Enjoy our stories!

Pada jaman dahulu kala, Mamanya belum punya hobby menulis, dan tidak punya keinginan membuat karangan atau tulisan apapun untuk merekam kegiatan hariannya. Namun itu semua berubah ketika Mamanya menikah dan dianugerahi Allah SWT Reza dan Lukman yang aaadaaaa saja kelakuannya yang lucu, mengesankan, dan juga kadang membuat terharu. Karena rumah kami berada cukup jauh dari saudara-saudara dekat sehingga tidak sering bertemu, Mamanya suka berbagi cerita kelakuan mereka berdua lewat email. Tidak hanya saudara-saudara, beberapa teman dekat juga menjadi ‘korban’ Mamanya dikirimi email tiap kali ada cerita tentang Reza dan Lukman. Read more »

Categories: Uncategorized | Tags: , | 8 Comments

Lukman dan The Avengers

Sudah lama kami tidak nonton ke bioskop, karena itu Lukman jadi susah lagi diajakinnya. Terakhir kami nonton Kungfu Panda, huaaa sudah lama sekali ya. Memang kami lebih suka berkegiatan diluar ruangan bersama anak-anak, jarang sekali mengajak mereka ke mall kalau tidak ada keperluan. Saat tanggal merah 6 April yang lalu kami sudah berencana akan nonton, tapi kehabisan tiket (maklum kalau libur, film yang sudah lama tayangpun laku berat) dan saat itu Lukman menangis sambil tarik-tarik tangan Papanya tidak mau nonton. Karena Papanya jarang lihat Lukman nangis ya jadinya dituruti, kami tidak jadi nonton. Wah saya pikir lain kali kami harus paksa Lukman nonton ke bioskop, supaya bisa lebih tenang, tidak tegang seperti pertama kali diajak nonton (untuk ‘perjuangan’ mengajak Lukman mau nonton ke bioskop baca Nonton ke Bioskop, Lukman Nonton Lagi, dan juga Nonton Lagiii….)

Kemarin di hari kejepit nasional, saya nekat aja ngajak Lukman nonton the Avengers. Pilihan filmnya antara the Avengers atau Thomas. Tapi kalau saya pilih Thomas, kakak Reza dan uda Ivan pastilah segan nontonnya, karena film yang anak-anak sekali. Sedangkan film the Avengers mereka sudah lama bilang “Teman-teman sudah pada nonton dan bilang filmnya bagus” Ya sudah, saya pilih the Avengers saja, walau film itu pasti banyak hebohnya. Papanya nggak libur, jadi bisa dititipin beliin tiket nonton saat lunch break supaya nggak kehabisan tiket. Jadi kita nggak perlu antri lagi (saya sudah mbayangin sulitnya antri, sementara ada yang nangis-nangis tidak mau nonton hehe). Sebelum berangkat, walau tidak dibilang mau nonton Lukmannya sudah feeling bakalan diajak nonton dan sudah bilang “Aku nggak mau nonton” dan sepanjang perjalanan diam saja.

Sampai di mall, dia langsung makin turun bibirnya, dan ketika masuk ke lobby bioskop mulai menangis. Tapi tidak sampai menarik-narik tangan saya sih. Kami sempat menunggu sebentar sebelum pintu teater dibuka, sekitar 15 menitan, dan Lukman tidur-tiduran di kursi lobby bioskop. Saat masuk teater, tanpa ditarik-tarik, dia jalan sendiri, menggandeng saya sambil tutup kuping. Read more »

Categories: acting, Autism, bermain, movie, parenting | Tags: , , , , | Leave a comment

Family Gathering dan WWF

Hari Minggu kemarin kami datang kesekolah Lukman untuk acara Family Gathering. Acara yang rutin diadakan dua kali dalam setahun tersebut jadi kesempatan baik untuk para orangtua dari seluruh kelas untuk bertemu. Maklumlah, tidak semua orang tua mengantar anaknya kesekolah, banyak juga yang anaknya naik mobil antar jemput sekolah, dan pun kalau tiap hari mengantar jemput seperti saya, belum tentu juga bertemu semua kelas, karena jam masuk sekolah yang berbeda tiap kelasnya.

Istimewanya acara kemarin diadakan bekerja sama dengan pihak WWF. Untuk saya yang pemerhati lingkungan (ehm… setidaknya untuk lingkungan halaman rumah dan sekitarnya), apalagi Reza yang juga punya perhatian khusus dengan topik Global Warming, sangat senang membaca surat pengumuman dari sekolah. Pada surat itu diberitahukan akan ada mobil khusus yang namanya Mobile Panda yang berkunjung pada family gathering tersebut. Mobile Panda adalah truk enam roda yang digunakan WWF-Indonesia untuk melakukan kegiatan konservasi di area publik. Mobile Panda menyebarkan pesan konservasi kepada publik Indonesia melalui kegiatan kampanye dan edukasi, dan juga melibatkan masyarakat dalam upaya perlindungan alam dengan cara memberikan sumbangan/donasi.

Read more »

Categories: bermain, knowledge, Sekolah, sosialisasi, Uncategorized | Tags: , , , , , | 2 Comments

Kuda Troya

Hari Kamis yang lalu Reza tidak masuk sekolah. Entah kenapa sore hari sebelumnya dia lemas, lalu merasa perutnya ‘panas’. Lalu pagi harinya muntah, sehingga terpaksa tidak masuk. Hari Jumat walau Reza masuk sekolah saya mintakan ijin ibu guru untuk Reza tidak ikut olahraga dulu. Sepulang sekolah Reza cerita, ketika teman-temannya berolahraga, ibu guru memanfaatkan waktu Reza untuk membahas Bahasa Indonesia yang dipelajari kemarin, tentang alur cerita, kilas balik, dan yang berhubungan dengan topik tersebut.

Reza cerita dengan senang sekali soal pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia tersebut, padahal biasanya Bahasa Indonesia bukan pelajaran favoritnya. Rupanya, kali ini ibu guru melakukan pendekatan berbeda dari biasa. Reza diminta menceritakan satu legenda yang diketahuinya. Lalu ibu guru menjelaskan dari legenda yang Reza ceritakan tersebut apa yang disebut tema, tokoh utama, tokoh bawahan, latar, alur, dan sudut pandang ceritanya. Oooo baru saya mengerti, pantesan dia berseri-seri gitu mukanya, rupanya karena diberi kesempatan bercerita legenda, dan tentu saja Reza pilih salah satu legenda peperangan yang disukainya: legenda Kuda Troya!

Read more »

Categories: belajar bicara, dongeng, knowledge, presentasi, sejarah, Sekolah | Tags: , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Our First Autism Expo Together

Selama ini kalau ada acara autism expo, atau seminar dan juga workshop autisme, biasanya hanya saya yang pergi menghadiri. Umumnya acara yang lalu diadakan saat hari kerja, karena itu hanya saya yang datang. Untuk Walk for Autism, kegiatan yang rutin diadakan Yayasan Autisma Indonesia untuk memperingati Hari Peduli Autisme, sudah beberapa kali kami berencana ingin ikut, sudah mendaftar, bahkan tahun ini sudah mengambil kaus peserta, tapi ada saja halangannya, tahun ini Lukman sedang tidak sehat, batuk-pileknya makin menjadi sehingga kami lagi-lagi batal ikut. Akhirnya kami putuskan untuk datang ke autism expo-nya saja, itupun sudah siang karena Lukman susah sekali makan sarapannya.

Sebelum datang, saya janjian dengan beberapa teman untuk bertemu disana. Teman yang pertama, teman dari masa kuliah yang anak autisnya sudah remaja, ikut Walk of Autism dari pagi, dan karena anak keduanya harus kesekolah jadi sudah pulang ketika kami datang, tidak jadi ketemu. Teman yang kedua, yang anaknya satu sekolah dengan Lukman datang juga lebih dulu dan pulang sebelum kami datang juga. Teman yang ketiga, nah ini yang seru. Saya baru kenal bapak ini dari group ortu anak autis yang baru saya ikut beberapa bulan terakhir. Ketika membaca sharingnya terutama tentang dirinya sendiri yang Aspie – penyandang asperger syndrome, saya tertarik sekali karena meskipun gaya bahasanya yang kocak, caranya memandang masalah dalam hidup ini begitu bijak, sehingga saya cerita pada suami saya kok orang ini asik bener. Ternyata… bapak tersebut teman masa kecil suami saya, satu sekolah dan bertetangga. Dunia ini memang kecil ya. Akhirnya kami bertemu di expo kemarin.

Read more »

Categories: Autism, bermain, parenting, sosialisasi | Tags: , , , , , , , | 2 Comments

Oud Bank Mysterie

22 April yang lalu saya dan Reza berkunjung ke Museum Bank Mandiri untuk mengikuti kegiatan Museum Ceria. Setelah sukses dengan kegiatan Pemburu Naga (baca cerita Berburu Naga) , untuk kedua kalinya Museum Ceria mengadakan family weekend dengan judul Oud Bank Mysterie.

Hari itu kami berdua berangkat cukup awal dari rumah, mengingat museum Bank Mandiri di kota tua lumayan jauhnya dari rumah. Apalagi hari Minggu kami melewati jalan Sudirman dan Thamrin yang cukup padat dengan masyarakat yang berolahraga walau bukan car free day. Memasuki area Harmoni, kami cukup bisa memacu kecepatan sampai masuk ke jalan Hayam Wuruk. Mendadak kondisi macet, sempat sama sekali tidak bergerak. Waduh ada apa ya, saya yang tidak familier dengan daerah itu cukup kawatir juga bakal stuck dan tidak bisa cari jalan alternative. Pelan-pelan maju, barulah terlihat penyebab macetnya: ada kegiatan perayaan hari Waisak. Warga berbondong-bondong turun kejalan, membawa sembako yang akan dibagikan, menyisakan hanya satu jalur untuk lewat kendaraan. Syukurlah semakin mendekat ke tujuan lalulintas lancar kembali, dan kami sampai tepat jam 9, waktunya berkumpul sebelum kegiatan dimulai. Read more »

Categories: bermain, knowledge, sejarah | Tags: , , , , , , | Leave a comment

“Yeah, I know….”

Sejak kecil Lukman memang sangat tertarik pada bahasa Inggris dan cepat sekali menangkap kata-kata dalam bahasa itu walau tidak pernah diajari dengan sengaja. Ketika umur 2 sampai 6 tahun Lukman masih berjuang mengejar kemampuan bicaranya, selain di terapi wicara, kami juga disarankan untuk tidak bicara dalam bahasa lain kepada Lukman, agar ia tidak bingung dan menghambat perkembangan bicaranya. Karena itu ketika Lukman bicara dalam bahasa Inggris, kami sering katakan “Bahasa Indonesia saja, Lukman”. Pada saat kemampuan bicaranya sudah membaik, barulah kami dengan sengaja mengajar dan memakai bahasa Inggris dirumah.

Namun tanpa disengajapun di periode yang lalu itu Lukman cepat sekali menyerap kata-kata bahasa Inggris dan memakai kata tersebut dengan tepat. Contoh yang paling saya ingat adalah ketika pertama ia katakan the lion, saat baru berumur 4 tahun. Cerita lengkapnya ada di Binatang Apa?  Lalu saat membaca buku, ketika ada gambar seorang nenek, saya tanya “Lukman ini siapa?” berharap jawabannya nenek atau oma. Tapi Lukman malah jawab “Grandma!” membuat saya terkejut. Tidak hanya bentuk kata, Lukman juga bisa menjawab dengan kalimat yang tepat. Contohnya seperti yang saya tulis di cerita They’re Gone! ketika Papanya tanya Lukman dimana sendalnya, Lukman jawab spontan: “They’re gone!”. Read more »

Categories: belajar bicara, bermain, English, knowledge, Sekolah | Tags: , , , | Leave a comment

Obrolan Sore

Kemarin sore mendengar Ivan, Reza dan Lukman ngobrol sore hari kok seru sekali, saya sampai kepingin mencatat dan menulis apa yang mereka perbincangkan. Lukman tidak ikut bicara, tapi karena topiknya seru dan kesukaannya Lukman jadi mundar-mandir ikut menyimak kedua kakaknya tukar cerita.

Awalnya karena Ivan melihat logam Peso yang dimiliki Reza, dapat dari Papanya ketika business trip ke Philipina baru-baru ini. Dari perbincangan mata uang, Ivan bicarakan nama Rizal yang sering dipakai dinegara itu, katanya “Seperti nama Indonesia ya”. Lalu saya bilang karena Philipina pernah dijajah Spanyol, banyak nama-nama penduduknya berbau Spanyol pula. Read more »

Categories: belajar bicara, bermain, knowledge | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Lukman Berkemah

Bulan yang lalu ada kegiatan seru yang baru pertama kali diadakan disekolah Lukman: berkemah! Kegiatan ini memang sudah direncanakan sejak awal tahun ajaran baru, jadi orangtua pun sudah mengetahui rencana tersebut sejak lama. Namun karena belum pernah ada kegiatan ini sebelumnya, cukup heboh ya perbincangan antar ortu, apalagi kebanyakan murid belum pernah pisah tidur dari orangtuanya.

Saya sendiri cukup tenang, karena Lukman sudah pernah pisah tidur dari Mamanya ketika tahun lalu kakak Reza dirawat dirumah sakit. Ketika itu saya terus menunggui Reza, tidak bisa bergantian karena Papanya juga lagi sibuk sekali pekerjaan dikantor dan tidak bisa cuti. Alhamdulillah karena dukungan orang-orang yang menyayangi Lukman, selama 5 hari berpisah Lukman baik-baik saja, kalau saya kutip menurut ibu Kepala Sekolahnya:  “Walau terlihat kehilangan tapi dia berusaha tegar dan tetap gembira disekolah”. Read more »

Categories: bermain, Love, Outing, Sekolah, sosialisasi | Tags: , , , , , , | 2 Comments

Berkenalan Dengan Wayang

Pagi hari ketika Lukman masih disekolah handphone saya berbunyi, ada pesan masuk. Rupanya dari bundanya Rakha kakak kelas Lukman yang sedang berada disekolah. Tiap bulan murid sekolah Lukman selalu bergantian menjadi pemimpin dikelas. Dalam periode mereka jadi pemimpin itu ada satu hari dimana orangtuanya berkunjung dan membuat kegiatan bersama teman sekelas anaknya.

Dari status facebooknya bunda Rakha pagi tadi saya tahu Rakha akan mendalang didepan teman-temannya disekolah. Hebat ya, kecil-kecil sudah bisa mendalang. Rakha memang suka sekali menonton pagelaran wayang kulit, dan pada kesempatan kunjungan orangtuanya pagi tadi Rakha beraksi jadi dalang cilik untuk pertama kalinya disekolah. Saya jadi kepingin tahu apa reaksi Lukman, karena bisa dibilang Lukman belum kenal dengan wayang kulit. Pernah sih melihat wayang golek di museum, tapi tentunya beda ya dengan wayang kulit, apalagi ketika wayang tersebut di’hidup’kan oleh sang dalang.

Read more »

Categories: belajar bicara, bermain, dongeng, knowledge, puppet, Sekolah | Tags: , , , , , , , , , | 2 Comments

Gambar Untuk Lukman

Kemarin sore ketika saya mengeluarkan buku penghubung dari tas sekolah Lukman, saya temukan kertas terlipat. Saat dibuka, ternyata itu gambar dari temannya Lukman, Dhika, lucu sekali.

Digambar itu ada para dinosaurus kesukaan Lukman, dan juga dua laki-laki kecil yang dinamai Dhika dan Lukman. Waduuuh terima gambar seperti itu bikin hati saya berbunga-bunga seperti mendapat surat cinta hehe. Bahwa temannya mau membuatkan gambar, atas inisiatif sendiri untuk diberikan kepada Lukman, buat saya itu menjadi bukti Lukman memang bisa berteman disekolah. Read more »

Categories: artwork, Autism, bermain, Love, sosialisasi | Tags: , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.