Archive for March, 2009
Hilang!
Waktu Sekolah Tetum (sekolahnya Lukman) akan memasang spanduk didepan rumah, anak-anak pada menunggui dan ikut excited dengan kegiatan itu. Dengan adanya spanduk itu, Lukman jadi punya kebiasaan baru, melihat spanduk itu saat kita mau masuk kerumah. Jadi waktu menunggu pintu gerbang dibuka, Lukman pasti tunjuk spanduk itu dan bilang “Tetum…” dengan suara lembutnya.
Begitu juga kalau memandang keluar jendela kamar, Lukman pasti juga menyebut “Tetum” saat melihat bagian belakang spanduk itu dari kejauhan.
Ketika waktu pemasangan spanduk sudah habis, dan spanduknya diambil (entah siapa pelakunya) Lukman jadi kehilangan. Mamanya tadinya nggak ngeh kalau spanduk itu sudah nggak ada, dan baru sadar waktu Lukman colek2 tangan Mamanya sambil bilang “Tetum?” waktu habis dijemput dari sekolah. Mamanya seneng juga ya Lukman perhatikan ada perubahan dilingkungannya. Mamanya cerita hal ini sama Bu Endah, kepseknya Lukman.
Tanggapannya Bu Endah begini:
Saya menanyakan soal Lukman ngeh tentang spanduk karena ada yang penting. Kalau Lukman ngeh bahwa spanduk itu nggak ada, berarti dia sudah mengalami tahap perkembangan simbolisasi yang baik. Dia bisa membayangkan benda yang tidak ada menjadi ada. Ini berhubungan dengan permainan peekaboo dan petak umpet itu. Bedanya kalau petak umpet itu kan ‘exercise’, sementara dalam soal spanduk, Lukman sudah menerapkan object permanence dalam kehidupan nyata. Alhamdulillah ya Lukman mempunyai kognisi yang baik.
Ternyata ya, masalah ngeh dan nggak ngeh kalau ada barang yang hilang tuh penting ya dalam perkembangan anak.
Keesokan harinya, sesudah Lukman ngeh spanduk itu tidak terpasang lagi, Lukman yang baru selesai makan seperti biasa lagi memandangi halaman dari jendela kamar. Mamanya lagi asik fesbuk-an karena baru sempat buka siang itu tanpa gangguan tangan-tangan kecil
.
Mendadak Lukman bilang “Ya ampun, Tetum hilang!!“
Hahahaha Mamanya jadi langsung berhenti fesbuk-an nya karena geli denger Lukman ngomong begitu.
Oh iya, masalah konsep ‘hilang’ memang sedang diajarkan kepada Lukman. Bu Yanti, terapis wicaranya Lukman beberapa kesempatan belakangan ini sedang bermain “apa yang hilang?” dengan Lukman.
Cara mainnya: boneka-boneka binatangnya Lukman disebar diatas meja, kemudian Bu Yanti ambil satu boneka dan bilang “Apa yang hilang, Lukman?”. Lukman senang sekali diajarkan permainan itu dan minggu berikutnya dia berinisiatif untuk memainkan peran yang bertanya. Begitu disebarkan boneka-bonekanya, Lukman mengambil satu, dia kempit di pahanya dibawah meja, dan dia tanya sama Bu Yanti “Apa yang hilang, bu Yanti?”. Waktu Bu Yanti menjawab, Lukman ngintip dulu kebawah meja untuk cek betul atau tidaknya jawaban yang diberikan!
Hahaha lucu banget, Lukman…..

Add comment March 29, 2009
Lukman Belanja
Hari ini setelah terapi di Kancil, Mamanya dan Lukman mampir ke Hero untuk beli sedikit barang.
Ini kedua kalinya Mamanya berdua aja dg Lukman mampir kesana.
Biasanya Mamanya jarang bawa Lukman belanja, pertama krn repot kalau belanjanya banyak, kedua males narok Lukman ditrolley yg menurut survey adalah biang kuman penyakit itu…
Waktu pertama kali ke Hero, Lukman nempel terus dg Mamanya, dan saat mau pulang baru lihat ada pojok penjualan cd & vcd. Waktu itu Lukman (tentunya!) lihat satu vcd binatang yg salahsatunya ada gajah, sampai tidak mau naik mobil minta dibelikan dulu vcd gajah itu. Terpaksa deh Mamanya balik lagi untuk beli vcd itu.
Karena barang belanjaan yg lain sudah dibayar, kita tinggal bayar vcd itu saja. Mamanya tunjukkan Lukman untuk pergi ke kasir, dan bayar sendiri duitnya sama mas kasir. Syukur saat itu mas kasirnya juga ramah sama anak kecil. Dia tanya mau beli apa? Lukman unjukin (tapi masih dipegang) vcd nya. Waktu mas itu ngulurin tangan utk minta vcdnya, Lukman malah salamin tangan mas kasir itu. Masnya jadi ketawa… tapi merespon salamin Lukman. Mamanya kasih tahu Lukman utk kasihkan vcdnya, dan juga uangnya. Lukman bilang “Ini…. ini….” sambil ulurkan duitnya, lucu banget!
Habis bayar, Lukman seneng banget dapat vcdnya didalam kantung plastik, dan dipegang terus sampai pulang dirumah.
Sampai rumah langsung dipasang, dan memang vcdnya bagus, jadi Lukman seneng sekali, pokoknya jadi pengalaman menyenangkan buatnya.
Hari ini, begitu masuk Hero, Lukman langsung pergi ke pojok penjualan cd & vcd itu. Mamanya diem aja, nungguin sampai Lukmannya ngeh Mamanya nggak ikutan ke pojok itu. Waktu Lukmannya balik lagi, Mamanya bilang “Belanja dulu yuk sebentar”. Lukman ikut naik trolleynya. Saat mau bayar, Lukman minta turun, dan lagi2 pergi ke pojokan itu.
Lukman kembali dg membawa vcd yg sama, binatang yg ada gajahnya. Mamanya bilang “Ini Lukman sudah punya dirumah, ambil yang lain saja”.
Akhirnya Lukman ambil vcd tentang singa gurun. Dia berikan sendiri ke mas kasir (beda orangnya sama yg pertama, tapi sama ramahnya). Sama mas ini begitu sudah di input harganya vcd itu langsung dikantongin dan dikasihkan langsung ke Lukman. Dikasih spt itu Lukman bilang “ikasih ya…” dan masnya jawab “sama2…”
Lagi2 Lukman dapat pengalaman menyenangkan berbelanja di Hero…
Hihihi…..!
Add comment March 25, 2009
Kids’ Talk
Di hari ultahnya, Lukman justru kasih hadiah buat Mamanya.
Waktu kita mau pergi, selagi Mamanya masih dandan dikamar, Lukman asik pindah2 channel tv, nyari yang dia suka. Karena nggak ada yang bagus, Lukman ambil cd untuk dia tonton, pilih sendiri. Kemudian Lukman masuk kamar, dan bilang sama Mamanya: “Mama tolong pasang Tupi ya Ping-ping”. Waw, satu kalimat penuh, tanpa di prompt pula! Senengnya…..
Kalau untuk kakak Reza, Mamanya selalu dapat kejutan-kejutan baru dari cara bicaranya. Dulu Mamanya pikir kalau sudah lebih besar, sudah sekolah SD, tentunya surprise dari omongan Reza bakalan nggak banyak lagi. Ternyata Mamanya salah, Reza teteeeuuup bikin sensasi, kalau dikumpulin wah menarik kali ya untuk dibuatkan record sendiri.
Contohnya seperti yang sudah di post di “Cerita Reza”. Nah kalau hari ini, yang dicatat Mamanya adalah istilah: uji coba. Waktu nonton tivi tadi pagi, Mamanya lihat kok ada laba-laba dan ada orang yang kesakitan karena digigit laba-laba tapi dibiarkan aja, enggak ada yang tolong. Mamanya tanya Reza itu orang kenapa. Reza jawab “Dia lagi uji coba gimana rasanya digigit laba-laba black widow”. Kok bisa ya Reza pakai istilah yg memang tepat itu. Bukannya ngomong “Dia lagi nyoba gimana rasanya… dst”.
Reza memang cepat sekali menyerap istilah baru dan bisa merecall memorinya dengan cepat, memakai istilah yang tepat.
Seperti istilah yoga. Saat di perjalanan tadi, kita ngobrolin tentang politik (Reza simpati ke 5 partai: Demokrat, PDIP, PDP, Gerindra, dan PKS), tentang boikot McD dan KFC di Malaysia, juga tentang yoga yang diharamkan di Malaysia. Reza bilang “Yoga itu kan penyatuan dengan alam”. Wah Mamanya aja enggak tau, bener deh. Papanya yang jawab, dan bilang Reza betul.
Tidak hanya berita atau tayangan televisi. Untuk kejadian sehari-haripun Reza suka bikin orang tercengang. Suatu hari Reza ikut Mamanya ke salon. Interior salonnya memang nyeni, ada permainan naik-turun tingginya lantai sehingga tidak membosankan dan sekaligus berfungsi menyembunyikan ducting/saluran AC. Saat berada didepan salah satu outlet AC, Reza langsung teriak “Wah dibawah sini ada sirkulasi udaranya, Mama!”. Coba, kalau anak lain mungkin cuma bilang “Ada anginnya disini!” tapi enggak, Reza pakai istilah yang lebih canggih dan tepat pemakaiannya!
Hihihi……..

Add comment March 15, 2009
Lukman’s Fourth Birthday

Dihari yang istimewa ini kita nggak adakan apa-apa dirumah karena beberapa alasan. Kebetulan juga teman-teman sekolah Lukman mau datang kerumah hari Senin besok, bukan karena Lukman ultah, tapi sebagai program “Kunjungan ke Rumah Teman” dari Sekolah Tetum untuk memperkenalkan tata krama dan tradisi bertamu. Jadi acara tiup lilinnya sekalian saja kita adakan di hari Senin besok.
Hari ini kita pergi memesan kue taart ultah Lukman. Kita bawakan contoh gambar gajah untuk ditiru, dan ditinggal ditoko kue itu. Lukman nangis, gambar gajahnya nggak boleh ditinggal, rupanya. Habis itu kita makan siang dan pergi kerumah Momma.
Dari sana Reza minta kita mampir ke toko mainan, karena mau belikan kado untuk adeknya pake duit tabungannya sendiri. Waaah so sweet…. ya udah, kita mampir ke Pejaten Village, baru pertama kalinya masuk ke mall baru itu. Sampai disana seperti biasa Lukman tertarik sama mainan yang ada GAJAHnya lagi… Karena menurut Reza mainan itu oke ya sudah, Papanya bayar sambil gangguin Reza, nanti mau diperhitungkan dirumah. Reza juga beli kartu ucapan ulang tahun, yang ditulis isinya dimobil, saat dia duduk disebelah adeknya! Hahaha….

Sampai kembali kerumah, Reza maunya mainan itu dibungkus kado dulu. Tapi mana mungkin, adeknya sudah merengek-rengek minta dibuka? Akhirnya Reza bukakan mainan itu, dan merakit rel mobilnya. Pinter sekali, dia selesaikan sendiri tanpa tanya-tanya gimana cara. Sesudah selesai, mereka berdua main sampai malam, lewat dari jam bobo rutin. Walaupun begitu, waktu disuruh bobo Lukman nangis bombay masih pingin main sama GAJAH.

Oh iya, saat Reza lagi merakit mainan, Papanya datang, bawa-bawa kalkulator, pura-pura pencet-pencet sambil lirik-lirik Reza. Merasa dilihatin, Reza baru ngeh, Papanya lagi hitung-hitungan duit untuk bayar mainan. Mamanya udah cekikikan aja. Reza bilang duitnya ada di bank, musti diambil dulu. Sampai beberapa menit Papanya gangguin terus, sampai akhirnya Papanya bilang “Ya udah, kali ini Papanya yang bayarin deh….”
Wakakakakak…………..
Add comment March 15, 2009

