Ke Rumah Tanah Baru

Sudah lama saya ingin berkunjung ke Rumah Tanah Baru (RTB), karena saya pengagum keramik-keramik karya F. Widayanto, pemilik RTB tersebut. Awal liburan saya melihat tayangan TVRI tentang RTB, mengingatkan kembali pada niat untuk berkunjung kesana. Kebetulan dihari terakhir liburan Lukman kemarin kami tidak ada acara lain, jadilah kami pergi kesana.

Reza senang sekali mendengar akan pergi ke’rumah keramik’ karena dia memang paling suka bermain dengan clay. Beberapa kali Reza sudah praktek membuat karya keramik, seperti ketika berkunjung ke museum layang-layang di Pondok Labu, dan hasilnya cukup lucu (dia bikin bentuk triceratops). Juga beberapa outing yang diikutinya juga ada acara membuat keramik walaupun bukan finishing yg dibakar.

Yang paling saya suka ke RTB adalah lokasinya yang dekat dengan rumah. Tidak sampai 15 menit kami sudah tiba digerbangnya dengan kodok keramik raksasa yang menyambut didepannya. Begitu masuk, terlihat air mancur dengan kura-kura sebagai pancurannya, Lukman si pencinta hewan langsung mendekati pancuran kecil itu. Setelah membayar tiket masuk, kami langsung masuk, berkeliling sendiri. Bersama kami ketika itu ada rombongan turis asing, dan yang saya ketahui memang lokasi RTB sering dikunjungi turis mancanegara.

Melihat area RTB yang sekitar 1,3 hektar luasnya membuat kami sangat betah, karena begitu banyak pohon, rumah kayu dan pernak-pernik hiasannya seperti batu-pijakan dengan berbagai motif binatang membuat segar mata memandang kesegala penjuru. Lebih baik saya perlihatkan foto-fotonya saja disini ya supaya pembaca bisa lihat sendiri keindahan RTB.

Sebentar setelah berkeliling, Reza sudah nggak sabar minta kami cari bengkel keramiknya. Ketika sampai dibengkel yang cukup luas, kami bisa lihat macam-macam cetakan yang disediakan disana. Langsung deh, Reza dan uda Ivan ambil posisi untuk membuat keramik. Ada beberapa instruktur yang sudah standby disana, jadi anak-anak bisa diberi tahu tehnik-tehnik pembuatan keramik dg ciri khas Widayanto tsb.

Sementara anak-anak asik membuat keramik, saya berkeliling sendiri, memotret semua yang menarik yang ada dilokasi RTB. Ada beberapa rumah yang dapat disewa untuk menginap, bahkan ada sebuah kamar yang rate-nya Rp 1 juta semalam, waw istimewa sekali.

Anak-anak asik sekali membuat keramik, baru berhenti ketika clay untuk bahannya sudah habis. Keramik yang mereka bikin ini akan selesai dalam waktu 3 minggu, setelah diwarnai dan dibakar oleh karyawab RTB. Kamipun singgah direstorannya yang juga sangat menarik, dan minum lemon tea yang segar disitu. Lalu – tentu saja – kami mampir ditoko souvenirnya yang menjual berbagai bentuk keramik indah dan lucu. Harganya bervariasi, dari yang puluhan ribu sampai jutaan rupiah.

Kami pulang dengan perasaan puas sudah melihat lokasi yang indah, anak-anak puas karena sudah membuat keramik, dan mereka mengingatkan saya untuk kesana lagi 3 minggu yad untuk mengambil hasilnya. Kalau minjem istilahnya Lukman, kunjungan ke Rumah Tanah Baru itu: “Ini sangat menyenangkan, Mama!” hihihi….

Update: ini dia hasil keramik yang dibuat anak-anak setelah dibakar dan diwarnai, cantik kan?

4 thoughts on “Ke Rumah Tanah Baru

    • Nggak bagus, Mirul, tapi….. bagus buangeeettt…. hehehe :lol:
      Kalau sudah sampai disana betah banget deh, pingin berlama-lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s