<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Reza&#039;s And Lukman&#039;s Joy Of Learning</title>
	<atom:link href="http://mamanya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mamanya.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 12:57:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mamanya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Reza&#039;s And Lukman&#039;s Joy Of Learning</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mamanya.wordpress.com/osd.xml" title="Reza&#039;s And Lukman&#039;s Joy Of Learning" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mamanya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berburu Naga</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/30/berburu-naga/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/30/berburu-naga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 08:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[artwork]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Outing]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Ceria]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Gajah]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemburu Naga]]></category>
		<category><![CDATA[Reza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4437</guid>
		<description><![CDATA[Saat liburan semester kemarin, ketika kami akan mengajak anak-anak berkunjung ke Museum Nasional (Museum Gajah) saya mencari info jam buka museum tersebut di internet. Ternyata museum ini sudah memanfaatkan social network, punya facebook  page dan website yang cukup informative. Ketika membuka wall facebook nya, saya melihat ada brosur tentang kegiatan kelompok Museum Ceria dengan judul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4437&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat liburan semester kemarin, ketika kami akan mengajak anak-anak berkunjung ke Museum Nasional (Museum Gajah) saya mencari info jam buka museum tersebut di internet. Ternyata museum ini sudah memanfaatkan social network, punya facebook  page dan website yang cukup informative. Ketika membuka wall facebook nya, saya melihat ada brosur tentang kegiatan kelompok Museum Ceria dengan judul Pemburu Naga. Karena gambarnya lucu saya jadi tertarik. Bahkan Lukman yang ikut melihat juga bilang “Naga Mama, aku suka naga” yaaa pasti karena dekat-dekat bentuk dinosaurus kesukaannya hehehe. Sesudah mendapat jadwal buka Museum Gajah, saya lalu browsing untuk cari tahu lebih lanjut tentang Museum Ceria dan mendapat gambaran bahwa kelompok ini dibuat oleh dosen dan mahasiswa dari fakultas Arkeologi UI. Wah kegiatannya ‘berisi’ pasti ya karena diadakan oleh mereka yang betul-betul mempelajari ilmu sejarah.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/262_thumbnail_pemburu-naga.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4443" title="262_thumbnail_pemburu naga" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/262_thumbnail_pemburu-naga.jpg?w=107&#038;h=150" alt="" width="107" height="150" /></a></p>
<p>Sudah lama saya mencari kegiatan seperti ini untuk Reza, karena ia sangat suka mempelajari sejarah dunia. Sayangnya, info sejarah yang lengkap ada di internet kebanyakan sejarah luar negeri. Hanya sedikit sekali info sejarah Indonesia. Contohnya saja, ketika sudah berkunjung ke Museum Nasional disaat liburan semester, dan Reza tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang patung/arca Raja Aditiyawarman yang sangat besar dimuseum itu, hasilnya nihil. Hanya ada informasi dimana patung tersebut ditemukan. Sedangkan informasi kenapa arca Raja Aditiawarman tersebut digambarkan cukup seram, dengan dikelilingi tengkorak, dan berdiri menginjak tubuh seorang manusia, tidak ada penjelasannya. Sayang sekali ya. Karena itu tak heran jika Reza lebih suka mempelajari sejarah luar negeri, karena informasinya lengkap sekali, dan mudah didapatkan seperti disitus Wikipedia, maupun situs-situs sejarah luar negeri lainnya bahkan banyak situs yang dikhususkan bagi anak-anak. Saya harap dengan mengikuti kegiatan seperti Museum Ceria Reza akan lebih mendapat informasi yang menarik sehingga ia mau mengenal dan bisa mencintai sejarah bangsanya sendiri.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/sejarahdunia.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4445" title="sejarahdunia" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/sejarahdunia.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><span id="more-4437"></span></p>
<p>Karena pada brosur Pemburu Naga disebutkan jumlah pesertanya terbatas langsung saya mendaftar, tidak mau dong terlewat event yang menarik seperti itu. Dari pembicaraan telepon dengan mbak Ajeng salah satu panitianya, saya mendapat konfirmasi info yang saya dapat di internet, plus dikatakan bahwa satu kelompok hanya terdiri dari 35 anak. Wah bagus ya, berarti tidak terlalu ramai peserta dan diharapkan dengan demikian informasi yang diberikan di acara tersebut dapat diserap dengan baik oleh pesertanya. Saya daftarkan Reza dan saya sendiri, kemudian men-transfer pembayarannya.</p>
<p>Dua hari sebelum tanggal kunjungan kami diberi informasi lewat email. Cukup lengkap pemberitahuannya, mulai dari skedul acara, rute menuju Museum Nasional (yang pada tanggal 29 tersebut agak berubah karena ada car free day disepanjang jalan Sudirman-Thamrin) lalu tempat parkir mobil yang tersedia, barang yang perlu dibawa, dan informasi bahwa acara tersebut akan diliput salah satu media tv. Saya suka dengan cara panitianya bekerja, praktis namun cukup informasinya. Karenanya makin semangat rasanya menunggu hari H diadakannya kegiatan tersebut.</p>
<p>Hari Minggu tanggal 29 Januari 2012 kami berangkat cukup pagi, karena rumah kami cukup jauh dari Museum Nasional, di hari Minggu yang lengang saja membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan dengan mobil pribadi. Beberapa menit sebelum jam 9, kami sudah sampai dimuseum. Lucunya, ketika baru parkir mobil, jendela mobil saya diketok-ketok oleh seorang ibu. Dan ketika saya buka, ternyata ia saudara suami saya, yang selama ini baru berhubungan lewat facebook saja, dan di hari Minggu itu baru bertemu muka. Wah senang juga, sudah bertemu keluarga saat baru sampai. Kebetulan anak mereka, Bita, juga sama-sama kelas 4 SD seperti Reza, namun setahun lebih muda umurnya.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/12s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4446" title="12s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/12s1.jpg?w=150&#038;h=116" alt="" width="150" height="116" /></a></p>
<p>Sampai di lobby museum kami segera mendaftar, dan mendapat <em>activity book</em> dan bolpoin untuk anak dan tiga lembar kertas untuk orangtua berisi informasi kegiatan, apa yang akan dilakukan, dan juga denah dalam museum untuk petunjuk letaknya naga yang dicari. Karena baru jam 9, Reza sempat mencuri start dengan melihat-lihat arca/patung dilantai dasar gedung lama. Oh iya, Museum Nasional ini terdiri dari dua bagian, gedung lama yang tepat dibelakang patung gajah didepan museum dan gedung baru yang bertingkat 7 disebelah utara gedung lama. Beberapa saat sebelum jam 9.15 kami menuju ke auditorium di basement gedung baru, karena acara <em>interactive-storytelling</em>-nya akan dimulai disana.  Ketika masuk ruangan, kami diberikan snack dan minuman lalu dipersilakan duduk di kursi-kursi yang sudah tersedia.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/14s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4448" title="14s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/14s1.jpg?w=95&#038;h=150" alt="" width="95" height="150" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/15s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4465" title="15s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/15s1.jpg?w=96&#038;h=150" alt="" width="96" height="150" /></a></p>
<p>Acara dibuka dengan perkenalan oleh mbak Ajeng lalu langsung dilanjutkan dengan <em>active-storytelling </em>yang diceritakan tentunya kisah sang naga, dengan cerita/legenda yang dibawa dari beberapa negara: Cina (cerita tentang binatang-binatang shio termasuk shio Naga), Indonesia (cerita dari pulau Bali), India (cerita tentang dewa Wisnu, Garuda dan telur-telur naga) dan terakhir cerita dari Eropa, tentang naga yang luluh hatinya begitu dipanggil puteri raja dengan sebutan ‘sayang’. Saat bercerita, sang pendongeng tidak hanya seorang diri diatas panggung, tapi ia memanggil anak-anak pemburu naga untuk ikut memerankan tokoh yang diceritakannya. Awalnya Reza malu-malu, tidak mau ikut maju berperan. Tapi melihat beberapa anak berani maju, Reza-pun ikut maju. Bita juga menyusul. Reza ikut berperan dalam tiga dongeng, menjadi shio Kuda di cerita pertama, kemudian menjadi dewa Wisnu di cerita ketiga lalu terakhir menjadi naga lembut hati di cerita terakhir. Karena senang dan gembira diajak berperan serta, ketika pendongeng memberikan bonus diakhir ceritanya: sebuah amplop angpao yang diberikan untuk pemburu naga yang tercepat menjawab pertanyaannya, Reza lalu mendengarkan dengan serius. Ketika pendongeng bertanya: dari manakah air amerta yang diperlukan Garuda untuk menolong Winata diambil, Reza langsung mengacungkan tangannya tinggi-tinggi, dan menjawab: lautan susu. Reza senang sekali bisa menjawab tercepat dan mendapat hadiah angpao <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/17s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4449" title="17s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/17s1.jpg?w=150&#038;h=91" alt="" width="150" height="91" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/18s1.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4450" title="18s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/18s1.jpg?w=143&#038;h=90" alt="" width="143" height="90" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/20s.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4451" title="20s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/20s.jpg?w=126&#038;h=90" alt="" width="126" height="90" /></a></p>
<p>Selesai storytelling, anak-anak pemburu naga pun mulai berburu didampingi orangtuanya. Ada <em>clue</em> yang diberikan mbak Ajeng bahwa kebanyakan naga yang dicari ada dilantai 3 dan 4 digedung yang sama. Pada activity book ada dua buah petunjuk untuk kegiatan berburu naga. Yang pertama adalah teka-teki yang harus diisi sampai kotak yang berwarna biru terisi penuh dan terbaca kalimatnya. Ini dikerjakan untuk mendapat Lisensi Pemburu Naga. Kemudian pada halaman terakhir ada 6 buah foto naga yang harus dicari untuk mendapatkan pin Museum Ceria.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/40s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4453" title="40s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/40s.jpg?w=150&#038;h=108" alt="" width="150" height="108" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/39s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4454" title="39s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/39s1.jpg?w=150&#038;h=107" alt="" width="150" height="107" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/41s.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4455" title="41s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/41s.jpg?w=75&#038;h=109" alt="" width="75" height="109" /></a></p>
<p>Reza awalnya mencari naga yang ada fotonya dihalaman terakhir. Karena itu ia cepat berlalu dari lantai 3 dan 4 gedung baru, karena dilihatnya tidak ada naga-naga yang dicari untuk mendapat pin. Kami kembali ke gedung lama, setelah lumayan berputar-putar pada jam 11 Reza berhasil mendapatkan pin Museum Cerianya dengan bangga. Setelah itu kami bertemu lagi dengan Bita dan ayah-ibunya. Bita sudah melengkapi pertanyaan teka-teki dihalaman dalam, dan menyadarkan Reza kalau dia  belum mengumpulkan keterangan untuk mendapatkan lisensi pemburu naga.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/21s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4466" title="21s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/21s1.jpg?w=107&#038;h=150" alt="" width="107" height="150" /></a><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/29s.jpg"> </a><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/23s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4467" title="23s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/23s.jpg?w=102&#038;h=150" alt="" width="102" height="150" /></a><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/29s.jpg"> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4457" title="29s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/29s.jpg?w=97&#038;h=150" alt="" width="97" height="150" /></a></p>
<p>Melihat Bita sudah mendapatkan lisensi, Reza jadi penasaran dan ingin melengkapi lagi keterangan untuk teka-teki didalam buku. Sebelum melanjutkan perburuannya, Bita dan Reza sempat diinterview, ditanyai kesan-kesan mereka mengikut kegiatan Museum Ceria ini. Wah bakalan masuk tivi nih, mereka! hehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/bita.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4458" title="bita" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/bita.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/27s.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4459" title="27s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/27s.jpg?w=183&#038;h=111" alt="" width="183" height="111" /></a></p>
<p>Akhirnya setelah interview selesai, Reza memberi tahu Bita tempat naga-naga yang dicari di gedung lama untuk melengkapi perburuan naga untuk mendapat pin. Kembali kami berkeliling digedung lama sekeliling taman arca, lalu masuk bagian etnografi dan ruang tekstil. Setelah itu kami kembali lagi ke lantai 3 dan 4 gedung baru, supaya Reza bisa melengkapi keterangan untuk teka-teki di halaman dalam activity book.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/31s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4461" title="31s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/31s1.jpg?w=150&#038;h=84" alt="" width="150" height="84" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/37s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4462" title="37s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/37s.jpg?w=150&#038;h=84" alt="" width="150" height="84" /></a></p>
<p>Lumayan pegal juga kaki kami berjalan keliling dua kali, namun Bita dan Reza tetap semangat, dan akhirnya dengan bangga Reza berhasil mendapatkan Lisensi Pemburu Naga-nya tepat pada jam 12.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/38s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4460" title="38s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/38s.jpg?w=150&#038;h=107" alt="" width="150" height="107" /></a></p>
<p>Asik sekali rasanya berburu naga di Museum Nasional tersebut. Tidak seperti kunjungan kami sebelumnya yang cenderung melewati arca-arca dan benda-benda bersejarah yang kurang menarik menurut pandangan kami, kali ini karena harus berburu naga kami jadi lebih memperhatikan dan mengamati benda-benda bersejarah di museum itu, dan jadi cukup menguasai pembagian lokasi ruangan di kedua bagian gedung Museum Nasional tersebut.</p>
<p>Terimakasih Museum Ceria untuk acara berburu naga-nya yang seru! Kami tunggu acara berikutnya, di museum yang lain lagi ya. Dan lain kali kami pasti mengajak teman-teman dan saudara yang belum tahu info tentang kegiatan Museum Ceria ini. See ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4437&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/30/berburu-naga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/262_thumbnail_pemburu-naga.jpg?w=107" medium="image">
			<media:title type="html">262_thumbnail_pemburu naga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/sejarahdunia.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sejarahdunia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/12s1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">12s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/14s1.jpg?w=95" medium="image">
			<media:title type="html">14s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/15s1.jpg?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">15s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/17s1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">17s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/18s1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">18s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/20s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">20s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/40s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">40s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/39s1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">39s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/41s.jpg?w=103" medium="image">
			<media:title type="html">41s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/21s1.jpg?w=107" medium="image">
			<media:title type="html">21s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/23s.jpg?w=102" medium="image">
			<media:title type="html">23s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/29s.jpg?w=97" medium="image">
			<media:title type="html">29s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/bita.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/27s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">27s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/31s1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">31s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/37s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">37s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/38s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">38s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ice Cream dan Flying Fox</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/25/ice-cream-dan-flying-fox/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/25/ice-cream-dan-flying-fox/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 11:32:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[artwork]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Outing]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[FeMale Club Weekend]]></category>
		<category><![CDATA[flying fox]]></category>
		<category><![CDATA[Kampoeng Maen]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman]]></category>
		<category><![CDATA[Paman Gery]]></category>
		<category><![CDATA[Reza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4408</guid>
		<description><![CDATA[Bulan lalu saat mendengar radio, saya mendengar akan ada acara FeMale Club Weekend di Kampoeng Maen yang disponsori oleh ice cream Walls dengan produk barunya: chocky-rocky. Wah saya langsung pasang telinga dan catat infonya baik-baik, karena kepingin lagi berkunjung ke tempat main yang asik itu. Anak-anakpun gembira mendengar akan pergi kesana, apalagi akan bertemu lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4408&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan lalu saat mendengar radio, saya mendengar akan ada acara FeMale Club Weekend di Kampoeng Maen yang disponsori oleh ice cream Walls dengan produk barunya: chocky-rocky. Wah saya langsung pasang telinga dan catat infonya baik-baik, karena kepingin lagi berkunjung ke tempat main yang asik itu. Anak-anakpun gembira mendengar akan pergi kesana, apalagi akan bertemu lagi dengan paman Gery, pendongeng kesayangan mereka.</p>
<p>Di hari Minggu itu cuaca cukup bersahabat, walau sebelumnya gerimis, tapi ketika kami sampai di Kampoeng Maen gerimisnya mereda. Selesai registrasi, kami diberi kesempatan berfoto sekeluarga dan masing-masing mendapat sekotak snack untuk mengisi perut sebelum acara mulai. Tidak berapa lama, setelah perkenalan dan &#8216;pemanasan&#8217; acara utama pun dimulai. Ditempat berkumpul tsb sudah disediakan banyak bahan untuk membuat kreasi ice cream bagi masing-masing keluarga. Ada instruktur yang menunjukkan cara membuat kreasi kue, roti dan ice cream itu. Reza dengan semangat langsung siap-siap membuat kreasi ice cream tsb. Karena Mamanya sibuk foto-foto dan mengawasi Lukman, Papanya deh yang mendampingi Reza.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/15s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4410" title="15s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/15s.jpg?w=84&#038;h=150" alt="" width="84" height="150" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/14s.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4411" title="14s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/14s.jpg?w=100&#038;h=159" alt="" width="100" height="159" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/17s.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4412" title="17s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/17s.jpg?w=110&#038;h=170" alt="" width="110" height="170" /></a><span id="more-4408"></span></p>
<p>Seru sekali kegiatan bikin kue berhias coklat itu, yang tentunya diisi ice cream Walls chocky-rocky. Reza dan Papanya menjadi team yang kompak, tanpa disangka bisa menghias kue taartnya menjadi cukup menggiurkan. Selain kue taart, Reza juga membuat sandwich ice-cream. Masing-masing peserta diberi ice cream satu ‘ember’. Karena yang terpakai utk berkreasi cuma sedikit, sisanya langsung kami serbu, mmm rasanya memang enak sekali Walls chocky-rocky ini, menurut saya sepertinya paling enak dari semua ice cream Walls yang pernah saya coba.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/18s.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4413" title="18s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/18s.jpg?w=198&#038;h=129" alt="" width="198" height="129" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/13s.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4415" title="13s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/13s.jpg?w=109&#038;h=127" alt="" width="109" height="127" /></a></p>
<p>Sementara Reza berkreasi, Lukman hanya sebentar memperhatikan kegiatan tersebut, dia lebih tertarik untuk berlari-lari dilapangan rumput yang luas dan mengejar kupu-kupu.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/21s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4417" title="21s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/21s.jpg?w=128&#038;h=150" alt="" width="128" height="150" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/21b.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4418" title="21b" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/21b.jpg?w=120&#038;h=150" alt="" width="120" height="150" /></a></p>
<p>Selesai acara kreasi, dan menghabiskan ice cream, acara dilanjutkan dengan mendengarkan dongeng bersama Paman Gery dan Bubu Mini. Walau tetap dipangku Mamanya dan tidak ikut maju kedepan seperti anak-anak lain, Lukman ikut berteriak menjawab kalau ada pertanyaan. Dongengnya tentu seputar ice-cream juga, dan ada disisipi sedikit pelajaran IPA tentang perubahan bentuk: mencair, membeku, menguap dan menyublim. Lucunya, tidak hanya peserta anak-anak yang membantu Paman Gery dan Bubu Mini memperagakan dongeng, tapi ada juga kakek dan nenek yang didapuk menjadi penjual ice cream. Mereka mau saja dipanggil ke panggung dan menjalani peran penjual ice cream, demi cucu tercinta tentunya.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/26s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4419" title="26s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/26s.jpg?w=150&#038;h=121" alt="" width="150" height="121" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/11s.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4420" title="11s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/11s.jpg?w=177&#038;h=121" alt="" width="177" height="121" /></a></p>
<p>Setelah acara dongeng, makan siang bersama, dan pengumuman pemenang penghias kue terbaik, acara utamapun selesai. Lukman berteriak gembira “Aku mau flying fox!” hahaha dari awal acara Lukman sudah minta naik flying fox kesukaannya itu, tapi dengan sabar ia menunggu sampai acara selesai dahulu. Kali ini Lukman meluncur dengan flying fox sampai dua kali. Lalu berlanjut bersama Reza dan Papanya memanjat spiderweb juga meniti tali.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/30s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4423" title="30s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/30s.jpg?w=92&#038;h=150" alt="" width="92" height="150" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/31s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4424" title="31s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/31s.jpg?w=89&#038;h=150" alt="" width="89" height="150" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/36s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4425" title="36s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/36s.jpg?w=87&#038;h=150" alt="" width="87" height="150" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/34s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4430" title="34s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/34s.jpg?w=84&#038;h=150" alt="" width="84" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/39s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4426" title="39s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/39s.jpg?w=150&#038;h=96" alt="" width="150" height="96" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/12s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4427" title="12s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/12s.jpg?w=150&#038;h=93" alt="" width="150" height="93" /></a></p>
<p>Kami pulang dengan dioleh-olehi ice cream Walls chocky-rocky didalam tas khusus yang dapat menjaga agar tidak sampai lumer dijalan. Anak-anak senang sekali, Reza senang karena bisa belajar berkreasi dengan coklat dan es krim, Lukman senang karena naik flying fox lagi, mereka berdua senang karena dapat ice cream enak, yaaa kalau pinjam istilahnya Lukman : hari itu hari yang menyenangkan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Beberapa hari setelah acara itu, saat Lukman sedang menonton film Tom &amp; Jerry kesukaannya, ada adegan yang bikin Lukman bilang &#8220;Oh tidak, airnya berubah menjadi es!&#8221; lalu saya teringat obrolan saat dongeng Paman Gery di Kampoeng Maen, dan tanya ke Lukman: &#8220;Kalau seperti itu, namanya apa? Membeku atau mencair?&#8221; Lukman dengan enteng menjawab &#8220;Membeku!&#8221; waaah pinter anak Mama! hihihi&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4408/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4408&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/25/ice-cream-dan-flying-fox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/15s.jpg?w=84" medium="image">
			<media:title type="html">15s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/14s.jpg?w=94" medium="image">
			<media:title type="html">14s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/17s.jpg?w=97" medium="image">
			<media:title type="html">17s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/18s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">18s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/13s.jpg?w=129" medium="image">
			<media:title type="html">13s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/21s.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">21s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/21b.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">21b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/26s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">26s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/11s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">11s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/30s.jpg?w=92" medium="image">
			<media:title type="html">30s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/31s.jpg?w=89" medium="image">
			<media:title type="html">31s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/36s.jpg?w=87" medium="image">
			<media:title type="html">36s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/34s.jpg?w=84" medium="image">
			<media:title type="html">34s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/39s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">39s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/12s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">12s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prakarya&#8230; Oh&#8230; Prakarya&#8230;</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/12/prakarya-oh-prakarya/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/12/prakarya-oh-prakarya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 13:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[artwork]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[puppet]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4379</guid>
		<description><![CDATA[Waktu kecil dulu saya tidak suka prakarya, eh salah, koreksi: waktu kecil dulu saya betul-betul tidak suka prakarya. Sebabnya karena saya sering tidak mengerti apa yang diminta guru untuk dikerjakan. Samar-samar saya ingat saat masih TK diminta membuat bentuk ember dengan membolong-bolongi kertas dg jarum (antar bolongannya berjarak). Saya lakukan pekerjaan itu sampai kertasnya betul-betul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4379&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu kecil dulu saya tidak suka prakarya, eh salah, koreksi: waktu kecil dulu saya betul-betul tidak suka prakarya. Sebabnya karena saya sering tidak mengerti apa yang diminta guru untuk dikerjakan. Samar-samar saya ingat saat masih TK diminta membuat bentuk ember dengan membolong-bolongi kertas dg jarum (antar bolongannya berjarak). Saya lakukan pekerjaan itu sampai kertasnya betul-betul bolong, bukan seperti yang diminta guru. Apa sebabnya saya tidak pahami instruksi guru, saya juga tidak tahu…</p>
<p>Tapi ketidak suka-an itu berhenti sampai di SD saja. Ketika SMP, saya terpicu sama komentar ibu saya bahwa anak yang paling rapih membungkus kado dirumah saat itu adalah si sulung, kakak laki-laki saya. Ya iyalah, dia memang paling pinter segalanya, di kelas sering juara satu, di kelas mengaji dia murid favorit pak ustad, di klub sosial dia paling banyak temen, di keluarga dia paling dikenal. Memang produk unggulan, hehehe… Karena penasaran dan nggak terima juga kalau yang paling rapih bergender laki-laki, akhirnya saya coba bikin bungkus kado dengan sangat serius. Ketika itu saya memberikan kado untuk Ayang, ibu saya, yang bentuknya cuma kotak saja. Tapi saya hias dengan melipat-lipat seperti wiron kain batik, lalu tambahi dengan gulungan-gulungan kertas dan pita yang berlekuk-lekuk, dan itu saya bikin tanpa melihat contoh. Cuma dengan trial &amp; error saja. Ketika itu Ayang memuji hasilnya dan membuat saya jadi semangat. Akhirnya, kalau ada kado istimewa, saya deh yang diminta membungkusnya. Lalu ketika dipusat perbelanjaan mulai ada <em>gift wrapping corner</em>, saya paling suka memperhatikan cara mereka membungkus,  lalu mencontohnya dirumah.</p>
<p>Sekarang ketika sudah punya buntut dua orang anak lelaki, rasanya nggak sempat deh bikin bungkus kado dengan cantik seperti dulu. Cari yang praktis saja, dan lebih sering menggunakan kantung hadiah yang sudah jadi. Namun rasanya kegiatan lipat-melipat masih bikin penasaran. Ketika anak-anak mulai tertarik dengan kertas lipat, saya lalu mulai melirik buku contoh origami yang dijual ditoko buku. Awalnya sih semangat 45, karena sepertinya terlihat gampang. Tapi ketika dipraktekkan, eeeeh kok sulit juga ya. Akhirnya yang dikerjakan yang standar-standar saja, atau yang betul-betul anak-anak kepingin saya bikin, seperti bentuk gajah, kucing, dinosaurus.<span id="more-4379"></span></p>
<p>Hal ini jadi berguna ketika saya harus melakukan sesuatu untuk <em>show &amp; tell</em> disekolah Lukman. Saat saya berkunjung kesekolah Lukman dua tahun yll, saya bikin origami gajah, sesuai tema kunjungan saya hari itu: serba gajah, binatang favorit Lukman. Saya juga membuat topeng gajah yang bikin heboh teman-teman sekelas Lukman. Tahun ini, saya agak kepepet datang kesekolah, karena waktunya setelah Reza dirawat dirumah sakit, kemudian berlanjut disunat saat mau liburan. Akhirnya rencana sebelumnya untuk membuat panggung boneka kecil batal dilaksanakan, karena butuh waktu banyak untuk persiapannya.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/gajah.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4383" title="gajah" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/gajah.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/gajah21.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4384" title="gajah21" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/gajah21.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Saat sudah seminggu sebelum Lukman mulai libur, sudah kepepet, saya baru sempat mencari ide dengan googling, akhirnya ketemu dengan berbagai hal menarik diYouTube. Dan saya dapat berbagai contoh bagus (baca: mudah dikerjakan dan ditiru anak-anak) untuk prakarya yang menggunakan kawat beludru/pipecleaner. Dengan semangat saya pergi membeli bahannya, karena merasa pernah melihat kawat beludru tersebut ditokobuku Gramedia. Namun saya kecewa, karena di Gramedia dekat rumah ternyata kosong. Cepat saya hubungi suami tercinta, yang kantornya berdekatan dengan cabang lain Gramedia. Hasilnya nihil. Tanya teman-teman, ada yang menganjurkan ke pasar Pondok Labu atau pasar Mayestik. Karena lebih familier dengan Mayestik, tetap dengan semangat saya kepasar itu, walau cukup jauh jaraknya dari rumah. Nihil juga. Mulai deh patah semangat, sepertinya dikota Jakarta ini kok nggak ada yang menjual kawat beludru ya? Mulai cari-cari online shop, ketemu satu, weeeh lokasinya di Bandung euy. Mana keburu kalau minggu depan sudah harus dikerjakan, apalagi harganya dua kali lipat dari harga toko disini. Dengan berat hati saya melepaskan ide kawat beludru dan dengan enggan mencari-cari kegiatan lain, dan dengan tersipu-sipu menyampaikan pada guru kelasnya Lukman bahwa saya mungkin mengundurkan waktu kunjungan, karena belum dapat bahannya.</p>
<p>Seminggu sebelum liburan tiba, kami pergi ke PIM untuk menemani anak-anak nonton film, dan karena janjian dengan kakak saya yang mau menyusul kesana, sambil menunggu kami ke Gramedia di mall itu. Saya jadi teringat, belum mencoba mencari kawat beludru dicabang mall itu. Ternyata, syukurlah dicabang tsb masih dijual kawat beludru dengan jumlah banyak. Waaah senangnya! Keesokan harinya saya langsung beritahu guru Lukman kalau saya akan datang sesuai perjanjian.</p>
<p>Setelah pilah-pilih, saya putuskan mengajarkan dua bentuk: kupu-kupu (binatang kegemaran Lukman tahun ini) atau cincin, karena saya pikir anak-anak perempuan pasti akan senang memakai cincin buatannya sendiri. Tapi saya salah duga. Saat datang dan disambut dengan kehebohan seperti biasanya dikelas Lukman, saya kasih lihat contoh kupu-kupu dan cincin yang sudah saya buat dirumah. Karena salah perhitungan, bahan yang saya beli kurang banyak, dan tiap anak cuma bisa membuat salah satu bentuk. Jadi saya katakan akan membuat dua kelompok, sesuai dengan bentuk yang akan dibikin. Tak disangka, ketika saya tanya “Siapa yang mau bikin cincin?” hampir semua tunjuk tangan dan teriak “Sayaaa”. Lukman, tentu saja, memilih membuat kupu-kupu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Akhirnya saya beri contoh membuat cincin dulu. Ternyata waktunya cukup lama, karena walaupun cukup mudah bagi tangan dewasa, bagi tangan-tangan kecil agak sulit juga memelintir kawat beludru tersebut. Akhirnya karena waktu tidak mencukupi, contoh kupu-kupu saya ajarkan pada guru kelasnya Lukman, untuk diajarkan dilain waktu kepada anak-anak. Senang rasanya melilhat mereka bangga mengenakan cincin buatan sendiri tersebut. Bahkan anak-anak dikelas sebelah jadi kepingin dan minta pada guru kelasnya Lukman untuk juga diajarkan membuat cincin tersebut.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/kawat.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4385" title="kawat" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/kawat.jpg?w=150&#038;h=85" alt="" width="150" height="85" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/tangs.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4386" title="tangs" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/tangs.jpg?w=150&#038;h=84" alt="" width="150" height="84" /></a></p>
<p>Liburan yang lalu, seperti biasa anak-anak jadi banyak waktu luang saat tidak jalan-jalan keluar rumah. Kali ini, Lukman yang mengajak saya membuat origami. Awalnya karena saat terapi diajarkan membuat origami kucing. Lalu Lukman minta diajarkan origami kodok. Tapi terapisnya lupa caranya. Setelah terapi selesai, Lukman perlihatkan origami kucingnya, dan minta “Mama bikin yang kodok dong”. Saya dulu pernah buatkan saat Reza kecil, dan dengan segera meng-iya-kan permintaan Lukman. Setelah googling, ketemu lah cara membuat kodok yang bisa melompat. Ketika sudah jadi, Lukman cuma senyum tipis, dan bilang “Ini bagus, sekarang bikin mammoth ya?” Waduuuh, mammoth kan binatang purba, masak sih ada origaminya? Akhirnya saya googling saja origami gajah. Ketemu beberapa contoh. Contoh yang pertama tidak berhasil saya kerjakan, tinggal sedikit lagi selesai, tapi karena bingung, saya tidak teruskan. Saya kerjakan lagi contoh yang lain. Kali ini berhasil selesai, tapi saya merasa nggak sreg, karena belum rapih betul. Tapi begitu lihat hasil itu, Lukman bilang “Haaaaa, itu gajahku!” wah seneng banget rasanya, dia bisa senyum lebar begitu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/kodok.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4387" title="kodok" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/kodok.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/gajah20.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4388" title="gajah20" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/gajah20.jpg?w=242&#038;h=148" alt="" width="242" height="148" /></a></p>
<p>Selesai kah ceritanya? Beluuum. Ketika keesokan harinya teman-teman saya berkunjung, mereka bicarakan juga tentang origami kodok dan gajah yang sukses saya buat kemarinnya. Teman saya lalu membuat origami burung, yang kalau pakai bahasa Lukman “Bisa kepak sayapnya”. Wah saya sempat minta diajari sebentar, tapi masih belum mahir mengerjakannya. Ketika mereka pulang, gantian Reza yang penasaran. Dia hampiri saya dan bilang “Ajarin dong bikin burung ini” Waaah surprise juga Reza masih mau belajar origami, saya pikir karena dia sudah lebih tertarik bikin puzzle 3D, sudah nggak mau lagi bermain dengan kertas lipat. Tapi rupanya masih, dan saya ikut semangat mengajarinya. Setelah coba-coba, hihi ternyata saya memang belum bisa membuat si burung-kepak-sayap itu. Akhirnya kembali minta bantuan mas google, dan kami berdua sama-sama memelototi petunjuknya. Entah kenapa saya kok ya nggak bisa-bisa mengerti keseluruhan petunjuknya, dari beberapa contoh. Malahan Reza yang berhasil dengan caranya sendiri. Dia bilang “Sebetulnya Reza sudah beberapa kali bikin, teman disekolah yang kasih tahu, tapi Reza lupa caranya” dan ketika melihat petunjuk online, Reza jadi ingat kembali. Senang sekali, saya yang belajar dari Reza hehehe…</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/flappingbird_l.gif"><img class="alignnone  wp-image-4390" title="FlappingBird_l" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/flappingbird_l.gif?w=150&#038;h=137" alt="" width="150" height="137" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4379&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/12/prakarya-oh-prakarya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/gajah.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gajah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/gajah21.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gajah21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/kawat.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kawat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/tangs.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tangs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/kodok.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kodok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/gajah20.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">gajah20</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2012/01/flappingbird_l.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">FlappingBird_l</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2011 in review</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/08/2011-in-review/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/08/2011-in-review/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 10:23:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4355</guid>
		<description><![CDATA[The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog. Here&#8217;s an excerpt: The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 11,000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 4 sold-out performances for that many [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4355&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.</p>
<p><a href="/2011/annual-report/"><img src="http://www.wordpress.com/wp-content/mu-plugins/annual-reports/img/emailteaser.jpg" alt="" width="100%" /></a></p>
<p>Here&#8217;s an excerpt:</p>
<blockquote><p>The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about <strong>11,000</strong> times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 4 sold-out performances for that many people to see it.</p></blockquote>
<p><a href="/2011/annual-report/">Click here to see the complete report.</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4355&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2012/01/08/2011-in-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.wordpress.com/wp-content/mu-plugins/annual-reports/img/emailteaser.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Desember Untuk Reza: Ulangtahun, Rapor, dan Sunat</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2011/12/31/desember-untuk-reza-ulangtahun-rapor-dan-sunat/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2011/12/31/desember-untuk-reza-ulangtahun-rapor-dan-sunat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 13:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Rapor]]></category>
		<category><![CDATA[Reza]]></category>
		<category><![CDATA[sunat]]></category>
		<category><![CDATA[UAS]]></category>
		<category><![CDATA[ulangtahun]]></category>
		<category><![CDATA[umur 10 tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4295</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Desember bulan spesial untuk Reza. Setiap tahun memang jadi spesial karena ulangtahun Reza jatuh di awal bulan ini. Tapi tahun ini menjadi lebih spesial lagi karena Reza sudah bersedia untuk melaksanakan salah satu peristiwa terpenting setiap anak lelaki muslim: disunat! Sejak Reza sudah bersekolah di SD, tiap tahun kami tanyai apakah ia sudah mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4295&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/12.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4300" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/12.jpg?w=110&#038;h=157" alt="" width="110" height="157" /></a></p>
<p>Bulan Desember bulan spesial untuk Reza. Setiap tahun memang jadi spesial karena ulangtahun Reza jatuh di awal bulan ini. Tapi tahun ini menjadi lebih spesial lagi karena Reza sudah bersedia untuk melaksanakan salah satu peristiwa terpenting setiap anak lelaki muslim: disunat! Sejak Reza sudah bersekolah di SD, tiap tahun kami tanyai apakah ia sudah mau disunat, jawabnya pasti belum mau. Pertamanya karena ia masih merasa takut, dan kedua mungkin masih merasa umurnya masih muda. Nah tahun ini kami senang sekali ketika diingatkan sudah akan berulangtahun ke 10 Desember ini, Reza katakan dia sudah mau disunat. Wah Mamanya langsung cek sana cek sini, memilih tempat dan metode sunatnya, dan akhirnya memutuskan akan ke dokter yang sama yang sudah menyunat kakak sepupu Reza beberapa tahun yang lalu, dengan metode sunat yang sama menggunakan smart klamp.</p>
<p>Menjelang akhir bulan November persiapan sunatan Reza terlupakan sejenak dengan dimulainya dua pekan ulangan akhir semester (UAS). Beda dengan semester yang lalu, saat Reza memang kami biarkan belajar sendiri (baca: <a href="http://mamanya.wordpress.com/2011/07/15/rapor-semester-genap-reza-kelas-3/">Rapor Semester Genap Reza Kelas 3</a>) semester ini Reza kembali belajar dengan saya dampingi. Tentunya tidak semua mata pelajaran, hanya untuk pelajaran yang dirasa perlu perhatian khusus yang saya damping latihan dan menghafalnya. Untuk pelajaran seperti IPA, IPS, Bahasa Inggris sudah saya lepaskan, Reza menghafal sendiri, lalu saya tanyai sebentar, selesai. Kalau untuk matematik, Bahasa Indonesia, PAI dan Bahasa Arab memang lebih diperhatikan karena perlu banyak latihan, juga hafalannya tidak mudah <em>nempel</em> untuk Reza.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/378866_2689660321758_1263964708_3153564_1256545002_n.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4301" title="378866_2689660321758_1263964708_3153564_1256545002_n" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/378866_2689660321758_1263964708_3153564_1256545002_n.jpg?w=150&#038;h=127" alt="" width="150" height="127" /></a></p>
<p>Tapi semester ini dari segi motivasi sekolah Reza sepertinya sudah lebih bersemangat dari semester lalu. Misalnya dipagi hari Reza lebih mudah dibangunkan, padahal semester ini Reza mulai naik mobil jemputan sekolah, yang berarti jam 6 pagi ia sudah harus siap dijemput. Namun ia tidak malas dibangunkan jam 5 pagi untuk shalat lalu sarapan dengan cepat dan mandi. Begitu juga jika diingatkan untuk belajar, walau masih suka bernegosiasi sebelum belajar, Reza sudah tidak sulit lagi diminta belajar sendiri. Untuk pelajaran bahasa Indonesia yang jadi momok mengerikan bagi Reza di semester lalu, di semester ini sudah lebih menyenangkan materinya bagi Reza, sehingga lebih mudah memintanya mengulang belajar dirumah. Karena itu, ketika ada pertemuan dengan guru kelasnya untuk rapor bayangan mid-semester, saya tidak heran yang dibahas guru-gurunya bukan masalah nilai atau materi pelajaran. Tapi segala kelakuan dan sikap Reza yang blak-blakan, kadang suka ‘nyeleneh’ dan sesekali membuat kejutan/kehebohan dikelas. Untung saja guru-guru kelas Reza adalah guru-guru senior, yang tidak mudah terpancing kaget atau heboh dengan tingkah Reza tersebut. Juga mereka tidak mengecap Reza dengan negative, dan justru mencari tahu, kenapa ya Reza sikapnya seperti itu. Buat saya cerita-cerita gurunya itu sudah tidak bikin heran lagi, karena sejak kelas satu memang selalu ada cerita-cerita sejenis dari guru kelasnya.<span id="more-4295"></span></p>
<p>Pekan UAS pertama untuk ujian praktek dan lisan dilalui Reza dengan baik walaupun ia dalam kondisi kurang sehat, flu tapi ia tetap bisa belajar dengan baik karena tidak demam atau pusing. Justru setelah selesai UAS pekan pertama, pulang sekolah dihari Jumat Reza mulai demam dan batuknya tambah sering sampai muntah saking kerasnya. Hari Sabtu besoknya semakin parah batuknya Reza, dan mulai sesak napas, kambuh asmanya. Akhirnya tengah malam tepat sebelum hari ulangtahunnya Reza dibawa ke UGD, dan dibantu dengan infus dan di inhalasi lagi untuk mengurangi demam dan sesak napasnya. Setelah itu sepertinya Reza bisa lebih lega bernafas dan sudah turun suhu badannya. Tapi sampai dirumah, Reza kembali naik lagi  suhunya, dan sesak lagi. Akhirnya kami putuskan Reza dirawat saja, karena sudah tidak bisa terbantu obat-obatan oral.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/c.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4302" title="C" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/c.jpg?w=94&#038;h=150" alt="" width="94" height="150" /></a></p>
<p>Dihari ulangtahunnya Reza justru masuk rumahsakit, dirawat dan menjalani pemeriksaan lebih detail lagi. Ternyata flu yang mengawali sakitnya itu sudah menjadi pneumonia, dan Reza perlu dirawat minimal 5 hari agar tuntas pengobatannya. Ketika dirawat, Reza tidak mengeluh, padahal batuk-batuknya sering dan keras sekali, sampai muntah-muntah. Saya yang sesekali juga mengalami batuk seperti itu bisa membayangkan sakitnya badan karena semua otot pasti terasa ditarik setiap batuk. Tapi Reza tidak mengeluh, dan hanya diam saja kalau sudah reda batuknya.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/302.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4313" title="30" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/302.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Ketika menunggui Reza dirumah sakit itupun saya juga sedang tidak sehat. Bahkan sempat juga demam cukup tinggi, dan berobat juga kedokter dirumah sakit itu. Sukurlah tidak lama, kesehatan saya cukup cepat pulihnya. Sementara itu kondisi Reza yang membaik, sempat menurun lagi dihari ketiga. Batuknya yang langsung reda ketika hari pertama dirawat dihari ketiga kok muncul lagi cukup banyak, dan suhu badannya agak meningkat lagi. Reza sampai tidak bisa menelan makanan dan harus ditambah infus karenanya. Tapi rupanya menurut dokter itu menandakan reaksi yang baik, berarti lendir didalam parunya sudah mulai lebih encer, dan bisa dikeluarkan dengan batuknya itu. Hari kelima, keenam, kondisi Reza sudah makin membaik, dia sudah bisa mengeluh “Bosan, Mama” dan mulai merasa lapar jika waktu makan tiba. Alhamdulillah dihari Minggu, hari ketujuh dirawat, Reza sudah boleh pulang kerumah.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/36.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4304" title="36" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/36.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a></p>
<p>Setelah dua hari dirumah, dan sudah kontrol kedokter lagi, dihari Rabu Reza sudah boleh pergi kesekolah, tentunya untuk mengerjakan UAS susulan. Saya sudah memperkirakan, setidaknya 3 hari atau lebih, Reza harus ulangan susulan. Tapi ternyata Reza bisa mengerjakan dengan cukup cepat, bahkan hanya dalam 2 hari sudah selesai semua UAS susulannya. Walau begitu, karena tahu persiapan Reza kurang maksimal karena sakitnya tersebut, saya tidak mentargetkan nilai yang tinggi untuk kali ini. Dan ternyata rapor Reza cukup baik, beberapa nilai seperti IPA dan IPS tetap jauh diatas rata-rata kelas. Untuk pelajaran lain nilainya seperti sudah saya perkirakan, tidak ada kejutan yang menghebohkan untuk rapornya kali ini dan kami sangat bersyukur karenanya. Jika dibandingkan dengan rapor semester yang lalu, ada perbaikan yang signifikan, dan untuk kami yang paling kami syukuri adalah perbaikan dalam hal motivasinya belajar.</p>
<p>Selesai ulangan susulan, dihari Sabtunya Reza sesuai skedul semula disunat diklinik BayuAdji. Reza sudah terlihat siap, sehingga walaupun ada rasa takut dapat ditahannya dan hanya menutup matanya ketika disunat. Dokternya yang pembawaannya kalem juga menambah rasa tenang Reza. Bahkan ketika dalam proses pengerjaan sunatnya Reza masih bisa menanyai dokter, berkomentar, aktif bicara seperti biasanya. Proses sunat dengan smartklamp ini memang hanya sebentar, saya pun kagum karena kemajuan teknologi medis yang membuat proses ini terlihat mudah dan cepat selesai. Selesai disunatpun Reza langsung memakai celana, dan berjalan seperti biasa.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/390153_2837607500345_1263964708_3206316_1036659290_n.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4305" title="390153_2837607500345_1263964708_3206316_1036659290_n" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/390153_2837607500345_1263964708_3206316_1036659290_n.jpg?w=112&#038;h=150" alt="" width="112" height="150" /></a></p>
<p>Seminggu setelah disunat, kami mengadakan syukuran bersama keluarga, dan Reza kelihatan gembira sekali bisa bertemu keluarga besar, teman dan juga guru-gurunya untuk berdoa bersama.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/30.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4306" title="30" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/30.jpg?w=150&#038;h=92" alt="" width="150" height="92" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/14.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4307" title="14" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/14.jpg?w=160&#038;h=94" alt="" width="160" height="94" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/16.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4308" title="16" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/16.jpg?w=150&#038;h=88" alt="" width="150" height="88" /></a></p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/34.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4309" title="34" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/34.jpg?w=228&#038;h=127" alt="" width="228" height="127" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/43s.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4310" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/43s.jpg?w=234&#038;h=135" alt="" width="234" height="135" /></a></p>
<p>Hmmmm memang Reza sudah terlihat lebih dewasa semester ini. Banyak hal yang membuat kami orangtuanya bangga akan Reza, dan tiada lain harapan kami agar dimasa mendatang Reza dapat tumbuh dewasa dengan bahagia…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4295&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2011/12/31/desember-untuk-reza-ulangtahun-rapor-dan-sunat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/12.jpg?w=211" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/378866_2689660321758_1263964708_3153564_1256545002_n.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">378866_2689660321758_1263964708_3153564_1256545002_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/c.jpg?w=94" medium="image">
			<media:title type="html">C</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/302.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">30</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/36.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">36</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/390153_2837607500345_1263964708_3206316_1036659290_n.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">390153_2837607500345_1263964708_3206316_1036659290_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/30.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">30</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/14.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/16.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/34.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">34</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/43s.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semester Istimewa Untuk Lukman</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2011/12/24/semester-istimewa-untuk-lukman/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2011/12/24/semester-istimewa-untuk-lukman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 00:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[artwork]]></category>
		<category><![CDATA[Autism]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[laporan perkembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tetum Bunaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4272</guid>
		<description><![CDATA[Baru minggu lalu kami terima rapor Lukman. Kalau disekolah Tetum Bunaya, rapor itu disebut laporan perkembangan. Dan perkembangan Lukman semester ini: luarrr biasa Dari awal semester, memang terlihat Lukman mulai menikmati kegiatan bersekolah. Yang biasanya agak susah mengajak siap-siap dipagi hari, semester ini mudah sekali untuk mengajak bangun, mandi  dan sarapan sebelum sekolah. (Baca: Off [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4272&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/377979_2837240411168_1263964708_3206172_708665425_n-11.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4276" title="377979_2837240411168_1263964708_3206172_708665425_n-1" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/377979_2837240411168_1263964708_3206172_708665425_n-11.jpg?w=207&#038;h=137" alt="" width="207" height="137" /></a></p>
<p>Baru minggu lalu kami terima rapor Lukman. Kalau disekolah Tetum Bunaya, rapor itu disebut laporan perkembangan. Dan perkembangan Lukman semester ini: luarrr biasa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari awal semester, memang terlihat Lukman mulai menikmati kegiatan bersekolah. Yang biasanya agak susah mengajak siap-siap dipagi hari, semester ini mudah sekali untuk mengajak bangun, mandi  dan sarapan sebelum sekolah. (Baca: <a href="http://mamanya.wordpress.com/2011/08/04/off-to-a-good-start/">Off To A Good Start</a>) Yang biasanya Lukman ‘lengket’ sama Mamanya, dan harus dibujuk-bujuk masuk halaman sekolah, sekarang sudah dengan sendirinya masuk. Kadang Mamanya bengong, karena dia sampai lupa cium dan peluk dulu sebelum masuk sekolah hehe. Juga kalau biasanya dikelas Lukman lebih tertarik untuk membaca buku dan duduk dipojokan kelas, semester ini Lukman sudah sangat mau ikuti kegiatan, dan menikmatinya. <span id="more-4272"></span>Contohnya kegiatan menjahit. Saya tidak menyangka Lukman bisa dengan asyiknya menjahit, duduk tenang dan konsentrasi menyelesaikan karyanya dengan rapih. Bahkan selesai membuat satu karya, Lukman mau meneruskan dengan karya lainnya, yang berarti ia menikmati kegiatan tersebut. Selain menjahit, Lukman juga sangat senang kegiatan membuat kue. Sebelum hari raya Idul Fitri, Lukman belajar membuat kue bawang. Dibuatnya banyak juga, sampai bisa dibawa kerumah untuk dicicipi Papa dan Mamanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/bando.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4279" title="bando" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/bando.jpg?w=150&#038;h=122" alt="" width="150" height="122" /></a></p>
<p>Kemajuan lain adalah ketika disekolah diadakan upacara. Ketika tanggal 17 Agustus yang lalu, Lukman yang baru pertama kali ikut upacara sepertinya tidak paham, kenapa sih harus berbaris panas-panasan, tidak melakukan sesuatu, tapi hanya diam, melihat komandan upacara menyiapkan barisan, kemudian memberi hormat pada bendera, menyanyikan lagu kebangsaan. Untuk Lukman hal itu membingungkan. Akibatnya ketika upacara Lukman tidak mau berbaris, malah lari-lari keliling halaman dan main sendiri, walau tetap ikut memberi hormat pada bendera mengikuti teman-temannya. Ketika upacara berikutnya, di hari Sumpah Pemuda, Lukman sudah lebih dipersiapkan, sudah lebih paham bahwa kalau upacara itu ya berbaris dan diam ditempat. Lukman mau ikut berbaris cukup lama, dan mengikuti sampai selesai. Dan hebatnya, karena Lukman tidak tahan panas matahari, sekarang Lukman mau memakai topi untuk pelindung panas. Sebelumnya Lukman selalu tidak mau pakai topi, nggak banget deh untuknya kepala ditutupi. Sekarang kalau merasa cuaca terlalu panas, otomatis Lukman mencari topinya.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/bendera1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4278" title="bendera" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/bendera1.jpg?w=150&#038;h=93" alt="" width="150" height="93" /></a></p>
<p>Di semester ini, kegiatan wudlu dan shalat, yang sebelumnya tidak pernah Lukman ikuti, sekarang dilakukannya dengan senang hati. Bahkan diakhir semester untuk shalat dhuha dilakukannya tanpa disuruh. Begitu sampai disekolah, setelah meletakkan tasnya, Lukman mengambil sarungnya dan berwudlu. Ini terus dibawanya kerumah, wudlu dan shalat dilakukannya seperti yang diajarkan disekolah. Yang bikin saya tersenyum, saat sedang berwudlu dirumah Lukman selalu mengatakan dengan bahasa yang baik dan benar: “Cuci tangan, kumur-kumur, basuh hidung, basuh muka, lalu tangan sampai ke siku, kepala dan telinga, terakhir cuci kaki, matikan keran lalu doa. Begitu caranya, Mama” hahaha itu pasti menirukan kalimat gurunya.</p>
<p>Lukman sedang enjoy sekali berteman. Mulai banyak mengajak bicara teman, lalu mengajak sama-sama membaca buku dan membahas isinya, lalu ikuti kegiatan kelas dengan senang hati. Karena sudah lebih mampu mengungkapkan isi hati, Lukman di semester ini relatif jarang marah secara fisik: mencakar, memukul atau menggigit. Kalaupun terlanjur dilakukannya, Lukman mengerti bahwa ia harus meminta maaf. Memang suasana disekolah Lukman sangat mendukung perkembangan emosinya. Tidak hanya dimaklumi kespesialannya, tapi dari guru dan teman-temannya Lukman belajar tentang standar norma, seperti: mengantri dengan sabar sampai gilirannya, kalau mau pipis harus ke toilet, tidak ganti baju disembarang tempat. Lukman juga belajar bertoleransi dengan teman, dan hebatnya, usaha Lukman ini dibantu tidak hanya guru-gurunya, tapi juga teman sekelasnya.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/4s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4280" title="4s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/4s.jpg?w=150&#038;h=89" alt="" width="150" height="89" /></a></p>
<p>Contohnya seperti cerita berikut ini. Ada seorang anak berkebutuhan khusus (lain kelas) sebutlah namanya Fulan, yang senang sekali masuk ke kelas-kelas diluar kelasnya. Nah Lukman merasa sangat terganggu kalau ada anak kelas lain yang masuk tanpa permisi dan memakai alat-alat belajar dikelasnya. Biasanya Lukman jadi terpancing untuk mengusir anak tersebut “Pergi kau dari sini!” begitu katanya. Nah karena Fulan merasa Lukman yang paling ekspresif kalau ia masuk kelasnya Lukman, justru makin senang dia menggoda Lukman. Tidak hanya didalam, tapi juga diluar kelas. Akibatnya Lukman harus belajar bertoleransi kepada Fulan, bagaimana supaya tidak cepat marah kalau digoda, bagaimana supaya tidak cepat menangis kalau berbenturan fisik. Dan Lukman dibantu teman-temannya lho! Hal ini saya lihat sendiri ketika sedang berkunjung sebagai Parents of The Week. Saat kami asik berkegiatan, si Fulan datang dan menggedor-gedor pintu dan jendela. Lukman tetap terpancing untuk menghampiri jendela dan melarang Fulan mengetok-ngetok kaca. Teman Lukman, Sari, yang duduk disebelah saya bilang “Abaikan saja, Lukman!” dengan suara halusnya. Waduuh, saya jadi betul-betul terkesima!</p>
<p>Kemajuan lainnya, dibidang olahraga. Lukman sudah mulai mau ikuti aturan bermain, dan semester ini selain mau ikut lari estafet, Lukman juga belajar main kasti dan sepak bola! Kalau lari estafet memang sudah dipahami Lukman dari kelas TK. Tapi untuk olahraga kasti, baru dipelajarinya disemester ini. Menurut cerita ibu kepala sekolahnya, Lukman bisa memukul dengan baik, tapi saat harus ‘jaga’ dikesempatan berikutnya, Lukman malah jalan-jalan hehe. Yang paling saya kagum, Lukman sudah mau ikut bermain sepak bola. Kalau sebelumnya Lukman selalu menghindar saat teman-temannya main bola. Saya tahu, Lukman paling tidak bisa tersenggol atau jatuh. Lukman sangat sensitive untuk dua hal itu. Jadi kalau tersenggol, terdorong, walau temannya tidak sengaja, dia pasti menangis. Nah kalau begitu kan mana bisa main bola, yang pastinya akan banyak terbentur dan mungkin jatuh saat mengejar bola. Karena itu saya takjub ketika diceritakan Lukman ikut main bola saat class meeting. Walau belum paham aturannya, Lukman mau ikut mengejar bola, dan menikmati permainan walau akhirnya merasa cape. Ketika pertama ikut main bola, saat selesainya Lukman dengan muka memerah karena kepanasan minta “Aku mau pulang saja” hahaha. Tapi bisa dibujuk ibu gurunya, dan pulang seperti biasanya. Ketika ada kesempatan bertanding lagi dihari berikutnya, Lukman mau lagi ikut bertanding. Senang mendengarnya, Lukman sudah ada kemajuan, tidak lagi takut tersenggol atau jatuh.</p>
<p>Last but not least, di semester ini Lukman belajar untuk pisah dari Mamanya selama 6 hari. Ketika kakak Reza sakit, dan harus dirawat di RS, Mamanya menunggui Reza terus karena tidak ada yang menggantikan. Lukman tidak menangis walaupun sudah dikatakan “Mama menginap di RS jaga kakak ya” dan selama Mamanya tidak dirumah tetap berkelakuan manis, walau dia merasa kehilangan. Meskipun Mamanya tidak bisa mengantar, Lukman tetap rutin bersekolah karena ibu kepala sekolahnya, Ibu Endah, berbaik hati untuk menjemput dan mengantar Lukman kesekolah, istimewa sekali ya. Waduh kami bersyukur sekali karena Ibu Endah sangat paham bahwa kalau Lukman sampai tidak sekolah, dia pasti akan ‘nge-drop’ karena Lukman sedang senang-senangnya disekolah. Karena kegiatan rutinnya tetap berjalan seperti biasa, dengan dukungan Ayang juga asisten dirumah, Lukman bisa tetap ceria seperti biasa walau setiap saya menelepon kerumah Lukman pasti bilang “Mama cepat pulang, aku mencintaimu”. Dan yang paling bikin saya terharu adalah ketika disekolah Lukman diajarkan “Lagu Untuk Mama” dalam rangka memperingati Hari Ibu. Lukman senang mempelajari lagu itu, ikut bernyanyi keras-keras dikelas (biasanya tidak seperti itu) dan terus menyenandungkan ketika sudah keluar kelas. Hari itu Ibu Endah sms ke saya, mengatakan “Kalau telepon Lukman, minta dia nyanyi lagu untuk mama ya”. Betul, ketika saya telepon, dan saya tanya “Tadi belajar menyanyi ya Lukman?” Lukman langsung menyanyikan lagu itu:<br />
<em>Apa yang kuberikan untuk mama<br />
Untuk mama tersayang<br />
Tak kumiliki sesuatu berharga<br />
Untuk mama tercinta</em></p>
<p><em>Reff :</em><br />
<em> Hanya ini kunyanyikan</em><br />
<em> Senandung dari hatiku untuk mama</em><br />
<em> Hanya sebuah lagu sederhana</em><br />
<em> Lagu cintaku untuk mama</em></p>
<p>Huaaa rasanya pingin menangis, sudahlah kangen berat karena tidak bertemu, lalu dinyanyikan lagu manis seperti itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4272&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2011/12/24/semester-istimewa-untuk-lukman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/377979_2837240411168_1263964708_3206172_708665425_n-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">377979_2837240411168_1263964708_3206172_708665425_n-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/bando.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bando</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/bendera1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bendera</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/12/4s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">4s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serunya Dongeng Sebelum Bobo</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/27/serunya-dongeng-sebelum-bobo/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/27/serunya-dongeng-sebelum-bobo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 08:24:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[acting]]></category>
		<category><![CDATA[belajar membaca]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[bedtime stories]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng sebelum tidur]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman]]></category>
		<category><![CDATA[Reza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4257</guid>
		<description><![CDATA[Sampai dua tahun yang lalu, rutinitas menjelang tidur bagi anak-anak saya adalah: minum susu, gosok gigi, matikan lampu kamar dan tidur. Tidak ada yang namanya ngobrol, tidak ada yang namanya dongeng sebelum tidur, karena untuk membuat Lukman mau tenang berbaring ditempat tidur penuh perjuangan. Butuh waktu lebih dari satu sampai dua jam sampai Lukman betul-betul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4257&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/dongeng1.jpg"><img class="alignnone  wp-image-4258" title="Dongeng1" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/dongeng1.jpg?w=146&#038;h=103" alt="" width="146" height="103" /></a></p>
<p>Sampai dua tahun yang lalu, rutinitas menjelang tidur bagi anak-anak saya adalah: minum susu, gosok gigi, matikan lampu kamar dan tidur. Tidak ada yang namanya ngobrol, tidak ada yang namanya dongeng sebelum tidur, karena untuk membuat Lukman mau tenang berbaring ditempat tidur penuh perjuangan. Butuh waktu lebih dari satu sampai dua jam sampai Lukman betul-betul tidur. Bahkan ketika umurnya masih sekitar 3 tahunan, saya sampai harus ‘mengunci’ Lukman dengan pelukan, agar dia tidak loncat-loncat, atau mundar-mandir, dan berbaring ditempat-tidurnya. Namun dengan penerapan disiplin dan konsistensi waktu tidur, juga dengan semakin banyaknya kegiatan Lukman, rutinitas menjelang tidur semakin mudah. Lama-kelamaan Lukman sudah mau langsung masuk kamar dan berbaring ditempat tidur pada waktunya, walau masih harus ditunggui sekitar 30 menit lamanya, kadang masih ngobrol, kadang minta diusap-usap, atau hanya dipeluk saja.</p>
<p>Ketika Lukman mulai belajar membaca, betul-betul membaca dengan mengeja huruf, bukan hanya mengenali bentuk kata, dia selalu agak defensive. Memang setiap diajarkan sesuatu yang dirasanya tidak mudah, Lukman malah bete dan marah kalau diminta melakukannya. Karena itu ketika mendapat saran agar saya mendongeng sebelum tidur untuk membiasakan Lukman membaca, sepertinya jadi jalan keluar yang menyenangkan bagi saya. Bukan hanya membaca buku dan Lukman hanya mendengarkan, tapi saya membaca sambil menunjuk kata-katanya, dan Lukman mendengar sambil melihat kata-kata yang saya tunjuk.</p>
<p>Tadinya saya ragu juga ya, apa Lukman akan betah untuk duduk tenang mendengarkan dan melihat? Tapi saya coba saja. Saya khusus mencari buku-buku dongeng yang kiranya akan menarik untuk Lukman dan pastinya harus ada pesan moral yang didapatkan. Ternyata buat saya tidak mudah ya mencari buku-buku dongeng yang cocok untuk Lukman. Untuk tampilan/bentuknya, saya mencari buku-buku yang gambarnya masih besar-besar, tulisan pada tiap halamannya tidak terlalu banyak dengan cetakan huruf yang besar juga. Sekarang cukup banyak  buku-buku seperti itu, tapi saya juga harus mensortir dari isinya: cerita-cerita yang menginjak bumi, bukan seperti cerita Cinderella atau Timun Emas, tapi lebih seperti Si Kancil yang walau tokohnya binatang tapi jalan ceritanya lebih dimengerti Lukman.<span id="more-4257"></span></p>
<p>Syukurlah ketika liburan, saya beruntung mendapat dua paket buku-buku dongeng, seperti yang saya mau. Buku-buku ini menjadi pembuka koleksi buku dongeng kami. Melihat gambar-gambar binatang disampulnya Lukman cukup tertarik ketika saya perlihatkan buku tersebut. Dan ia mau duduk tenang disamping saya ketika dibacakan. Senangnya, bukan hanya Lukman yang mau mendengarkan, tapi Reza juga tertarik, dan ikut duduk disamping saja. Karena ceritanya pendek-pendek, Lukman tidak cepat bosan mendengarnya, dan bahkan ketika selesai satu buku, langsung menyodorkan buku lainnya. Lukman juga betah melihat kata-kata yang saya tunjuk, dan memperhatikan setiap halaman yang dibaca.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/dongeng3.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4260" title="Dongeng3" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/dongeng3.jpg?w=99&#038;h=150" alt="" width="99" height="150" /></a></p>
<p>Tentunya saya juga tidak membaca dengan suara datar seperti membaca berita, tapi berbekal kemampuan main boneka dijaman kecil dulu hehe, setiap tokoh dalam cerita saya suarakan sesuai karakternya. Untuk singa tentu suaranya harus lebih garang dibandingkan suara kelinci yang imut. Atau suara ayah jerapah lebih berat daripada suara ibu jerapah. Tidak lupa dengan special effect, yang dengan lebaynya saya tambahkan sesuai cerita, seperti menyuarakan “Gubraaaag” saat tokohnya jatuh, atau bunyikan “Srek-srek-srek” ketika tokohnya berjalan diatas salju. Itu membuat Reza dan Lukman senang mendengarkan, bahkan Reza suka bertanya “Malam ini kita membaca buku dongeng nggak?”</p>
<p>Akhirnya kegiatan mendongeng jadi kegiatan favorit kami yang hampir tiap malam dilakukan. Kalau tidak Reza yang minta, Lukman yang menagih sambil bawa buku pilihannya “Ayo Mama, baca yang ini”. Rasanya senang ya, duduk memangku buku, Lukman biasanya di kanan saya, menempelkan dagunya dibahu saya karena sambil membaca kata-kata yang saya tunjuk. Reza biasanya di kiri saya, sambil senderan, dan ikut juga melihat gambar-gambarnya. Ada kejadian lucu, saat Lukman minta dibacakan buku “Kecupan Untuk Ayah” yang sudah berkali-kali dibaca. Karena sudah lumayan cape seharian pergi, saya jadi kurang konsentrasi mendongengnya. Biasanya saat si ayah beruang minta kecupan pada anaknya dan mengatakan “Kecupan seperti ini…” saya tambahkan suara “Cup cup cup” yang bikin anak-anak ketawa. Malam itu saya lupa menambahkan special effect suara kecupan itu, dan langsung mereka protes, dengan langsung membunyikan suara “Cup cup cup” itu hahaha…</p>
<p>Dengan membiasakan kegiatan dongeng sebelum bobo ini, Lukman memang jadi terlihat lebih bersemangat untuk membaca. Setelah beberapa minggu kami melakukannya, Lukman mulai coba membaca nama toko, papan iklan, spanduk-spanduk yang kami lewati saat jalan-jalan. Ia juga lebih mau belajar mengeja. Kalau sedang melihat kata yang belum dikenalnya, Lukman pasti tanya “Itu apa?” maksudnya: tulisan itu dibacanya apa?</p>
<p>Selain itu, saya juga senang, cara mendongeng sayapun menular pada Reza dan Lukman. Memang sebelum inipun Lukman juga sudah suka main boneka dengan suara yang berbeda utk tiap boneka. Namun ada kejadian istimewa yang membuat saya senang sekali. Suatu sore Lukman tumben mau membaca buku komik sejarah kakaknya, tentang Alexander The Great. Melihat Lukman membuka buku miliknya, spontan Reza menawarkan “Mau dibacain?” Tentu saja Lukman langsung menggangguk. Lalu Reza membacakan dengan cara seperti yang saya lakukan saat mendongeng: dengan menunjuk satu persatu kata yang dibaca, dan menyuarakan dengan ekspresi dan nada berbeda-beda sesuai cerita dan tokohnya. Lucu sekali mendengar Reza berekspresi seperti itu, dan senang juga melihat mereka akur membaca berdua.</p>
<p>Dilain hari, seperti biasa sebelum tidur Lukman minta dibacakan buku: Kisah Tiga Beruang &amp; Goldilocks. Sesudah selesai saya menceritakan kisah itu, Lukman melihat ke cover belakang bukunya &amp; minta dibelikan buku Tiga Babi Kecil dari seri yg sama. Reza bilang “Sini Reza ceritain aja ya” Lalu Reza bercerita dengan gaya yang ekspresif. Lukman mendengarkan dengan serius. Haduuuh geli jadinya melihat mereka seperti itu. Selain itu, saya senang karena Reza yang biasanya hanya mau bercerita seperti scientist: kaya dengan fakta detail dan kurang bertutur, kali ini mulai bisa bercerita dengan baik layaknya seorang pendongeng. Jadi bertambah lagi poin plus dari kegiatan mendongeng ini <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/dongeng2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4265" title="Dongeng2" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/dongeng2.jpg?w=150&#038;h=96" alt="" width="150" height="96" /></a></p>
<p>Buat saya, walau diawal tujuan membacakan cerita sebelum tidur itu pancingan supaya Lukman tertarik untuk membaca, ternyata setelah dijalankan saya juga mendapat manfaat lainnya. Reza yang tadinya saya pikir tidak akan tertarik mendengar karena sudah lancar membaca, merasa kegiatan itu juga menyenangkan untuknya. Rasanya senang sekali kami bertiga (berempat dengan Papanya kalau weekend) sama-sama berkumpul, duduk berdekatan, dan melakukan kegiatan yang disukai bersama. Dan perasaan senang itu bukan hanya berpengaruh pada kedekatan saya dan anak-anak tapi juga antara Reza dengan Lukman. Selain itu dengan membacakan cerita-cerita pilihan bisa memberikan masukan nilai-nilai kehidupan pada anak dengan santai, tanpa terkesan menggurui. Beberapa kali saat bercerita seperti itu memancing Reza untuk juga menceritakan pengalamannya dengan teman, dan ini membuka peluang untuk saling sharing. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, kita mendongeng untuk buah hati kita <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4257&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/27/serunya-dongeng-sebelum-bobo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/dongeng1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Dongeng1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/dongeng3.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">Dongeng3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/dongeng2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Dongeng2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>All About Global Warming</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/11/all-about-global-warming/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/11/all-about-global-warming/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 02:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar bicara]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Debra Yatim]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Nasional Perubahan Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[FeMale Radio]]></category>
		<category><![CDATA[film Bumiku]]></category>
		<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[Paman Gery]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan global]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Reza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4241</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya mendengarkan talk show di FeMale radio yang menghadirkan Ibu Debra Yatim, seorang aktivis, pemerhati masalah perempuan dan sekarang ini anggota dari Dewan Nasional Perubahan Iklim, sebuah tim yang baru dibentuk Presiden untuk memantau akibat dari perubahan iklim. Tim ini sedang gencar menyebarkan informasi dan memberi pelatihan tentang perubahan iklim kepada anak-anak usia SD [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4241&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/111.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4243" title="11" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/111.jpg?w=300&#038;h=214" alt="" width="300" height="214" /></a></p>
<p>Kemarin saya mendengarkan talk show di FeMale radio yang menghadirkan Ibu Debra Yatim, seorang aktivis, pemerhati masalah perempuan dan sekarang ini anggota dari Dewan Nasional Perubahan Iklim, sebuah tim yang baru dibentuk Presiden untuk memantau akibat dari perubahan iklim. Tim ini sedang gencar menyebarkan informasi dan memberi pelatihan tentang perubahan iklim kepada anak-anak usia SD dan para guru se Indonesia. Untuk itu Dewan tersebut membuat film berdurasi 30 menit yang rencananya diputar disekolah-sekolah, selain itu juga mencetak buku yang sangat perlu dibaca oleh anak dan guru/orangtuanya.</p>
<p>Karena keseluruhan pembicaraan di radio itu sangat menarik, diakhir program saya kirim sms pada Paman Gery, menyampaikan apresiasi dan mengatakan Ibu Debra Yatim sangat inspiratif bagi saya. Tidak saya sangka, mendadak ponsel saya berdering, Paman Gery menelpon! Lalu setelah saling menyapa, Paman Gery bilang “Nih, ngomong langsung ya dengan Ibu Debra!” Waw, what a surprise! Beliau bukan hanya mau bicara, tapi juga mau mengundang saya dan Reza untuk menyaksikan premiere film “Bumiku” sebuah film yang berisikan informasi untuk anak-anak tentang perubahan iklim, produksi Dewan Nasional Perubahan Iklim. Rupanya Ibu Debra sudah mendengarkan rekaman percakapan Paman Gery dengan Reza, yang disiarkan FeMale radio tiga tahun yang lalu. Pada percakapan itu Reza yang masih duduk di kelas TK B bicara tentang global warming dan langkah-langkah sederhana yang bisa kita semua lakukan untuk mencegah lebih parahnya global warming.<span id="more-4241"></span></p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4245" title="1" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/1.jpg?w=150&#038;h=106" alt="" width="150" height="106" /></a></p>
<p>Kenapa Reza sampai tertarik dengan masalah global warming di usianya yang baru 6 tahun itu berawal dari percakapan sebelum tidur disuatu malam, suatu pembicaraan biasa karena Reza memang selalu ingin tahu segala hal yang terjadi disekelilingnya.</p>
<p><em>Percakapan seru ini bisa dibaca di blog Sekolah Tetum di </em><a href="http://tetum.wordpress.com/2008/01/25/reza-ingin-bicara-dengan-sby-jk-soal-pemanasan-global/"><em>http://tetum.wordpress.com/2008/01/25/reza-ingin-bicara-dengan-sby-jk-soal-pemanasan-global/</em></a><em></em></p>
<p>Sejak pembicaraan malam itu, Reza selalu jadi pemerhati global warming. Saat itu buku-buku tentang topik ini masih langka, belum sebanyak sekarang. Karena itu saya print dari internet materi dan gambar-gambar yang berbahasa Inggris, lalu mendiskusikannya dengan Reza. Saking kepinginnya Reza memperingatkan kepada semua orang tentang bahaya global warming akhirnya saya kirim permintaan ke Paman Gery di FeMale radio untuk bicara on air dengan Reza. Rekaman pembicaraan 3 tahun yang lalu ini masih disimpan oleh FeMale radio, dan kemarin diperdengarkan kepada Ibu Debra Yatim.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/4.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4244" title="4" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/4.jpg?w=150&#038;h=126" alt="" width="150" height="126" /></a></p>
<p>Singkat cerita, pergilah saya dan Reza ke acara premiere film “Bumiku” tersebut. Seperti biasanya kalau di acara seperti itu banyak wartawan dari berbagai media, lalu kami dihibur dengan berbagai pertunjukan menarik, kesenian kendang, lalu ada lagu lesung yang biasa dimainkan bila rakyat didesa memohon turunnya hujan. Suasana dibuat seperti di pedesaan, dengan dekor dan suguhan cemilan tradisional yang sangat mendukung. Disana kami bertemu langsung dengan Ibu Debra Yatim yang sangat ramah. Beliau malah meminta Reza duduk dideretan paling depan bersama Paman Gery, sementara beliau sendiri duduk disamping saya dideretan kedua. Saya senang juga, karena dapat kesempatan ngobrol sebentar dengan beliau.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/121.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4246" title="12" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/121.jpg?w=150&#038;h=124" alt="" width="150" height="124" /></a></p>
<p>Selesai acara formal pembukaan premiere itu, kami pun menonton film “Bumiku” yang berdurasi 30 menit. Singkat memang, namun sangat menarik dan padat informasi. Tidak membosankan, karena pemainnya berakting dengan sangat wajar, dan latar belakang kehidupan pedesaan itu sangat menarik. Selesai pemutaran film, kami kembali disuguhi makan malam sambil ngobrol kanan-kiri tentunya. Selagi makan, Ibu Debra menghampiri kami dan bilang “Nanti Reza ngomong ya didepan, kasih informasi tentang global warming dan kesan-kesan film tadi ya”. Reza langsung menyanggupi. Apalagi yang akan menanyai Paman Gery, wah makin semangat Reza.</p>
<p>Walau sudah lama tidak bicara didepan umum tentang global warming, Reza cukup bisa memberikan informasi dengan baik, dan ketika ditanya kesannya Reza bilang “Filmnya bagus!”. Selesai ngobrol di panggung, Ibu Debra mengajak Reza berpose untuk dibuat lukisan wajah dari bahan-bahan daur ulang. Menarik sekali! Ketika menunggu giliran, Reza melihat rupanya untuk melukis wajah itu berbayar. Reza lalu bicara begini dengan Ibu Debra: “Kan Tante Debra ya yang ngajakin Reza dilukis wajahnya, jadi….. ini for free ya?” hahaha geli banget dengernya, dan Ibu Debra juga ketawa dan langsung mengiyakan. Reza bertanya lagi, meyakinkan “Are you sure?” haduuuuh gaya amat sih kamu nak! Ibu Debra senyum mengiyakan lagi.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/20s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4247" title="20s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/20s.jpg?w=150&#038;h=84" alt="" width="150" height="84" /></a></p>
<p>Selesai Reza dilukis, kami dan Paman Gery mau berpamitan pulang dengan Ibu Debra tapi ketika masih ngobrol dengan beliau ada seorang wanita asing yang menghampiri. Rupanya wanita itu, Ms. Asha namanya, adalah kolumnis masalah parenting di koran Jakarta Post, dan sudah kenal dengan Paman Gery sebelumnya. Akhirnya kami  bicara sebentar, dan Reza dikenalkan oleh Ibu Debra kepada wanita itu dengan mengatakan “This boy is a genius; he knows everything about global warming”. Akhirnya Reza dan saya jadi ditanya-tanyai oleh Ms. Asha. Diakhir pembicaraan, ia meminta saya untuk mengirimkan tulisan karya Reza kepadanya, in English tentunya. Hahaha jadi pe-er deh untuk Mamanya. Hmmm mudah-mudahan bisa ya…</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/13.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4248" title="13" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/13.jpg?w=300&#038;h=185" alt="" width="300" height="185" /></a></p>
<p><em>Special Note: Terimakasih pada Paman Gery dan FeMale radio yang mengenalkan kami kepada Ibu Debra Yatim, acara kemarin itu sangat berkesan untuk Reza dan menambah semangatnya untuk terus aktif dalam menyampaikan informasi tentang global warming pada masyarakat dilingkungannya.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4241&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/11/all-about-global-warming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/111.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/4.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/121.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/20s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">20s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/13.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Idul Adha 1432 H</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/08/idul-adha-1432-h/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/08/idul-adha-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 16:49:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Autism]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar membeli]]></category>
		<category><![CDATA[hewan kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman]]></category>
		<category><![CDATA[Reza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4214</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang istimewa dari Idul Adha tahun ini untuk kami. Tahun-tahun yang lalu -bila rejeki mencukupi- kami punya kebiasaan untuk membeli hewan kurban dikampung halaman, menitipkan pada saudara yang pengurus mesjid disana. Jadi anak-anak biasanya tidak melihat dan mengalami proses berkurban, walau beberapa kali Reza meminta untuk berkurban disekolahnya saja. Alasan Reza “Supaya bisa main [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4214&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/382577_2579751174098_1263964708_3100428_2016061460_n1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4234" title="382577_2579751174098_1263964708_3100428_2016061460_n" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/382577_2579751174098_1263964708_3100428_2016061460_n1.jpg?w=174&#038;h=232" alt="" width="174" height="232" /></a></p>
<p>Ada yang istimewa dari Idul Adha tahun ini untuk kami. Tahun-tahun yang lalu -bila rejeki mencukupi- kami punya kebiasaan untuk membeli hewan kurban dikampung halaman, menitipkan pada saudara yang pengurus mesjid disana. Jadi anak-anak biasanya tidak melihat dan mengalami proses berkurban, walau beberapa kali Reza meminta untuk berkurban disekolahnya saja. Alasan Reza “Supaya bisa main dengan kambingnya dulu sebelum dipotong”.</p>
<p>Tahun ini kami belum punya rencana, namun sudah berasumsi akan sama dengan tahun-tahun yang lalu. Tapi ketika kami menerima sms dari Ibu Kepala Sekolahnya Lukman (baca posting: <strong><a href="http://mamanyajuga.wordpress.com/2011/11/08/kambing-untuk-lukman/">Kambing Untuk Lukman</a></strong>) saya berunding dengan Papanya, dan akhirnya kami memutuskan untuk menitipkan pembelian kurban disekolah Lukman. Begitu tahu rencana kami itu, Reza jadi gembira sekali, dan punya permintaan khusus: “Domba saja ya, Mama, jangan kambing”. Saya mengiyakan, dengan syarat memang ada dombanya. Tapi kalau stocknya hanya ada kambing, berarti tetap kambing yang dibeli. Lalu saya janjikan begitu sudah dibeli dombanya, Reza boleh menengok sepulang sekolah disore hari, yang membuat Reza loncat-loncat kegirangan.</p>
<p>Berbeda dengan sekolah lain pada umumnya, disekolah Lukman event Idul Adha inipun dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pembelajaran anak muridnya. Selain melakukan kegiatan dikelas menceritakan tentang Nabi Ibrahim AS,Nabi Ismail AS, tentang Shafa Marwah dll, sekolah juga memanfaatkan kegiatan diluar kelas agar murid lebih mengenal hewan kurban dan belajar transaksi jual beli. Untuk pembelian hewan kurban, kegiatan disekolah Lukman tidak hanya sepihak, dimana orangtua hanya menyerahkan hewan kurban, lalu sekolah yang akan mengurus proses dan pembagian dagingnya. Kegiatan berkurban disekolah Lukman sangat melibatkan anak muridnya. Mulai dari pemilihan hewannya, lalu bertransaksi tawar menawar harganya, kemudian membawa hewan tersebut kembali kesekolah, dan merawatnya sampai waktu akan diantarkan ke mesjid dekat sekolah.<span id="more-4214"></span></p>
<p>Dihari pembelian hewan kurban, saya sudah siap sedia mendokumentasikan kegiatan Lukman dan teman-temannya. Mereka berjalan dari sekolah menuju tempat transaksi sejauh 1 km, dan begitu sampai dilapangan tersebut, mereka langsung menyerbu kambing dan domba yang sudah menunggu, dan mengelus hewan-hewan itu. Muka mereka terlihat gembira, apalagi ketika dipersilahkan memilih hewan mana yang akan dibeli. Lukman tidak lama-lama berpikir, ia langsung menunjuk seekor domba yang memang kelihatan paling ganteng, dengan tanduk melingkarnya. Sesudah teman-teman yang lain memilih, mereka berdiri berbaris, berhadapan dengan pedagang kambingnya. Lucu sekali mendengar mereka tawar-menawar dan ketika sudah ‘deal’ mereka tepuk tangan gembira.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/11s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4227" title="11s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/11s1.jpg?w=160&#038;h=94" alt="" width="160" height="94" /></a><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/14s.jpg"> <img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4216" title="14s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/14s.jpg?w=153&#038;h=95" alt="" width="153" height="95" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/18s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4218" title="18s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/18s.jpg?w=158&#038;h=95" alt="" width="158" height="95" /></a></p>
<p>Saya lihat Lukman sudah cukup terlibat disitu, memperhatikan hewannya, ikut mendengarkan teman-temannya menawar, dan juga ikut membayar (dibagikan uang oleh gurunya yang sudah mempersiapkan dari sekolah). Wah serasa betul-betul bertransaksi sendiri anak-anak itu.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/21s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4220" title="21s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/21s.jpg?w=150&#038;h=105" alt="" width="150" height="105" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/30s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4221" title="30s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/30s.jpg?w=186&#038;h=104" alt="" width="186" height="104" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/40s.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4223" title="40s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/40s.jpg?w=184&#038;h=103" alt="" width="184" height="103" /></a></p>
<p>Yang paling heboh adalah ketika kembali kesekolah bersama hewan-hewan itu. Ada kambing yang menurut saja diajak berjalan, ada lagi yang punya kemauan sendiri sehingga anak-anak yang memegangnya berteriak-teriak menarik kambing agar jalan menuju sekolah, dan ada juga yang sempat terlepas dari pegangan. Seru sekali perjalanan pulang itu.</p>
<p>Sesampainya disekolah, walau sudah cukup lelah berjalan, anak-anak tetap mau menemani para kambing, memberi daun-daunan untuk makanan kambing dan domba itu. Setelah beberapa kali dipanggil guru kelasnya, barulah mereka masuk kedalam kelas.</p>
<p>Sore harinya, saya sengaja menjemput Reza agar bisa cepat sampai dirumah dan segera menengok sang domba. Lukman dengan senangnya memperlihatkan domba itu pada Reza, dan mereka berdua cukup lama memperhatikan sang domba. Selain itu Reza juga berkeliling disekolahnya Lukman, melihat sawah mini, ayam yang bertelur, dan juga sobat lamanya: si Kuri, kura-kura yang pernah menggigit jempol Reza <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Ketika akan pulang, Reza minta pada saya untuk diperbolehkan melihat pemotongan kurban. Setelah diskusi dengan Papanya, Reza akhirnya diperbolehkan, dengan syarat kalau takut ya langsung pulang saja.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/15s2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4224" title="15s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/15s2.jpg?w=150&#038;h=104" alt="" width="150" height="104" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/16s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4225" title="16s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/16s1.jpg?w=168&#038;h=104" alt="" width="168" height="104" /></a></p>
<p>Keesokan harinya, Lukman dan teman-temannya menyerahkan hewan kurban ke mesjid At Taubah, dekat Sekolah Tetum Bunaya. Dimesjid ini anak-anak biasa shalat dzuhur, sehingga tidak asing lagi untuk mereka. Beberapa anak mewakili penyerahan kurban kepada panitia pengurus hewan kurban. Sebelumnya dipagi hari Lukman sempat mengatakan akan membawa dombanya pulang kerumah! Tapi untunglah bisa diajak  bicara dan tetap pada rencana semula: diserahkan ke mesjid.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/11s2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4228" title="11s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/11s2.jpg?w=150&#038;h=102" alt="" width="150" height="102" /></a> <a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/14s1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-4229" title="14s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/14s1.jpg?w=150&#038;h=101" alt="" width="150" height="101" /></a></p>
<p>Dihari Idul Adha, seperti biasa kami shalat dimushalla sebelah rumah, dan sesudahnya Papanya dan Reza langsung menuju mesjid At Taubah, untuk menyaksikan pemotongan hewan kurban dari sekolah Tetum Bunaya. Saya sendiri tidak ikut, menemani Lukman dirumah yang sengaja tidak kami ajak melihat pemotongan.  Rupanya Reza sama sekali tidak takut, malahan ia sengaja dekat-dekat pemotongan, lalu mengambil foto-foto. Sepulangnya saat saya lihat foto-foto itu, saya tanya “Reza nggak takut lihatnya?” Ia menjawab “Nggak kok, malah pingin tahu”. Lalu saya bilang “Kalo nggak takut lihat kurban disembelih, berarti nanti kalau disunat berani dong?” hahaha memang sudah lamaaa sekali saya minta Reza mau disunat, karena umurnya sudah cukup. Selama ini Reza masih takut dan tidak mau, namun kemarin saat saya goda seperti itu, Reza sudah mantap menjawab “Iya dong”. Semoga nanti Reza betul berani, dan menjalani dengan lancar….</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/13s.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4235" title="13s" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/13s.jpg?w=155&#038;h=252" alt="" width="155" height="252" /></a></p>
<p>Untuk Lukman, kami senang sekali karena ia sudah lebih mau terlibat, memahami apa itu berkurban, dan menikmati kegiatan bersama teman-temannya. Sehari sebelum pergi membeli, Lukman sudah sebut-sebut &#8220;Kambingku&#8221; dan mencari guru yang akan mengurusi transaksi pembelian kurban. Dihari pembelian, Lukman mengatakan pada semua guru &#8220;Ayo beli kambing, kami mohon&#8230;&#8221; dengan jari tangan digenggam didepan dadanya. Hahaha&#8230; Dibandingkan tahun lalu, dimana ketika menjalani proses yang sama Lukman hanya diam saja, menggandeng tangan gurunya ketika membeli kambing, maka kegembiraan dan keterlibatan Lukman tahun ini menunjukkan selangkah lebih maju lagi perkembangannya. Kami sangat bersukur, sekolahnya selalu melibatkan murid-muridnya dalam event apapun. Dengan demikian banyak hal lagi yang dapat dipelajari murid-muridnya, bukan hanya sekadar belajar dikelas saja <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4214&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/08/idul-adha-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/382577_2579751174098_1263964708_3100428_2016061460_n1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">382577_2579751174098_1263964708_3100428_2016061460_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/11s1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">11s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/14s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">14s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/18s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">18s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/21s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">21s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/30s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">30s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/40s.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">40s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/15s2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">15s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/16s1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">16s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/11s2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">11s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/14s1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">14s</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/13s.jpg?w=184" medium="image">
			<media:title type="html">13s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kok Tega Sih&#8230;</title>
		<link>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/06/kok-tega-sih-2/</link>
		<comments>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/06/kok-tega-sih-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 23:48:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Autism]]></category>
		<category><![CDATA[knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[autism awareness]]></category>
		<category><![CDATA[buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman]]></category>
		<category><![CDATA[peduli autisma]]></category>
		<category><![CDATA[Reza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanya.wordpress.com/?p=4201</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Reza pulang sekolah cerita ke saya ada temannya yang bilang “Kok tega banget sih ibu kamu kasih tahu kalo adekmu autis? Kok tega dibilang-bilangin ke orang-orang”. Reza bilang “Ya ibuku kan ngasih tahu, kalo nggak tahu ya ndeso! (pakai gaya Tukul Arwana)”. Saya jadi senyum-senyum mendengarnya. Lalu saya tanya “Ada lagi nggak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4201&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini Reza pulang sekolah cerita ke saya ada temannya yang bilang “Kok tega banget sih ibu kamu kasih tahu kalo adekmu autis? Kok tega dibilang-bilangin ke orang-orang”. Reza bilang “Ya ibuku kan ngasih tahu, kalo nggak tahu ya ndeso! (<em>pakai gaya Tukul Arwana</em>)”. Saya jadi senyum-senyum mendengarnya. Lalu saya tanya “Ada lagi nggak yang komentar lain lagi tentang tulisan Mama itu?” Reza bilang ada yang mentertawakan, bilang “Autis hahaha…. Autis hahaha…”. Terus Reza gimana jawabnya? Dengan polos dia bilang “Reza jewer aja kupingnya, terus berhenti deh ketawanya temen yang itu”. <em>Gubraak…</em></p>
<p>Saya lalu jelaskan sama Reza, agar lain kali jika ada yang bicara seperti itu jawab saja “Punya anak autis itu bukan hal yang memalukan kok untuk PapaMama Reza. Bukan juga sesuatu yang harus ditutup-tutupi. Jika ada yang merasa harus merahasiakan, berarti dia beranggapan bahwa autis itu adalah suatu kekurangan. Papa dan Mama mencintai Reza dan Lukman apa adanya, dengan segala keunikan masing-masing. Autisnya Lukman itu membuat dia berbeda, tapi bukan berarti dia lebih jelek lebih bodo dari anak lain”. Lalu saya sebutkan contoh kelebihan-kelebihan Lukman yang disetujui Reza sambil angguk-anggukan kepalanya.</p>
<p><a href="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/62714_1412531350184_1139521625_30937035_8024144_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-4206 alignnone" title="62714_1412531350184_1139521625_30937035_8024144_n" src="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/62714_1412531350184_1139521625_30937035_8024144_n.jpg?w=237&#038;h=300" alt="" width="237" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-4201"></span></p>
<p>Menarik sekali mendengar reaksi teman2 Reza atas tulisan “<a href="http://mamanya.wordpress.com/2011/08/08/adikku-autis-dan-aku-sayang-dia/">Adikku Autis Dan Aku Sayang Dia</a>”. Tulisan itu saya buat karena diminta oleh kepala sekolahnya Reza setelah beliau mendengarkan rekaman wawancara Reza dengan Paman Gery, penyiar di FeMale Radio. Beliau ingin mengangkat topik ini untuk buletin yang akan dibagikan kepada para murid.</p>
<p>Sebelum membuat tulisan itupun saya diskusi dengan Reza, menanyakan pendapatnya apakah dia nyaman kalau saya menulis tentang kondisi autisnya Lukman. Selama ini mungkin tidak banyak teman-teman Reza yang tahu tentang Lukman, karena bersekolah ditempat yang berbeda dan wilayah yang berbeda pula. Lukman pun jarang datang kesekolah Reza, dan lebih sering Reza yang datang bermain disekolah Lukman. Ketika saya tanya Reza &#8220;Boleh nggak Mama bikin tulisan tentang autisnya adek Lukman, dan nanti ini dibaca semua murid disekolah Reza lho?&#8221; Reza dengan santai jawab &#8220;Nggak apa-apa&#8221; dan tetap menjawab &#8220;Nggak apa-apa&#8221; walaupun saya ungkapkan kemungkinan-kemungkinan tanggapan yang akan diterimanya sesudah tulisan itu keluar.</p>
<p>Saya senang Reza mendapat pengalaman seperti ini, karena akan seumur hidupnya Reza menghadapi masyarakat yang tidak semuanya aware tentang masalah autisme. Sebuah pembelajaran yang bagus, baik untuk Reza maupun untuk PapaMamanya…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanya.wordpress.com/4201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanya.wordpress.com/4201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanya.wordpress.com/4201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanya.wordpress.com/4201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanya.wordpress.com/4201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanya.wordpress.com/4201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanya.wordpress.com/4201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanya.wordpress.com/4201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanya.wordpress.com/4201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanya.wordpress.com/4201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanya.wordpress.com/4201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanya.wordpress.com/4201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanya.wordpress.com/4201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanya.wordpress.com/4201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanya.wordpress.com&amp;blog=4814757&amp;post=4201&amp;subd=mamanya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanya.wordpress.com/2011/11/06/kok-tega-sih-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/167b05cda350e4b933377a853c5f38f1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Mamanya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mamanya.files.wordpress.com/2011/11/62714_1412531350184_1139521625_30937035_8024144_n.jpg?w=237" medium="image">
			<media:title type="html">62714_1412531350184_1139521625_30937035_8024144_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
