Awalnya waktu kita sekeluarga lagi makan siang bersama (sebuah kesempatan langka!
) dan MakTuan tanya apakah Mamanya nonton KickAndy show tentang anak autis Jumat kemarin. Kebetulan Mamanya tidak nonton, tapi Papanya nonton dan kasih tahu kalau hari Minggu ada siaran ulangnya sekitar jam 14.00. Jadi sesudah makan kita langsung pulang kerumah dan Mamanya bisa nonton interview dengan 4 anak/remaja berkebutuhan khusus tersebut (1 orang dengan motoric neuron, 1orang dengan cerebral palsy, 1 orang dengan autis dan 1 orang lagi dengan down syndrome). Show ini judulnya Kasih Tiada Bertepi dan bisa dilihat cerita lengkapnya di Kick Andy’s website.
Reza ikut nonton berdua Mamanya sementara adek Lukman asik main computer sama Papanya.

Seperti biasanya kalau Reza belum tahu suatu topik, Reza akan perhatikan acaranya dengan serius, dan banyak tanya sampai keingintahuannya terpuaskan. Sebelum inipun Reza pernah bertanya tentang autisme karena melihat banyak buku-buku yang dibaca Mamanya dengan judul seperti itu. Tapi Mamanya belum bisa menjelaskan dengan baik, karena masih sepotong-sepotong membahasnya, tanpa ada contoh yang bisa dikemukakan. Kali ini, dengan ada tokoh-tokoh yang diinterview KickAndy lengkap dengan liputan keseharian mereka jadi lebih mudah menjelaskannya kepada Reza. Dibawah ini sebagian obrolannya….
R: Autis itu apa sih, Mama?
M: Itu suatu kondisi dimana anak tersebut seperti asik didunianya sendiri, untuk yang berat/parah sampai tidak bisa bicara, tidak bisa komunikasi, sehingga mereka seperti tidak butuh oranglain. Akibatnya mereka tidak bisa belajar seperti anak-anak lain. Autis itu bermacam-macam, ada yang berat, ada yang ringan. Umumnya banyak anak autis yang hiperaktif sehingga mereka terus menerus bergerak, tidak ada capenya bahkan tidur cuma satu atau dua jam cukup untuk mereka. Ada juga yang bergerak seperti burung terbang (flapping) terus-menerus, ada yang senangnya main dengan roda mobil2an, diputer2 terus tanpa memperhatikan sekelilingnya, dan macam-macam lagi yang terlihat berbeda dari anak yang ‘normal’.
Tahun lalu adek Lukman didiagnosa autis ringan, karena saat itu adek belum lancar bicara, dan saat diperiksa sepertinya adek asyik dengan permainannya sendiri saja walaupun digodain. Syukurnya Lukman punya banyak kelebihan dan tidak seperti anak autis lainnya Lukman tidak hiperaktif, bisa memperlihatkan emosi, bisa kasih lihat rasa sayangnya kepada kita, bahkan suka bercanda. Apalagi dengan mengikuti terapi-terapi adek sudah membaik perhatian dan komunikasinya, sudah bisa bilang apa maunya, sudah bisa kasih komentar, walaupun masih terbatas kemampuannya kalau tanya jawab.
R: Jadi nanti adek bisa sembuh sendiri?
M: Nggak bisa sembuh sendiri, harus ada usaha yang adek dan kita lakukan terus-menerus. Belajar bermain bersama disekolah, ikut terapi-terapi, juga dirumah adek harus sering diajak bicara, diajak main dan juga dipaksa untuk keluarkan omongan, nggak cuma nunjuk barang atau narik tangan kita untuk minta sesuatu. Reza ingat kan, Mama sering banget minta Reza bicara dengan benar sama adek, jangan ikut2an cara bicaranya adek walaupun lucu kedengarannya.
R: He-eh, tapi Mama kan kadang-kadang juga suka niru omongan adek
M: Hihihi, iya sih, habis ngomongnya adek memang lucu ya?
R: Lucu banget!
Thanks to Kick Andy show, Mamanya jadi bisa lebih menjelaskan kondisi adek Lukman kepada Reza, dan memperlihatkan kepadanya bahwa walaupun adek punya kekurangan dalam berkomunikasi, masih banyak hal lain yang membanggakan yang bisa dilakukan adek seperti yang sudah dicontohkan anak-anak pada show tersebut, asalkan kita terus mendidiknya dengan penuh cinta.
Foto Reza dan Mamanya yang lagi nonton tivi berdua dibawah ini adalah hasil jepretan Lukman! Setelah bosan main computer dia mainkan camera. Bagus kan?

Baca juga posting: ADIKKU AUTIS DAN AKU SAYANG DIA!

What a precious moment!
Untuk anak dengan kebutuhan khusus, “obat” yang paling mujarab selain berdoa kepada Yang Maha Kuasa adalah : kasih sayang tak terbatas dan jangan pernah menyerah.
salam kenal… tetap semangat ya Ma… pengalaman kita ada samanya…
salam kenal juga mama ray, senang bisa saling sharing pengalaman yang sama…. saya tunggu ceritanya ya
Salam kenal saya Ibunya Habibie.
Sebagai seorang Ibu kita hrs tlaten mengurus anak-2 apalagi kalo anak kita ada kelainan. Kasih sayang, perhatian dan mendidik dg benar akan menjadi jalan meraih sukses buat anak-2 dan orang tua.
Karena ibu adalah guru sejati buat anak-2nya dan Ibu adalah pendidik generasi penerus keluarga.
Salam bahagia.
Salam kenal juga bu Endang, trima kasih sudah berkunjung kemari…
salam kenal,saya mamanya aliyyah,
saya juga memiliki anak autis ringan yang kasusnya sama dengan dengan lukman sekarang usianya baru 3 tahun dan sudah ikut terapi sejak usia 2 tahun sampai sekarang,alhamdulillah sudah ada perubahan walaupun sedikit,tapi sudah bisa diatur,terus semangat ya mama lukman..perjuaangan kita masih panjang,jangan menyerah,yakin anak2 kita nantinya pasti mampu berdiri sendiri,jangan lelah berdoa,berusaha….SEMANGAT!!!!!!!!
Salam kenal juga, mba Dian… senang bisa berkenalan dg sesama ortu anak autis. Ayo terus berjuang, memang itu yang saya cari dari sesama ortu: seperti vitamin yang mujarab, bikin kita tambah semangat
Salam kenal, Mba..
Senang sekali bisa nemu blog nya Mba.
Anakku Alif (20bulan) didiagnosa PDD NOS saat usianya 16bulan.
Membaca cerita nya Mba, serasa jd optimis ngadepin keadaan Alif.
Saat ini Alif mjalani terapi SI…dan mulai mengalami kemajuan, walaupun belum bisa berbicara.
Saya ingin banyak bertanya pd Mba, bisakah kita berteman di fb?
Salam kenal juga mbak Tri…
Senang sekali bisa berbagi, semoga mbak bisa terus optimis, karena penting sekali bersikap optimis dalam menangani kekhususan anak2 kita… Ayo, klik saja box facebook dibagian kolom sebelah kiri halaman ini, nanti mbak terhubung langsung dengan facebooknya saya