Lukman Ke Dr. Hardiono

Hari Jumat kemarin kita bawa Lukman ke Dr. Hardiono Pusponegoro SpAK. Walaupun titelnya dokter spesialis anak dan prakteknya juga disubneurologi anak di RSCM, dokter ini sering jadi tempat konsultasi ortu yang ingin mencari tahu tentang keadaan anaknya yang didiagnosa atau diduga autis. Beliau sering sekali bicara diseminar-seminar tentang autisme.

Karena Lukman pernah didiagnosa autis ringan bulan April 2008 yang lalu (baca: Lukman’s Story), kita sudah lama berniat mau membawa Lukman ke ahlinya autisme. Tentunya mau menanyakan ketepatan diagnosa tersebut. Bukan karena masih dalam proses denial/penolakan😕 tapi kami ingin yakinkan apakah tindakan yang kami lakukan berdasarkan diagnosa tersebut sudah tepat untuk Lukman. Juga kami ingin tahu apakah ada hal-hal lain yang perlu ditambahkan untuk lebih menstimulasi Lukman agar lebih lancar bicaranya.

Setelah mendaftar beberapa bulan yang lalu akhirnya kita dapat kesempatan bertemu Jumat 17 Oktober 08. Sempat sih kuatir karena untuk bisa menjalani observasi dengan baik Lukman harus dalam kondisi yang fit dan mood yang bagus. Eeee kok ya hari itu jam 3 pagi Lukman sudah bangun karena mimpi sampai menangis, setelah itu sempat main dulu sama Mamanya sampai jam 4. Untung setelah itu Lukman bisa tidur nyenyak sampai jam 7, dan setelah sarapan langsung kesekolah jam 8 (uuuu acem tuh nggak mandi, tapi tetep cakep hehehe). Disekolah rupanya Lukman agak bete, dan lagi semau-maunya sendiri sampai nangis beberapa kali. Aduh jadi kepikiran kalau paginya aja begini hebohnya nanti sore gimana ya? Jadi sepanjang hari dibujuk-bujukin deh Lukman supaya moodnya membaik lagi.

Syukur saat mau pergi Lukman sudah ceria, dan walaupun sempat agak ngantuk diperjalanan yang panjang (dari rumah di ujung selatan Jakarta ke lokasi klinik Anakku di Kelapa Gading) saat masuk ruang tunggu klinik yang didekorasi dengan warna-warni cerah Lukman jadi lari-larian, ketawa gembira. Dan ini terbawa sampai kedalam ruang praktek Dr. Hardiono.

Walaupun relatif nggak mau diem, geratakan, Lukman bisa ditanyai, mau menjawab pertanyaan, mau melakukan instruksi Dokter, pokoknya manis dan top banget deh sikapnya. Dokter bilang “Lukman kelihatannya oke-oke saja nih” menurutnya bukan menderita autis tapi lebih tepat PDD NOS atau MSDD (kurang lebih artinya gangguan perkembangan anak yang tidak dapat digolongkan sebagai autisme karena tidak memenuhi kriteria diagnosis DSM IV). Hal ini karena kecerdasan Lukman sangat baik, bisa selesaikan puzzle dengan cepat, bisa menunjuk gambar yang tepat, bisa menjawab dengan benar (satu-kata), motorik halus-kasar baik, pendengaran normal, keterikatan emosi ada, rasa sayangnya kepada PapaMama yang ngantarin sangat terlihat.

Yang paling penting menurut Dokter bukanlah apa ‘label’nya, tapi perlunya melakukan tindakan untuk memperbaiki kekurangan Lukman. Mendengar Lukman sudah terapi wicara sejak tahun lalu, sudah terapi SI sejak bulan Mei, dan juga sudah masuk playgroup untuk sosialisasinya, Dokter katakan apa yang kami lakukan untuk Lukman sudah tepat. Selain itu yang sangat penting menurut beliau adalah penerapan terapi-terapi itu sehari-hari dan Lukman harussss diajak ngobrol terus walaupun saat ini kebanyakan belum responsif. Bagusnya Lukman sangat pintar meniru, walaupun kadang-kadang tidak seketika itu juga menirunya, tapi suka direkam dulu baru dikeluarkan beberapa waktu kemudian. Buat Mamanya yang rada pendiam😉 memang jadi harus membiasakan jadi ceriwis ya. Dengan bantuan kakak Reza yang suka ngajak main dan bawel, juga Papanya yang demen banget main dengan Lukman diwaktu luang, mudah-mudahan bisa cukup memberi stimulasi seperti yang dikatakan Dokter.

Untuk sekolah, Dokter menyarankan Lukman tetap bersekolah disekolah umum/biasa, bukan sekolah untuk anak  berkebutuhan khusus. Apalagi Dokter juga mendengar sudah ada perkembangan yang lebih baik dengan penyesuaian Lukman diplaygroupnya ini berkat dukungan semua guru dan kepala sekolahnya.

Untuk ilustrasinya ini foto-foto Lukman lagi susun puzzle dari Bali (oleh-olehnya Ayang), cepet banget dia selesaikan lho!

Cerita yang berhubungan: Lukman’s Story, Lukman Bertemu dr. Melly Budhiman, SpKJ

50 thoughts on “Lukman Ke Dr. Hardiono

  1. Hi Elli,
    saya bantu ya, coba contact Dr Hardiono melalui anakku.net (di bagian forumnya). atau coba liat ke sini:
    http://www.facebook.com/hardipuspo
    ada phone numbernya juga.🙂

    Dr. Hardiono (aka Dr.Yoni) praktek di Klinik Anakku Kelapa Gading (seberang Mall Kelapa Gading – mall 1 nya).

    Kalo mo konsultasi biasanya khusus hari Jumat, daftar dari jam 8 pagi melalui telp. Tapi biasanya untuk pasien baru yg mau konsultasi daftar tunggu nya cukup panjang. Karena itu coba aja tanya2 dan contact dia melalalui forum anakku.net dulu.🙂

  2. Ibu Des, Lukman lahirnya Maret 2005🙂
    Ibu Kitty, thanks infonya utk ibu Elli ya
    Ibu Elli, kalau daftar kesana, yg sabar nunggunya ya, biasanya antriannya cukup panjang

  3. Mba, boleh tau gak sejak usia brp Lukman ikut terapy wicara dan dmn tempatnya? terapy SI itu apa ya?

    thanks

    • Hai Siska,
      Lukman mulai diterapi wicara sejak umur 2 th 2 bln, saat itu disebuah klinik tumbuh kembang di Jakarta Selatan. Kalau terapi SI dimulai pada umur 3 tahun. Mengenai apa itu terapi SI, wah akan panjang sekali penjelasannya. Mungkin mbak Siska bisa googling dengan topik ini, banyak sekali artikel2 yang bisa dibaca😀

      • Dear Mama/Papanya Lukman,

        Mau tau dong, dimana klinik tumbuh kembangnya, aku juga tinggal di Jakarta Selatan.

        Gimana sekarang perkembangan lukman?

  4. Dear Ibu Juni, sekarang ini Lukman terapinya dirumah saja, sudah bukan diklinik Kancil yang saya sebutkan ditulisan ini. Perkembangan Lukman terus membaik. Sudah dua tahun waktu berlalu dari saat Lukman dibawa ke Dr. Yoni, Lukman sudah lebih banyak bicara, sudah lebih mampu utarakan keinginannya secara verbal, dan mampu bersekolah di sekolah inklusi.

  5. Mamanya Lukman,saya baru saja ќε dok Hardiono,anak sy br b’umur 2 th 1bln & didiagnosa
    Pdd-nos. Sy ingin tahu,therapy apa saja yg dilakukan Lukman? Apakah mgkn anak2 pdd-nos
    ini dpt hidup lebih ‘normal’ setlh diterapi? Sy bnar2 mengharapkan jawabannya.
    Karen saya benar2 sangat ‘shock’ dng masalah ini. Terima kasih.

    • Halo Ibu Carol,
      Sangat wajar sekali ketika Ibu shock, sedih dan khawatir setelah mendengar buah hatinya di diagnosa PDDNos.
      Saya juga merasakan hal yang sama.
      Namun ketika itu saya berpikiran bahwa saya harus mencari tahu dan berusaha mengerti apa yang disebut PDDNos itu, supaya bisa menghapus sebagian kekawatiran itu dan bisa lebih fokus untuk mencari penanganan terbaik untuk anak. Saya mencari tahu dengan berbagai cara seperti bertanya pada orangtua dengan kasus yang sama, pada pakar, ikuti seminar2 dan googling di internet. Dengan demikian sedikit demi sedikit saya jadi lebih mengetahui apa itu PDDNos, bagaimana sebaiknya penanganan, kemudian juga apa terapi yang perlu dilakukan.
      Lukman ikuti terapi wicara dan terapi okupasi sejak umur 2 tahun 3bln. Sejak Desember 2010 Lukman sudah tidak lagi terapi wicara, karena cara bicaranya sudah baik, jelas semua artikulasinya, dan yang terus sampai saat ini dilanjutkan adalah terapi okupasi.
      Kami juga bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru-guru ditempat Lukman bersekolah, sehingga penanganan dirumah, disekolah dan terapinya saling mendukung.
      Soal normal atau tidaknya sang anak dimasa y.a.d, bergantung dari kondisi dan penanganan sang anak Bu. Kalau penanganannya tepat, dan sedini mungkin, tentunya perkembangannya akan jauh lebih baik.
      Semoga jawaban ini bisa membantu dan jika masih ingin bertanya, silahkan Bu. Email saya rosasaad@cbn.net.id🙂

  6. Dear mama lukman..

    Anak saya skg berumur 2thn 4bln, pada umur 18bln saya menyadari klo tidak ada perkembangan komunikasi & cara bicaranya, klo meminta sesuatu dia lebih suka menarik tangan kemudian saya konsultasikan hal ini ke dokter anak di RSIA di jakbar dan dia menyarankan saya untuk observasi di bagian Tumbuh Kembang, setelah dia observasi anak saya didiagnosis ASD (Autistic Spectrum Disorder) & hiperaktif kemudian dokter & psikolog menyarankan untuk terapi di suatu tempat di Jakarta Selatan, lalu saya bilang boleh ga klo saya terapi di tempat terapi yang ada di Jakarta Barat karena tempat terapi di Jakarta Selatan terlalu jauh dari tempat tinggal saya di Jakarta Barat dan saya utarakan juga klo saya sebenarnya tinggal di karawang dan saya ke jakarta hanya bila ada keperluan ke dokter atau lain2 walaupun saya punya tempat tinggal di jkt krn suami tugas di karawang..tapi mereka tetap menharuskan saya untuk terapi di tempat yang mereka anjurkan (NO OPTION???whyyy???) saya kecewa sekali dengan hasil observasi ini..Setelah konsultasi ke beberapa teman yg memiliki pengalaman yg sama saya akhirnya memutuskan untuk terapi di karawang di tempat tinggal saya sekarang dan kebetulan ada tempat terapi khusus anak special yg merupakan cabang dari Bekasi. Sudah 4bln anak saya diterapi tapi tidak ada perkembangan, malah jadi suka menangis..jadi kalau di tempat terapi dia nangis terus..saya jadi khawatir dia trauma nanti klo sekolah..saya selalu mengulang apa yg diajarkan di tempat terapi dan dia bisa menjawab semua pertanyaan saya, tapi klp di tempat terapi dia bisa menjawab sekali & yg kedua tidak mau sampai akhirnya nangiiisss terus..saya akhirnya setiap hari mengajarkan anak saya melalui media gambar( flash card), puzzle & lagu anak2..sekarang anak saya sudah bisa menyebutkan nama binatang, benda & hafal lagu2 anak2 dengan intonasi yg benar walaupun kata2nya hanya bubling saja..
    Saya senang sekali bisa sharing dengan mama lukman karena saya merasakan hal yg sama di alami mama lukman bahwa saya anak saya pun bisa selesaikan puzzle dengan cepat, bisa menunjuk gambar yang tepat, bisa menjawab dengan benar (satu-kata), motorik halus-kasar baik, pendengaran normal, keterikatan emosi ada, rasa sayangnya kepada PapaMama & tidak trantrum..dalam waktu dekat ini saya akan observasi lagi ke dr hardiono untuk mendapatkan second opinion.
    Yang ingin saya tanyakan :apa saja sih terapi yg mama kasih ke lukman setiap hari di rumah ?
    Saya tunggu jawabannya ya mam..thanks for sharing..

    • Dear Ibu Lia, salam kenal🙂

      Untuk cerita perkembangan Lukman saat masih seumur anak ibu ada dihalaman khusus “Lukman’s Story” (https://mamanya.wordpress.com/cerita-lukman/) dapat ibu baca disana apa yang kami alami saat Lukman pertama kali di terapi, dan faktor-faktor apa yang saya pertimbangkan ketika memilih tempat terapi untuk Lukman. Hal yang sama juga saya bahas di tulisan “Problematika Orangtua Dengan Anak Autistik” (https://mamanya.wordpress.com/2011/03/10/problematika-orangtua-dengan-anak-autistik/).

      Tentang apa yang saya lakukan dirumah, saya tidak menirukan apa yang dilakukan terapis. Namun saya mengajarkan hal-hal yang sejalan dengan materi yang sedang dilakukan ditempat terapi. Contoh, ketika di tempat terapi sedang diajarkan nama-nama bagian tubuh dengan menggunakan flash card, saya mengajarkan ‘real’nya yang sesungguhnya ketika mandi. Sambil menyabuni tangan Lukman saya sebut “Ini tangan” ketika menyabuni kaki saya sebut “Ini kaki” dst. Sama juga dengan binatang. Kalau ditempat terapi diajarkan nama-nama binatang dengan flash card, kita bisa memperkaya dengan menunjukkan binatangnya sungguhan, misalnya mengajak ke kebun binatang, atau dapat juga dengan memperlihatkan binatang-binatang disekitar rumah seperti kodok, capung, kupu-kupu, dll.

      Menurut saya adalah hal yang penting untuk mengkaitkan pelajaran ditempat terapi dengan kenyataannya dikehidupan. Begitu ibu Lia…
      Semoga jawaban saya membantu🙂

  7. minggu lalu saya membawa anak saya ke klinik tumbuh kembang anak karena terlambat bicara , skg umur 2thn 4bln.. Menurut Bu dokter anak saya konsentrasinya buyar dikarenakan suka menonton TV sejak baby.. Setelah ikut therapy SI yang pertama ternyata banyak banget kurangnya ( sedih dan down banget ). Setelah baca kisah Lukman saya jadi punya semangat untuk jadi super mommy yang bisa ajar anakku spy bisa pinter spt Lukman.. Thx ya sharingnya.. membantu mental mommy yang anak2nya didiagnosa PDD NOS lho ;D Keep share yahhhh

    • Salam kenal Mama Kimbie. Memang wajar kalau kita sedih saat mendengar hasil assessment awal anak kita, tapi yang penting kita ketahui sejak dini problem anak kita dan menjadi titik awal usaha kita untuk usahakan tumbuh kembangnya lebih optimal dengan terapi dan stimulasi dirumah. Kemauan kita menjadi modal penting untuk perkembangannya. Senang sekali kalau sharing saya bisa membantu Mama Kimbie, tetap semangat ya Mam🙂

  8. dear mama kimbie & mama2 yg lain😉

    sdh hampir 1 thn ketika saya jg mengalami hal yg hampir mirip dng mama kimbie. sy hanya ingin turut menyemangati mama K, krn menurut sy bukan ‘label’ nya apa, tetapi ‘usaha’ apa yg hrs kita lakukan terhadap anak kita. biar bagaimanapun kita akan mengusahakan yg terbaik utk anak kita. sy pun merasakan hal itu setlh anak sy ditherapi lbh dr 6 bln, & skrg anak sy sdh menunjukkan byk kemajuan. anggap saja ibu dokter telah membantu kita utk lbh memperhatikan & mengubah cara/pola asuh anak kita. sekali lagi jgn terpaku oleh ‘label’ yg diberikan dokter pd anak kita.. banyak berdoa & b’usaha ya mama K.

    • terimakasih sharingnya ibu Carol… Senang mendengar perkembangan anak ibu yang sudah menunjukkan banyak kemajuan. Terus semangat ya mom🙂

      • Hallo mama2, sekarang kimbie uda ikut 4x terapi SI, mulai ada kemajuan loh.. sudah mengerti minta,kasih.. di tempat terapi juga banyak kemajuan. walaupun belum bisa mengutarakan kemauannya secara verbal, Januari ini mulai masuk toddler.. ternyata ada hikmah yah dari kejadian2 ini.. Thanks for share.. buat mama2 yang lain.. pastinya berikan yang terbaik buat anak.. dan jangan lupa banyak berdoa🙂

  9. Hallo all,
    saya mama Kevin,
    saya mo sharing perihal anak sy (kevin,2thn 11bln)minggu lalu anak sy sy bwa ke salah satu rs di jakarta pusat,sy sempat shyok..anak sy ternyta adalah pasien PDD NOS jg.saya sedih mendengar itu.
    kondisi anak saya ini,untuk menginginkan sesuatu sdh bisa mengatakan mau,kalau tdk suka dia menggelengkan kepala dan bilang tidak.sdh bisa bicara satu kosa kata seperti papa,kupu2,mau,apel,pisang,tidak,’eek’,pipis,sampai (sampe),cica2 di dinding,one-ten,sudah,sakit,ayo
    untuk bahasa inglish : what it is(menanyakan sesuatu,dia akan blg itu), let’s go(klo mengajak ke suatu tmpt),here we go (memberi sesuatu),come on.got’s u (istilah dia ciluk ba).
    dia bisa bhsa inglish,karena keseharian nonton play house disney (channel salah satu tv),
    kekurangannya dia :kontak mata minim,suka mengepak2kan tangan,bisa maen sndri,ketika dibawa ke tmpt tmn2 sebaya .
    susah merangkai kata,lebih sering bahsa planet.
    kalau ada keluarga yg datang,atau tamu,dia suka malu2..tp dia ada respon..
    dulu dia suka manggil saya mama,..tp setelah anak sy lahir,sptnya dia cemburu dan ngambek ke sy,dia tdk mau lg manggil mama..sedih rasanya

    apakah lukman juga sekarang bisa bersosialisasi dgn tmn2nya ya Bu ?sy akan memulai terapi SI dan OT rabu ini.
    smoga sy dapat lebih kuat dan lebih positip thinking lg untuk ‘menarik’ dia ke real world anak2 normal lainnya.

    • Hai mama Kevin, salam kenal….
      Memang shock ya kalau baru di diagnosa, tapi jangan putus semangat, semakin dini anak kita di terapi dan dilatih mandiri, semakin bagus kemungkinan perbaikan perkembangannya. Bahkan Kevin dalam hal bicara lebih baik daripada Lukman, yang di umur 2,5 tahun masih belum bisa keluarkan kata yang berarti.

      Lukman sekarang sudah bisa bersosialisasi, sudah enjoy berteman, sudah punya rasa ‘butuh’ bermain bersama, ngobrol bareng, alhamdulillah… Tapi ini bukan hal yg mudah dicapainya, perlu penyesuaian yang tidak sebentar. Ayo, semangat ya mama Kevin🙂

      • sist,
        apakah PDD NOS itu autis ?waktu sy konsul dgn dokter tumbuh kembang anak di rs salah satu di jak pusat blg tidak.

  10. Mama Kevin, saya copy keterangan dari Wikipedia ( http://id.wikipedia.org/wiki/Autisme) tentang autisme dan PDD Nos dibawah ini ya.

    Autisme dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Pervasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:

    – Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.

    – Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.

    – Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).

    – Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.

    – Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.

    Mudah-mudahan membantu ya…

  11. hii mama lukman,

    saya mamanya unique,
    mau share anak saya skrg umurnya 3tahun 1bulan dan bicaranya msh blm lancar..hanya bisa menyebutkan bbrp kata tp tdk lebih dr 10 kata..setengah tahun yg lalu saya pernah ke dokter syaraf anak dan katanya anak saya agak tantrum dan saya disarankan membawa anak saya terapi SI ..tapi ditempat terapi ini jadwalnya masih penuh (sampai saat inipun kalau saya telp masih penuh)..jadi saya inisiatif waktu itu langsung saya cari tempat terapi lain dan kita sudah jalani terapi kurang lebih 4bulanan..dulunya pertama kali terapi masih suka berontak nangis2 krn ketakutan tetapi setelah 3 kali terapi sudah mulai agak tenang dan skrg sudah bisa duduk diam,,hanya saja kalau disuruh melakukan gerakan masih malas2an tetapi kalau menyusun puzzle dan menyamakan gambar selalu bisa dan cepat..daya ingatnya juga kuat..ohya anak saya juga sudah sekolah playgroup mulai bulan juli 2012 kemarin..pertama kali sekolah masih nangis sampai hampir 1bulan baru tdk nangis lg..dan awal sekolah sama sekali tdk bisa berbaur dgn teman2nya dan asyik main sendiri..tp skrg sudah bisa ikut bermain walaupun masih suka menyendiri..saya juga disarankan menjalani diet untuk anak saya dikarenakan anak saya agak aktif..sudah saya lakukan juga dietnya..tetapi kadang saya suka kepikiran sendiri kenapa anak saya sampai saat ini masih blm bisa bicara dgn lancar..saya inisiatif akan membawa anak saya ke dr melly budhiman untuk memeriksa darah dan rambut (katanya untuk mengetahui apa ada yg salah di badan anak saya) tetapi saya dpt jadwalnya masih akhir tahun 2013..saya tdk sabar menunggu jadwal yg lama tetapi saya bingung harus dibawa kemana lg untk bisa mengetahui pasti kondisi anak saya..apakah ke dr hardiono juga nanti akan diperiksa darah dan rambut ya mama lukman??sebelumnya terimakasih atas informasinya..senang berbagi cerita dgn anda..

    salam,
    mama unique

    • Hi mama unique, salam kenal…

      Ya kalau pertama di terapi pastilah nangis2 Mam, juga saat pertama sekolah juga cepat/lambatnya anak menyesuaikan diri berbeda2. Yg penting unique sudah semakin baik perkembangannya, jadi sabar saja, dan terus di stimulasi.

      Untuk diet dan pemeriksaan rambut/darah, sayang sekali kami belum pernah lakukan untuk Lukman. Dari awal Lukman di diagnosa tidak ada disarankan diet. Bahkan sampai sekarang, karena saya lihat makanan2 terlarang itu tdk ada pengaruh pada perilaku Lukman, jadi kami hanya berikan makanan sehat untuknya (tanpa pengawet, MSG atau pewarna buatan, dan se segar mungkin).

      Begitu, mama unique🙂

  12. mama rosa…dan mama2 semuanya yang sudah bawa anaknya kedokter tumbuh kembang,boleh tau berapa kisaran harga sekali datang untuk periksa, mahal tidak?makash jawabannya

  13. Ibu Latifonna, saya bantu dengan berikan info nomor telepon beberapa klinik tumbuh kembang ya, Ibu bisa menanyakan langsung berapa biayanya.

    Klinik Anakku: 4529498, 47864537, 47863434
    Klinik Pela 9: 7262849, 7226440, 7205132
    Klinik Kancil: 79190447
    Klinik Liliput: 75816662

  14. Hi Mama Lukman,

    Mohon bantuan dan pendapatnya yach… saya sangat stress dengan keadaan ini..
    malu, kecewa, dsb campur aduk..
    Saya mempunya anak saat ini sudah usia 6 th
    Kalo menurut psikolog dan gurunya, didiagnosa ADHD
    Berikut saya cerita sedikit, anak saya nama Ale, usia 6th.
    Watu umur 2-3 th anaknya tergolong aktif, kalo diajak ke supemarket, lari2 terus dan ga mau diem.
    Umur 3,5 tahun baru mulai mengeluarkan suara, tapi itu sebatas bubling.
    sekitar umur 4than udah bisa beberapa kata2, perintah sederhana sudah mengerti.
    Sekarang menginjak 6 th, kata2 sudah banyak bisa, misal susu, buka, jatuh, sakit, mama, papa, adik, perintah sudah lumayan, walaupun kalo dibanding anak seumurnya masih jauh ya..
    kalo sosialisasi, interaksi, misal ada temen2 dia mau ikut2 tapi kalo main biasanya pilih2 temen yg dia suka. dia juga protektif thd adiknya, misal ga kasi adiknya digendong orang lain, ga kasi adiknya deket2 kompor.
    Tapi untuk merangkai kalimat masih sangat susah, Sekarang sudah mulai suka menyanyi, walau kata2nya ga jelas (masih cadel). dulu sebelum umur 5 th sama sekali ga suka nyanyi.
    Saya sempet sekolahkan di skolah umum untuk Playgrup, tapi karena blm bisa bicara, saya sekolahkan di sekolah kebutuhan khusus selama 1,5 tahun. mulai Juli ini saya coba kembali ke sekolah umum, dengan harapan bergaul dengan teman2 yg normal, maka dia lebih bisa terpancing untuk berbicara.
    Saat ini saya tinggal di Denpasar, tolong bantuannya, apa yg harus saya lalukan…
    terima kasih banyak

    • Quote “saya sangat stress dengan keadaan ini… malu, kecewa, dsb campur aduk..”
      Kenapa ya Mama Ale?

      Kalau saya baca penjelasan Mama Ale sudah ke psikolog, sudah masuk ke sekolah khusus, sudah ada perkembangan wicaranya Ale, bahkan sudah memutuskan untuk memindahkan ke sekolah umum karena sudah ada perkembangan tersebut.

      Mama Ale, sebagai orangtua dari anak berkebutuhan khusus kita memang perlu lebih bersabar dengan perkembangan anak, konsisten dengan cara penanganan yang ditempuh dan sebaiknya ikuti komunitas orangtua dengan anak spesial agar dapat bertukar informasi atau saling sharing kondisi anak.

      Kadang kalau masalah kita hadapi sendiri memang ada rasa tertekan, seperti tidak dapat jalan keluar tapi jika ada orang yang mendukung, apakah itu suami, keluarga atau teman-teman yang memahami, saya sudah alami sendiri, rasa itu bisa menghilang bahkan hanya dengan saling bertukar cerita.

      Saat ini hanya itu saran yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat ya Mama Ale…

  15. Hy mama lukman. Aq mama fira mau curhat nich. Fira udh hmpir 3 thn tpi belom bisa bicara n belom mengerti perintah. Tpi suara babling seperti bababa mamama dsb sering diucapnya. Skrg fira udah q ikuti terapi wicara n okupasi. Mudah2 perilaku n tata bahasa ny bisa baik. Aamiin. Trus utk dirmh apa ya yng bisa aq lakukan utk penunjang biar fira semakin cepat berbicara dan apakah nonton tivi jga ada pengaruh terhadap perkembangan bahasany?.. Thanks ya mama lukman ats saran2 nya.

    • Kalau Fira ada babling berarti beda kondisinya dengan Lukman ya Mam. Ada baiknya karena beda kondisi, mama Fira tanyakan pada terapisnya, apa yang kiranya bisa dilakukan dirumah untuk lebih mendorong perkembangannya. Saya juga begitu dulu, rajin bertanya pada terapis supaya bisa mendukung dirumah. Karena terapi paling hanya 2 atau 3 kali seminggu, dan tiap sesi paling lama satu jam. Jadi yang sangat berperan memang pengasuhan dirumah yang mendukung perkembangannya.

      Untuk tivi, mungkin mama Fira sudah sering baca ya dimajalah-majalah atau tabloid parenting bahwa sebisa mungkin anak hanya 30 menit menonton tivi setiap harinya. Sebabnya apa? Ya tentu saja dengan menonton tivi anak hanya akan pasif, diam. Walau anteng, ini sama sekali tidak mendukung perkembangan wicaranya.

  16. Klo bicara nya lukman gmna bu? Fira aktif sekali bu, trus ditempat terapi ny dibilang jgn makan n minum yg mengandung tepung n sus sapi trus yg berpengawet. Apakah lukman jga gtu?

    • Mama Fira bisa lihat di halaman khusus : Lukman’s Story. Disitu saya tuliskan cukup detil perkembangan dari sejak lahir sampai umur 5 tahun.
      Lukman tidak diet khusus CFGF seperti anak autis pd umumnya, tapi selalu diusahakan agar makan makanan sehat, yaitu: tanpa MSG, tanpa pengawet, tanpa pewarna buatan. Lukman juga tidak minum susu sapi, karena berpengaruh pd konsentrasinya.

  17. Hi mama2 semua,,,aq juga punya pengalaman yg sama nih punya anak yg tergolong autis dikarenakan anakku lahir premature 24minggu dengan berat 8ons. Aq juga ngerasa hal yg sama sama mama ale merasa stres, malu, dsb. Aq mau nanya dong komunitas utk ibu2 yang punya masalah yang sama. Thx

    • Kalau punya akun facebook, saya rekomendasi group LRD member. Disitu bergabung ortu2 anak berkebutuhan khusus dg berbagai kondisi (autis, downsyndrome, cp, adhd, dll) juga para terapis, dokter, dan banyak lagi. Saya sendiri merasa banyak pengetahuan yang saya dapat disitu. Member disana baik-baik, kita bisa tanya, beri pendapat, bahkan curhat disana. Groupnya tertutup, namun biasanya hanya sehari/dua hari sudah di approve untuk permintaan bergabung di group tsb.

  18. hai mam smw…mw tanya donk anak saya kn sudah 2thn 2bln ne…tp bicara’a cma bsa bapa,ayah dan reza nama ayah’a.sedangkn yg lain blm bisa..buat bicara susu sja dia hnya ksh isyarat. sy mw ajak kdokter tp bingung hrs kdokter spesialis apa dulu y? dulu sblm’a pas umur 1thn kbwh ank saya ersyad sering jatuh dr tmpt tidur suka sampe memar,benjol.tp cma dibawa ketempat urut. apa pengaruh jg x y anak lama bicara’a?

    • hai mbak Hesti, sebaiknya dibawa ke klinik tumbuh kembang, atau RS yang ada bagian klinik tumbuh kembangnya untuk di observasi. Ada banyak hal yang menyebabkan anak terlambat bicara, tidak bisa dijawab hanya dengan penjelasan spt itu, harus dg observasi dan pemeriksaan.

  19. Dear mama lukman…. Thankyou udh bikin blog ini… Rasanya Sy merasa Ada Teman untuk berbagi… Sy udh baca blog nya…ceritanya hampir mirip sm anak sy…mom Kalo boleh tau Stimulasi apa yg di lakukan Selama dirumah? Sy sebelumnya Sudah Kirim email ke mama lukman… Thanks

    • Salam kenal mam, monggo silahkan dibaca2 cerita2 saya tentang Lukman di blog ini, begitulah cara saya menstimulasi Lukman dirumah.
      Kalau ada pertanyaan lain yang lebih spesifik, silahkan…

  20. Dear mama lukman
    anak saya andra di diagnosa PDD NOS juga dari usia 2.8thn. sekarang usia dia sudah 4.5thn tapi sampai sekarang dia belum bisa bicara. sekarang andra terapi di Klinik Passion klp gading. Menurut mama saya harus bagaimana ya? apakah saya mesti pindah tempat terapi atau bagaimana ya?

    • Sebelum terapi, apakah Andra di observasi/asesmen oleh dokter/psikolog?
      Kalau ya, apakah sudah ada konsultasi ulang?
      Sebaiknya di review bersama dokter/psikolog, kenapa belum ada perkembangan. Belum tentu karena terapinya, bisa jadi karena dirumah kurang stimulasi juga. Kalaupun tidak cocok dengan terapis, atau kliniknya mohon pertimbangkan juga kenyamanan anak.

    • Terima kasih ma atas replynya. Sejak usia 2.8th andra sudah saya periksakan ke dokter rehab medik, diagnosa awal dia ADD setelah 6 bulan diagnosa berubah menjadi ADHD. Selama Observasi itu andra menjalani sesi terapi Wicara dan SI. Setelah 1 thn andra di observasi kembali dengan dokter yang berbeda dan andra di diagnosa PDD NOS. Sekarang andra saya terapi di dua tempat yaitu di Klinik Passion klp gading dan di RS. Hermina. Menurut mama apakah bijaksana kalo saya ikutkan andra terapi di dua tempat? Sampai saat ini saya masih bekerja….dan terus terang saya sangat dilema dalam hal ini, karena di satu sisi saya butuh biaya banyak untuk terapi andra tapi di satu sisi saya menyadari ibu lah yang seharusnya membimbing anak2 istimewa ini…mohon masukan dari mama ya🙂
      Oh ya ma, selama 2 tahun terapi andra memang masih belum keluar kata2..hanya MAMA tapi masih spontan, terkadang ayah, teteh, nggak…tapi saya gak yakin apa dia mengerti maksud kata2 itu???? tapi untuk respon, inisiatif minta makan dia mengalami perkembangan yang cukup baik. Menurut mama apakah dngan masa 2 tahun terapi perkembangan andra seimbang atau terhitung masih kurang signifikan? Maaf ya ma kalo banyak bertanya. Terima kasih sebelumnya🙂

      • Menurut saya terapi bukan segalanya mama Andra, dalam artian, kalau terapi terus tapi stimulasi dirumah tidak ada ya percuma saja. Kelas terapi adalah sarana untuk belajar, sedangkan prakteknya ya dirumah, atau disaat keluar rumah, dan itu yang memperkuat masukan dari terapi.

        Terapi dua tempat tidak apa, asalkan ada sinergi, saling mendukung antara terapi yang satu dengan yang lain. Apakah dengan para terapisnya mama Andra suka berkomunikasi, mengevaluasi perkembangan dari waktu kewaktu? Ini yang kerap kali dilupakan orang tua, selain menjalani terapi harus juga mengevaluasi untuk efektivitasnya. Tidak hanya menjalani saja, tapi lihat bagaimana perkembangan, apa yang masih kurang, apa yang berkembang sehingga bisa dibuat program yang lebih ‘tajam’. Terapis juga perlu masukan dari orangtua apa yang terjadi dirumah, sehingga mereka juga lebih bisa mengefektifkan waktu belajar di kelas terapi.

        Namun selain itu, perkembangan tiap anak spesial memang berbeda. Ada anak yang baru terapi sebentar sudah maju banyak perkembangannya. Ada yang terapi bertahun-tahun baru nampak hasilnya. Yang penting tetap stimulasi, kita tidak tahu kapan akan terlihat hasilnya. Lukman kadang juga begitu, ada yang dipelajarinya ketika terapi setahun yang lalu, akhirnya baru keluar tahun ini ketika ada kejadian tertentu. Disini saya jadi semangat, bahwa masukan dan stimulasi yang kita kerjakan tidak sia-sia, akan direkam semua olehnya walau kita tidak bisa mengharapkan serta merta akan langsung terlihat hasilnya. Bisa saja sebulan, beberapa bulan, bahkan setahun kemudian baru kita bisa lihat oooo ternyata terapi yang tahun lalu itu direkamnya dengan baik dan baru keluar sekarang.

        Jadi, terus usaha, stimulasi, berikan yang terbaik untuk ananda ya Mam…

  21. Hallo mama lukman…..
    Sebelumnya terimakasih buat sharing pengalamannya di blog…..
    Sebelumnya saya tinggal di medan. Anak saya nicholas, umur 2 thn 9 bln didiagnosa dokter pdd nos. Anak saya belum bisa berbicara, kalo ngomong babling….terus kalo mau sesuatu dengan cara menuntun tangan kita. Konsentrasi hanya untuk sesuatu yg ia suka. Sebelumnya ia sangat suka nonton iklan. Namun sekarang nonton tv dikurangi bahkan dihentikan sama sekali atas anjuran dokter. Dokter nganjurin untuk dilakukan terapi. Dokternya sih nyaranin le t4 terapinya saja. Setelah cari2 dan nanya2 akhirnya memutuskan untuk melakukan terapis untuk anak kami dekat dengan lokasi rumah. Ada berbagai paket pertemuan terapis, saya dan suami memutuskan mermilih setiap hari saja selama dua jam. Namun saya masih agak kuatir sih…..apakah efektif buat anak saya apabila setiap hari? Karena melihat pengalaman lukman yg terapinya 2 kali seminggu ya ma? Pertimbangannya yaitu takut kalo anaknya terlalu stres…cuma pertimbangan lainnya supaya anak saya bisa cepat tertangani….. Anak saya sudah 2 kali ikut terapi, dan dia selama 2 kali tetapi ini awalnya masih menangis, namun lama2 sudah tidak lagi. Mungkin mama lukman bisa berbagi mengenai hal ini…terimakasih ya ma……:-)

    • Menurut saya ada berbagai faktor untuk menentukan efektifitas atau keberhasilan terapi.
      Yg pertama, frekwensi yg cukup, tidak terlalu jauh waktu jedanya, tapi juga cukup berikan waktu untuk anak mencerna dan menerapkannya dengan stimulasi dirumah.
      Yg kedua faktor kenyamanan di tempat terapi, apakah cocok dg terapisnya, apakah metode yg diterapkan terapis sesuai dg anak. Misalnya begini, waktu pertama Lukman ditangani 2 terapis wicara. Yg satu modelnya kaku, anak harus duduk, anak harus dengar omongannya & mengulangi apa yg dia katakan. Model spt ini tdk cocok dg Lukman, dia menangis terus. Terapis kedua modelnya spt guru TK, bicara dg lembut, menarik perhatian Lukman dg intonasi dan mimiknya, sehingga tanpa dipaksa Lukman melakukan kontak mata dan mau ikuti instruksi. Dg model terapis spt ini Lukman cocok. Akhirnya ketika itu saya putuskan terus dg yg terapis kedua saja, walau ia lebih junior dari yg pertama.
      Yg ketiga, stimulasi dirumah. Berapapun frekwensi di terapi, kalau dirumah tidak dilakukan stimulasi hasilnya tidak akan optimal atau sangat kurang efektif. Bayangkan, di terapi paling lama satu jam. Sedangkan dirumah, anak berapa jam? Sangat disayangkan kalau dirumah tdk distimulasi juga. Tidak harus kita mengulangi persis sama spt terapis, tapi kita terapkan dg aktifitas sehari2nya. Misalnya spt ini, terapis mengajarkan anak nama bagian tubuh. Biasanya terapis menggunakan kartu bergambar yg ada tulisannya (flash card). Nah kita tdk usah pakai flash card juga, bisa saja ketika sedang mandi kita sambil gosok tangannya kita beri tahu “ini tangan” dengan jelas, berulang tiap kali mandi, terus bergantian dg anggota tubuh lainnya.
      Yg keempat, apakah tempat terapinya melakukan evaluasi dari waktu ke waktu untuk programnya. Kalau program terapi monoton, otomatis anak cepat bosan. Tapi kalau program terapi terlalu cepat perubahannya, bisa jadi anak juga tdk dapat mengikuti. Karena itu kita perlu monitor, dan perlu melihat apakah program yg sekarang menambah perkembangan anak kita atau tidak.
      Begitu sharing saya bu, mudah-mudahan memberi gambaran ya, tentang kecocokan pemilihan tempat terapi yg sesuai dg ananda.

  22. hallo mama lukman…

    sy banyak belajar dari blog mama… sgt berguna dan membantu.

    setelah baca blog mama lukman, sy lihat byk persamaan antara lukman dan anak sy.
    1.5thn yg lalu anak sy didiagnosa PDD-NOS jg oleh dr . andri di klinik anakku bsd( skg PJ 4thn 5bln). skg PJ sdh di TK A
    sdh ikut terapi SI, TW dan OT . skg sdh pandai tulis dan baca kalimat 3 kata yg sederhana
    misal: baju budi baru.
    dan visualnya sgt kuat. dpt menulis judul film (karna melihat dari cover dvd) misalnya free birds, ice age, doraemon dll.
    dan suka sekali melihat2 buku. (sampai sy umpetin semua buku) krn bisa dlm 1-2jam dia lihat buku2 itu.
    dari membolak balik buku itu jg dia jadi bisa byk menulis.

    tapi masalahnya adlh verbalnya yg msh lemah. untuk merangkai kalimat msh harus dibantu.
    kalo mau makan hanya teriak ‘makan’ (untuk kalimat ‘saya mau makan’) hrs diarahkan.
    dan suka spontan menyebut kata yg dia ingat.
    misalnya kalo sy ajak jln keliling kompleks, dia akan menyebutkan semua nama hewan yg ada di otaknya (tanpa ada binatang itu di sekeliling ). jadi seperti orang meracau.
    pertanyaan sy adlh:
    bagaimana mama lukman mengajarkan lukman untuk komunikasi dua arah. sehingga dia dpt menyampaikan keinginan /perasaan dia.
    dan di umur brp lukman lancar berkomunikasi ?
    dan wkt mama mendaftarkan lukman ke SD apakah mama memberitahu sekolah mengenai kondisi lukman?
    krn sy dl wktu daftar TK sempat ditolak 1 sekolah (krn sy jelaskan kondisi anak sy) .alasan sekolah adalah mrk tdk pny tenaga ahli di sana krn perlu perhatian khusus untuk anak2 demikian.
    mohon sharing dan masukannya ya ma… thanks before..:)

    • Sampai sekarang Lukman masih terus belajar untuk komunikasi dua arah yang benar. Untuk topik2 sehari2 Lukman sudah bisa cukup lancar tanya jawab. Tapi kalau topiknya abstrak, masih harus dibantu dg bahasa yang simpel, agar ia mengerti.

      Namun kemampuannya berkembang terus. Kalau di kelas 1 Lukman masih belum bisa ceritakan apa yang terjadi disekolah, sekarang sudah bisa. Ini dibantu dengan komunikasi yang baik dengan guru-gurunya. Ketika saya minta ia ceritakan, sebetulnya saya sudah tahu apa yg akan dia ceritakan, namun saya berpura2 agar dia bisa menyampaikan dengan baik. Triknya saya harus banyak bertanya dengan pertanyaan yang jelas singkat dan jawabannya pasti.

      Lukman masuk ke sekolah yg sama dari playgroup sampai SD sekarang. Jadi kepala sekolah sudah mengenal Lukman apa adanya.
      Menurut saya sekolah yang menolak dengan alasan belum punya tenaga ahli adalah sekolah yang justru jujur apa adanya. Daripada sekolah yang menerima murid berkebutuhan khusus namun sebetulnya belum punya pemahaman yang baik bagaimana menangani anak spesial seperti anak-anak kita.

      Memang butuh kerja keras dan usaha lebih dari orangtua seperti kita untuk mendapat sekolah yang dapat menangani anak dengan baik. Jangan puas jika sekolah mengatakan dapat menangani anak berkebutuhan khusus, kalau bisa ibu datang survey, mengamati bagaimana mereka menangani murid-muridnya sehari-hari.

      Semoga membantu…🙂

  23. Assalamua’alaikum mama lukman,,, salam kenal ya… ini sekedar masukan, selain terapi dan sekolah, kita jg harus berdo’a, krn kekuatan do’a itu sangat mendukung loh ma… anak saya ghufron jg sama persis dgn lukman. skrang usianya 3th 9 bln. tidak fokus dan tidak konsentrasi, bicara’y jg blum lancar, hanya bisa abi, umi, ikut, mandi, takut dan yg lain’y hanya ujung’y sja yg dia bisa. dan baru mulai terapi. td’y guru terapi’y jg mlarang ghufron utk sekolah playgroup, tp saya ngotot utk ttap menyekolahkn’y. akhir’y di ijinkan dgn ctatan guru playgroup’y menerima. Alhamdulillah guru’y menerima dgn senang hati.. Alhamdulillah baru 1 blan berjln terapi’y dia mulai fokus dan mlai mw mngikuti pelajaran di sekolah’y. guru terapi’y jg kaget melihat perubahan yg ada pd ghufron, krn menurut beliau cpt skali bisa fokus dan menerima pelajaran yg diajarkn ditmpt terapi’y. krn saya yakin kekuatan do’a yg bisa ghufron cepat fokus dan konsentrasi, walaupun bicara’y blum lancar… semoga kita di berikan banyak kesabaran dlm merawat anak2 kita yg teristimewa ini ya ma… Aaamiiiin… trimakasih mama lukman….Wassalam…

    • Setuju sekali bu. Doa adalah kekuatan orang beriman. Allah SWT berfirman, “Katakanlah: Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan), ‘Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.'”(QS al-An’aam [6] : 63].

  24. Salam kenal mama lukman mohon di terima permintaan pertemanan di fb.
    anaku akram di diagnosa spektrum autis ,sudah diterapi selama 3 bln yaitu play terapi dan snozelen tpi tidak ada perkembangan.akram umur 2,5 bulan .kontak mata tidak ada ,tidak mengerti perintah sederhana seperti tos atau salim .bicara hanya beberapa kata seperti mama.papa,buka ,nyaman ,nama .tapi itu dlakukan dengan perulangan seperti nyaman _nyaman.aku khawatir tolong saran harus dibawa kemana supaya akram bisa bicara dan bisa interaksi.dan apa yg harus saya lakukan dirumah .

    • Salam kenal, mbak Dian. Kondisi dan perkembangan tiap anak berbeda2, antara satu anak dan anak lain kasusnya. Selain terapi, dirumahpun harus distimulasi, apa dan bagaimana bisa ditanyakan pada ahli maupun terapis. Tidak harus sama caranya dengan di terapi namun sejalan dengan program yang dilakukan terapis. Silahkan kalau mau di add di fb🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s