Mamaku Hilang!

From Facebook note, 25 September 2009.

Kemarin Mamanya pergi ke acara reuni/halal bi halal dengan teman-teman SMA.
Karena Papanya masih libur, jadi Mamanya bisa pergi dengan tenang :-D
Sebelum pergi Mamanya sudah pamit dulu sama anak-anak, sun mereka dulu, dan kasih tahu kalau mereka bobo sama Papanya, karena Mama pulangnya malam. Dengan manisnya Reza dadah, dan Lukman kasih kiss-bye.

Lagi di acara itu, HP Mamanya bunyi, dan waktu dijawab ada suara kecil “Mama!” ternyata Lukman.
Mamanya jawab “Kenapa Lukman?” dan Lukmannya jawab “Mamaku hilang!” hahaha lucu banget, denger ekspresinya. Lalu Mamanya bujukin “Iya, Mama masih lama pulangnya, Lukman bobo dulu sama Papa ya?” dijawab “Iya…” terus Papanya yang ngomong, ngasih tahu Lukman cari-cari Mamanya waktu mau bobo, tunjuk-tunjuk ke tempat tidur Mamanya yang kosong…

(more…)

Add comment September 26, 2009

Binatang Apa??

Magrib tadi saat Papa-Mamanya sedang buka puasa, Lukman dengan antengnya main komputer sendiri.
Setelah selesai magrib saya tengokin, mau tahu Lukman lagi main apa.
Rupanya Lukman sedang mencoba menggambar dg Paint (sudah beberapa kali melihat Reza dan Ivan menggunakan program itu) walaupun nggak heran karena memang Lukman seringkali bisa mengerjakan sesuatu hanya dari mencontoh apa yang dia lihat sebelumnya, tapi saya tetap kagum melihat dia sudah bisa coba sendiri program ini.

Waktu saya diam-diam ambil kamera utk mengabadikan momen itu, Lukman sudah ganti kegiatan, dia membuka Google, dan bersamaan saya sudah bawa2 kamera Lukmannya nengok kebelakang, cari saya untuk membantu: “Tulis….. tulis….” katanya sambil beranjak dari kursi komputer dan minta saya duduk: “Silahkan duduk, Mama” (sambil tangannya di gaya-in, mempersilahkan duduk) dan dia sendiri berdiri dibelakang saya, diatas tempat tidurnya.

(more…)

3 comments September 18, 2009

Rumah Sakit

Pasti orangtua yang lain juga pernah merasakan hal ini: walaupun saya dan suami sudah berusaha berlaku seadil mungkin kepada kedua anak, mereka masih saja saling suka iri. Ada aja yang bikin mereka merasa diperlakukan tidak adil. Contohnya sudah saya ceritakan di tulisan sebelum ini yang judulnya “Reza Iri”. Kadang kehabisan akal juga ya supaya mereka bisa merasa puas dan tidak saling iri.

Suatu ketika saya berbagi cerita dengan seorang teman, mengenang saat-saat berharga diwaktu melahirkan kedua bocah ini. Dulu melahirkan Reza saat saya masih tinggi banget egonya. Waktu hamil duuh suami nggak boleh kurang perhatian dikit langsung bete deh, walaupun nggak manja dan ngidam macam2, tapi apa yg saya omongin nggak boleh dilewatin begitu aja, hehehe. Setelah melahirkan pun ada rasa kesal kalau Papanya telepon dari kantor cuma nanyain kondisi baby Reza. Rasanya waktu itu ‘kok cuma anaknya yg ditanya, aku ini kan sakit juga jahitan buanyak begini’. Memang sih, karena Reza itu dibantu dengan vacuum saat lahirnya, jahitannya nggak terkira deh sampai-sampai dokter obgyn-nya saja nggak berani sebut berapa banyak jahitannya hihihi.

(more…)

Add comment September 17, 2009

Reza’s Concern

Beberapa hari yang lalu, waktu saya ada acara buka puasa bersama mantan teman-teman sekantor, Papanya sengaja pulang kantor lebih cepat dari biasanya karena sudah janji mau temenin anak-anak tidur. Lukman yang girang banget bisa main dulu sama Papanya sebelum tidur jadi berulah. Saat sudah jam tidur nggak mau tidur, nggak mau ganti baju tidur dengan pampersnya. Setelah usaha bujuk-bujuk nggak mempan, Papanya marahin Lukman dan ninggalin Lukman yang masih telanjang diluar kamar. Seperti yang sudah bisa diduga, Lukman akhirnya menyusul Papanya kedalam kamar sambil menangis dan akhirnya mau dipakaikan baju, juga mau minum susu sebelum tidur. Saat itu saya baru sampai dirumah, dan akhirnya Lukman tidur dengan minta dipeluk Mamanya. Setelah anak-anak tidur, Papanya cerita tuh yang Lukmannya dimarahin karena nggak mau pakai baju tidur. Papanya bilang Lukman kentara sekali kalau bikin akal-akalan biar nggak disuruh tidur dengan tingkahnya menolak pakai baju itu.

Kemarin, waktu saya lagi baca-baca, Reza samperin saya, duduk disebelah saya sambil bikin kreasi dengan melipat-lipat kertas (ada gambar hasilnya dibawah). Lalu sambil tangannya tetap kerja, Reza ngobrol dengan saya. Pembukaannya begini: “Mama tau nggak, kejadian kemarin yang Lukman nggak mau pakai baju?”
Saya jawab “Mmm tau sedikit, kenapa Reza?” (mancing dia utk cerita, mau tahu kenapa dia ngomong begitu)

(more…)

Add comment September 17, 2009

Sedang Akur….

Kalau sedang liburan seperti sekarang ini, selain lega karena bisa sedikit lebih santai, senang karena bisa lebih banyak bermain dengan anak-anak, tapi pusing juga karena mereka berdua punya waktu lebih lama untuk bersama. Dengan kata lain: punya lebih banyak waktu untuk berebut. Apapun bisa jadi rebutan: remote tivi, kapan giliran main komputer, siapa yang baca buku X duluan, ada saja yang mereka perebutkan. Seperti kemarin itu.

Lukman sudah cukup lama bermain dengan komputer, Reza sudah gelisah ingin bermain Pet Society. Dia mengadu kepada saya kalau Lukman tidak mau bergantian. Saya minta Reza ulangi lagi, bilang “Reza pinjem ya?” dengan manis. Reza menurut, berkata begitu kepada adiknya. Jawab Lukman? “Tidaaak!!” sambil mengacungkan tangannya seperti pak polisi sedang menyetop mobil yang mau ditilang. Akhirnya gantian saya yang tanya “Kalau Mama boleh pinjam?” karena sebetulnya Lukman sudah cukup puas, dia dengan manisnya mau langsung menghentikan games yang dimainkannya dan berdiri dari kursi komputer sambil bilang “Silahkan duduk, Mama”. Saya jawab “Enggak jadi ah, mau main sama Lukman saja” dan kasih isyarat pada Reza untuk duduk didepan komputer. Begitu lihat kakaknya yang pakai komputer, Lukman langsung marah, mau serang Reza dengan cakar kecilnya. Saya alihkan Lukmandengan mengajak dia main dengan playdough. “Yuk bikin telur buaya yuk….”, Lukman tertarik dan melupakan Reza yang main komputer. Ternyata bukan Lukman saja, tapi Reza akhirnya tertarik juga main dengan playdough, dan mengambil playdough miliknya untuk main bersama Lukman.

(more…)

1 comment September 14, 2009

Negosiasi

Hari Minggu kemarin, karena asik main terus sampai malam, Lukman nggak mau bobo pada waktunya. Diminta masuk kamar sih mau, tapi terus loncat2 ditempat tidur, gangguin kakaknya, pokoknya nggak mau berbaring. Setelah lebih 30 menit seperti itu, Mamanya keluarin nada yang lebih keras, dan suruh Lukman tidur. Akhirnya mau Lukmannya berbaring, tapi sambil acting nangis ‘ihik…. ihik…. ihik….’ yang di-buat2 banget deh pokoknya. Karena tahu dia nggak nangis beneran, Mamanya nggak bujukin. Lama-lama nangis beneran Lukmannya, karena nggak ditanggapin acting nangisnya :-) Setelah beberapa waktu tangisnya berhenti juga, dan Lukman tertidur.

Waktu bangun pagi, karena malamnya Lukman nangis seperti itu, Mamanya biarkan Lukman bangun sendiri. Waktu sudah 100% bangun, dan Lukman sudah mau ngomong, dia yang negor Mamanya duluan, nepuk bahu Mamanya dan kasih senyum. Mamanya pura2 kaget dan bilang “Eh Caaaayang” Lukmannya balas “cayang Mamaaa”. Hihihi Mamanya seneng, Lukman nggak inget kejadian semalam dan bangun dg gembira. Lanjut deh Lukman sarapan, sambil nonton kartun Pororo kesukaannya. Tapi waktu diajak mandi, Lukman nggak mau, bilang “Nggak!” dengan tegas sekali. Dibujuk2, Lukmannya tetep nggak mau mandi. Apalagi waktu disebut mau sekolah, wah makin nggak mau Lukmannya mandi. Lukman malah bilang “Mau monyet!!” loh kok pagi2 minta lihat monyet. Mamanya tahu, Lukman minta lihat patung monyet yang ada digerbang Ragunan, yang memang lagi jadi tempat singgah favoritnya Lukman sejak minggu yll. Waktu dbilang “Monyetnya nanti ya, sesudah sekolah. Dan Mama juga mau beli ikan, mau kan lihat ikan ya wap wap wap (sambil nirukan mulut ikan buka-tutup)”. Lukman gak bergeming, tetep bilang “Mau monyet!”.

(more…)

Add comment September 7, 2009

Reza Iri

ayams

Hari Minggu kemarin saat kita lagi dijalan, Ayang lihat pedagang asongan menjual mainan ayam-ayaman dilampu merah. Ayam2an ini digerakkan oleh benang yang diikat ke bola. Kalau bolanya digerakkan memutar, ayam2nya seperti mematuk gambar beras ditengah2nya, secara bergantian. Karena memang lucu, dan bisa ditawar, ya udah, dibeli lah satu untuk Lukman. Sempat sih Ayang mau belikan dua, tapi karena mainan itu buat anak2 banget, Mamanya bilang Reza enggak usah dibeliin, cukup berdua aja dengan Lukman.

Sampai dirumah Lukman syennnengg banget lihat ayam2an itu, sampai bilang “Waaw” sambil pegang kedua pipinya plus senyum lebaaar banget. Dia langsung mau main, begitu juga Reza. Setelah Reza mencoba sebentar menggerakkan ayam2an itu, Lukman gantian memainkannya dan nggak mau melepaskan lagi. Papa Mamanya masuk kamar, Lukman juga ikutan sambil terus mainkan ayam2an itu.

Rupanya Reza jadi iri, dan waktu Mamanya keluar kamar, Reza mukanya ditekuk, dan matanya digosok2, sambil bilang “Reza iri….”. Mamanya sudah nebak, tentang ayam2an nih. Mamanya bilang “kenapa, mau main ayam2an juga”. Reza bilang “kok Mama cuma beliin Lukman aja sih, Reza kan mau juga…” trus Mamanya bilang “mainan itu yang belikan Ayang, Reza. Lagian kan Reza dibeliin baju, adek nggak dibeliin baju, jadi Lukman dapat ayam, Reza dapat baju”. Reza masih ngotot, dan suaranya separuh menangis “Tapi Reza nggak mau baju, maunya ayam2an”. Mamanya bilang lagi “Reza, itukan mainan untuk anak2 kecil, masa Reza mau juga?” Reza makin sebel “Tapi Reza mau dibeliin juga” sambil nendang mainan Lukman yang tergeletak dekat kakinya. Wah Mamanya lihat Reza jadi marah2 gitu jadi diem aja, biar Rezanya nggak makin sewot. Lalu Papanya keluar kamar juga, dan lihat Reza lagi ngambeg gitu. Papanya ajak Reza ngomong, dan sama aja, Papanya juga bilang Reza sudah terlalu besar untuk mainan seperti itu. Lagipula kan bisa sharing sama adeknya, nggak perlu masing2 dibelikan. Reza tetap ngambeg, pake nangis pula.

(more…)

Add comment September 7, 2009

Terapi 4 September 2009

Beberapa waktu yang lalu Lukman agak moody, nggak mau masuk halaman sekolah, harus ditemani Mamanya dulu beberapa waktu sebelum bisa ditinggal, terapi dirumahpun ada dihiasi tangisnya. Rupanya Lukman ketika itu sudah mulai tidak enak badan, tapi tidak bisa ngomong apa yang dirasakannya. Akibatnya moody dan gampang sekali menangis.

Alhamdulillah sejak minggu yang lalu saat badannya sudah mulai sehat Lukman kembali riang, jarang menangis dan pintar ‘belajar’nya.

Saya ingat sekali ekspresi bahagia Kak Aas, shadow teachernya, yang bercerita Jumat minggu yll Lukman mau duduk cukup lama dibawah pohon, jadi bisa cukup konsentrasi melakukan beberapa kegiatan tanpa ‘menclak-menclok’ seperti sebelumnya. Begitu juga seminggu ini, tiap kali masuk sekolah Lukman tidak perlu dibujuk-bujuk, masuk sendiri, dengan senyumnya menyapa bu guru yang menanti di meja absen.

Hari ini saat dijemput ke sekolah, Lukman masih mengenakan sayap kupu-kupu, mukanya ceria sekali. Kak Hikmah, salah seorang bu guru juga bercerita lucunya Lukman waktu menirukan gaya bebek saat diminta menirukan gerak binatang. Lukman juga sudah mengurangi gaya dinosaurusnya, berjalan dan mengerang seperti T-Rex :-)

Tadi siang Lukman juga gembira saat Mba Indah, terapis SInya, datang kerumah. Lukman mau masuk kamar belajar sendiri, tanpa membawa buku gajah dan dinosaurus yang ditinggalkannya didepan TV. Lukman belajar cukup semangat, diminta membaca buku bersama mau, ditanya mau menjawab, diminta menggambar/menulis mau. Cuma satu yang dia nggak mau, menyusun puzzle, dan menurut mba Indah krn gambarnya ‘riweh’ (itu puzzle baru). Kalau puzzle yg gambarnya lebih simpel, Lukman mau kerjakan. Dibawah ini gambar/tulisan yang dikerjakan Lukman saat terapi hari ini.

scan0001s

(more…)

Add comment September 4, 2009

Lukman Pagi Ini

Diambil dari note di FaceBook tanggal 13 Agustus 2009.

Seminggu ini Lukman memang lagi rada bete gitu kalo mau masuk sekolah.
Tapi setelahnya sih baik-baik aja, seharian mau main, mau ‘belajar’.

Pagi ini juga begitu.
Padahal sudah disambut kak Aas dan kak Endah didepan sekolah, eeehhh malah kabur lagi keluar, ditangkep sama kakeknya Tama, mau digendong kedalam malah mulai mau nangis, bilang “Mamaaaa…..”.
Akhirnya Mamanya gendong Lukman kuda-kudaan kedalam, sambil nyanyi “Tak Gendong” :-)

Dihalaman sekolah Lukman malah melorot turun, Mamanya kirain udah mau jalan sendiri nih.
Eeeh Lukman malah gandeng Mamanya, minta Mamanya ikutan masuk kedalam kelas.
Mamanya ikutin aja, mau lihat Lukman maunya apa.
(more…)

Add comment August 16, 2009

One Fun Day with FeMale

Hari Senin diawal bulan Agustus, Mamanya dapat telepon dari FeMale radio, yang mengabarkan tentang acara FeMale Club Weekend dihari Sabtunya, tgl 8 Agustus 09. Minggu sebelumnya sudah lihat sih iklan acara itu di FB, tapi karena anak-anak baru sembuh dari flu, Mamanya nggak berpikir mau ikutan. Tapi karena telepon itu, mengingat acara seperti itu disukai anak-anak, melihat anak-anak sudah cukup fit, jadi berminat juga apalagi Papanya juga setuju ikutan.

Jam 6 pagi hari Sabtu itu kita sudah sampai di Ratu Plaza, dan saat berjalan menuju office towernya, kita lihat paman Gery dan tante Fla yang rupanya ikut juga dan jadi pembawa acaranya. Di lift menuju kantor FeMale paman Gery sempat menggoda Lukman yang lagi tutup kuping (seperti biasanya dia lakukan kalau merasa nggak nyaman ditempat baru). Selesai registrasi ulang, kita turun dan masuk ke bis 2, salah satu dari 5 bis rombongan. Reza terlihat senang, karena saat naik bus ketemu om Dipa Mulya, sang newscaster. Lukman juga kelihatan senang, sudah mulai ketularan excitement kakaknya.

Jalan menuju Bella Campa, Gadog, Puncak cukup macet seperti biasa, tapi sesampainya disana dan melihat pemandangan yang indah, udara yang segar, hilang deh rasa pegel dibus tadi itu.

1 2

(more…)

Add comment August 15, 2009

Next Posts Previous Posts


Recent Posts

Archives

Top Posts

Blogroll