto dibawah ini.

Meskipun begitu, Reza senang-senang saja, dia berusaha membaca semua tulisan-tulisan yang diambil dari dictionarynya National Geographic. Oh iya, kata mas-mas yang jadi guidenya pameran ini memang terselenggara atas kerjasama Cimol, National Geographic dan Kedubes Mesir. Misinya adalah mengenalkan sejarah lewat tempat-tempat umum tanpa mengharuskan orang menginjakkan kaki ke museum. Maklum deh, dengar kata museum aja sudah bikin alergi banyak orang, jadi misi ini ‘menjemput bola’ berkeliling ke mall-mall di Indonesia.

Selesai deh, itu saja isi pamerannya. Dan terakhir, acara berfoto. Kelihatan seperti didalam pyramid nggak Rezanya? 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s