Archive for January, 2009

Another Lukman’s Milestone

Sore ini Mamanya seneeeng banget, Lukman sudah bisa minta.

Selama ini Lukman masih suka membeo dan kalau minta apa2 masih dengan nunjuk2 atau narik tangan Mamanya, kecuali kalau di prompt sebelumnya untuk ngomong.

Mulai minggu yll Lukman sudah mau ngomong untuk minta walaupun singkat2. Misalnya kalau minta dipasangin CD binatang kesukaannya Lukman nunjuk CD player sambil bilang : “Mau jerapah”. Biasanya Mamanya nggak langsung pasangin, tapi Lukman disuruh menirukan dulu kalimat yang lengkap “Lukman bilang: Mama, Lukman mau pasang CD jerapah” dan biasanya Lukman mau menirukan.

Kadang Lukman juga kesal/marah kalau minta sesuatu dan kita suruh ngomong dulu. Tapi kita sih cuek saja, biar aja dia kesal/marah, karena biasanya Lukman mengalah dan mau menirukan dulu omongan tersebut.

Sore ini juga begitu.

Lukman lagi duduk dikursi makannya (yg pakai ikat pinggang biar nggak lari2 :-) ). Terus Lukman kepingin baca buku. Karena nggak bisa ngambil sendiri Lukman bunyi : “uh… uh…” sambil nunjuk dan mencondongkan badannya ke buku itu. Mamanya ngomong : “Lukman bilang” dan berhenti disitu supaya Lukman teruskan sendiri. Tapi Lukman cuma menatap muka Mamanya saja, belum menirukan. Mamanya pancing lagi : “Lukman bilang: Mama” stop lagi.

Rupanya Lukman sudah paham, dia ngomong : “Mama, Lukman mau buku”. Horeeeee Mamanya seneng banget, akhirnya Lukman bisa omongin permintaan tanpa dicontohkan sebelumnya!

Udah gitu, saat Mamanya lagi nulis post ini Lukman mendadak muncul dibelakang Mamanya sambil nyanyi “Kring kring kring ada spedah, spedahku roda tiga….” dengan nada dan ketukan irama yang pas banget! Duh pinter banget nih cayangnya PapaMamaKakak!

Note: buat yang bingung kok Mamanya seneng banget Lukman bisa minta, FYI Lukman baru bisa bilang “Mama” diumur 2 tahun 3 bulan (tanggal 20 Juli 2007) itupun setelah sebelumnya di terapi wicara selama 2 bulan. Sampai saat ini Lukman masih di terapi wicara, ditambah terapi SI dan masuk playgroup tahun kemarin.

2 comments January 30, 2009

Nilai Rapor Reza

scan0007ss

Sebelum hari terima rapor bulan Desember yll, Mamanya punya ekspektasi yang lumayan tinggi untuk rapor Reza. Maklum lah, sepanjang semester ini nilai2 ulangan Reza cukup baik, bahkan ada beberapa angka 10. Kalaupun ada ulangan yang tidak dibawa pulang, rasanya kemungkinan Reza akan mendapat nilai baik karena selama latihan dirumah Reza selalu bisa menjawab soal-soal yang diberikan Mamanya tanpa kesulitan.

Saat rapor diberikan, Mamanya lumayan kaget. Angka-angkanya sih lumayan, berkisar dari 7,82 sampai 9,23. Tapi nilai yang baik ini ternyata lebih banyak yang dibawah rata-rata kelas kecuali untuk Matematika, IPS dan Bahasa Daerah. Hal ini langsung kita tanyakan kepada ibu guru. Beliau katakan nilai rapor tidak hanya diambil dari nilai ulang akhir semester (UAS) dan ulangan harian, tapi ada juga nilai pengamatan dengan bobot sbb: UAS 30% sedangkan ulangan harian + pengamatan 70%. Pengamatan itu adalah nilai worksheet harian yang ditentukan oleh ibu guru (tidak semua worksheet nilainya dimasukkan kedalam nilai rapor).

Saat ditanya mengenai bagaimana performance Reza dikelas, bu guru bilang Reza adalah anak yang cerdas dan mudah menerima pelajaran. Kalaupun ada kesulitan, itu disebabkan karena Reza menulisnya masih lambat. Soal masalah tulis menulis Mamanya sampaikan bahwa kami dirumah sudah memantau adanya masalah. Karena itu pada liburan sebelum hari pengambilan rapor itupun kami sudah bawa Reza ke klinik tumbuh kembang untuk konsultasikan kesulitannya tersebut. Sejauh pengamatan terapis disana masalah lambatnya Reza menulis hanya karena kurang flexiblenya pergelangan tangan Reza, dan hanya perlu latihan saja.

Selain dari masalah tulis menulisnya itu keluhan bu guru adalah kebiasaan Reza untuk ‘nyelak’ kalau bu guru sedang menerangkan. Hmmmm kebayang deh sama Mamanya, wong dirumah aja kalau sudah ada yang dipikirin Reza langsung bicara, walaupun sudah diajarkan sopan santun berbicara :-)

Sampai dirumah kepikiran terus ya kok nilainya Reza bisa dibawah rata-rata kelas, walaupun sedikit bedanya. Apakah begitu ketatnya persaingan dikelas itu? Tapi keyakinan Mamanya bahwa Reza seharusnya mampu untuk bisa diatas rata-rata kelas terus mengusik, sampai akhirnya Mamanya telepon bu guru dan minta ketemu untuk dapat penjelasan apasih masalahnya untuk dapat kita perbaiki di semester selanjutnya.

Singkatnya kami bertemu kedua bu guru kelas Reza hari Sabtu kemarin. Kami diperlihatkan detail nilai-nilai yang menjadi komponen dari nilai rapor final. Jadi seperti yang dikatakan bu guru sebelumnya selain nilai UAS dan ulangan harian ada banyak nilai worksheetyang menjadi komponen dari nilai rapor final. Saat melihat nilai worksheet, kembali kami terkejut karena nilai worksheetnya Reza sangat bervariasi, dari nilai 10 sampai nilai 2 yg terrendah. Kami lalu tanyakan penyebab Reza bisa dapat nilai serendah itu. Rupanya menurut bu guru pada saat itu Reza tidak menyelesaikan worksheetnya, dan sering kali dia lambat mengerjakannya padahal sebetulnya dia bisa menjawab soal-soal yg diberikan. Saat kami tanya lagi apa penyebab lambatnya Reza menyelesaikan worksheet, menurut bu guru sebenarnya tidak ada hal yang menjadi masalah. Seringkali ditengah mengerjakan soal Reza malah asik memperhatikan bolpoin barunya, atau mencoret-coret di buku/mejanya sehingga walaupun sudah diingatkan Reza terlihat tidak serius menyelesaikan worksheetnya.

Karena seringnya Reza mengerjakan worksheet sampai lewat dari batas waktu yang ditentukan, bu guru kemudian mengurangi nilainya, supaya adil karena teman2nya yang lain berusaha untuk mengerjakan sebelum batas waktu. Sayangnya bu guru tidak memperlihatkan pengurangan nilai tersebut pada kertas worksheet yang kemudian dibawa pulang. Sehingga baik Reza maupun Mamanya tidak mengetahui adanya pengurangan nilai dan menganggap semua berjalan baik tanpa ada masalah.

Seandainya bu guru memperingatkan kami sebelum terima rapor, tentunya kami sudah bisa bicara kepada Reza agar lebih serius saat mengerjakan worksheet. Kami sendiri juga sebelumnya menganggap worksheet adalah bagian dari proses belajar, dimana murid masih diberi kesempatan untuk membuat salah, sehingga bu guru tahu kalau muridnya ini masih belum mengerti sehingga masih membuat kesalahan. Seandainya diberitahu dari awal bahwa nilai worksheet dimasukkan sebagai komponen dari nilai rapor final tentunya kami juga lebih memperhatikan lagi dari yang sudah terjadi.

Akhirnya kami minta kepada bu guru jika ada pengurangan nilai agar dituliskan pada worksheet tersebut. Dengan demikian Reza tahu konsekwensinya jika ia berlambat-lambat mengerjakan worksheet dan kami dirumahpun tidak salah prediksi, menganggap disekolah tidak ada masalah karena nilai worksheet yang dibawa pulang bagus semua.

Keesokan harinya Mamanya bicara serius dengan Reza, menjelaskan arti nilai rapornya, arti nilai rata-rata kelas, kemudian apa yang harus Reza perbaiki untuk mendapat nilai lebih baik lagi. Reza juga terlihat terkejut saat diberitahu adanya pengurangan nilai, tapi saat Mamanya bicara dia diam dan serius mendengarkan. Waktu Mamanya tanya apakah Reza paham yang dibicarakan, Reza mengiyakan. Dan waktu ditanya apa kesulitannya, kenapa Reza sering lambat mengerjakan worksheet Reza kelihatan mencari-cari alasan, dan jawabannya “Karena Reza suka ngobrol”. Setelah itu Mamanya tanya apa ada kesulitan lain yang Reza mau bicarakan? Reza jawab tidak ada. Mamanya kemudian mengakhiri pembicaraan karena sudah waktu makan siang.

Saat makan siang itu kami sengaka tidak membicarakan nilai rapor, malahan kami bicara tentang FaceBook, yang jadi hobbynya Reza sekarang. Saat Reza diberitahu ada yang membuat group sekolahnya di FaceBook, Reza spontan bilang “Mau ikutan ah! Nanti Reza mau tulis disitu: Teganya, teganya, teganya……” sambil dilagukan spt lagu dangdut. Mamanya tanya : “Tega apanya, Reza?”. Reza bilang “Karena yang tadi itu, Mama, masak cuma terlambat selesaikan worksheet aja dikurangi nilainya?”. Mamanya jadi ngeh Reza baru ber-reaksi nih dari apa yang kita bicarakan tadi. Terus Mamanya bilang “Ya sekarang adil nggak buat teman2 yg lain, mereka sudah berusaha kerjakan sesuai dg waktu yg diberikan, mungkin ada salah atau ada kurangnya mengingat waktunya nggak cukup tapi dikumpulkan karena sudah waktunya. Sedangkan Reza kumpulin worksheet lewat dari batas waktu, bener semua karena lebih banyak waktunya. Kira2 adil nggak kalalu begitu?”. Reza bilang “Nggg… mestinya sama aja dong Mama” rupanya dia masih penasaran kenapa kok nilainya harus dikurangi. Terus Mamanya bilang lagi “Kalau bu guru kasih batasan waktu, itu juga biar kelihatan muridnya bisa nggak, mengerti nggak bahan yang diuji itu. Jadi kalau Reza memang bisa jawah, musti dibuktikan, kasih lihat Reza mampu jawah semua dalam batas waktu yang dikasih bu guru”. Akhirnya Reza manggut-manggut, kelihatannya lebih paham.
Mudah-mudahan :-)

Ternyata nggak mudah ya jadi orangtua murid kelas 1 SD! Hehehe…..

Add comment January 26, 2009

Cerita Bicaranya Lukman

ummaannn

Terapi Lukman di klinik saat ini ditekankan kepada kemampuan komunikasi dua arah karena walaupun modalnya sudah cukup banyak, kosakata yang bisa diucapkan sudah banyak, untuk sementara ini Lukman lebih banyak echolalia/membeo bicaranya.

Melihat Lukman sukaaa banget dengan binatang, salah satu permainan yg dilakukan terapisnya pakai miniatur binatang-binatang untuk alat bermain, dlengkapi dg alas plastik bergambar gunung, sungai, jembatan, dll. Di pertemuan2 yll biasanya terapisnya bicara, bercerita dan Lukman melakukan instruksi sesuai perannya. Misalnya “Kuda mau pergi kesungai” nah Lukman menggerakkan kudanya ke gambar sungai itu. Tapi kemarin Lukman yg sudah cukup paham dengan permainan tersebut punya imajinasi sendiri. Awalnya semua binatang diatur Lukman ke posisi tidur, kemudian dia ambil ayam jago dan bunyikan “Kukuruyuuuuk” setelah itu Lukman bangunkan semua binatang ke posisi berdiri!

Selain itu Lukman juga sudah bisa menjawab ketika terapisnya pegang kambing Lukman pegang badak dan si kambing tanya sama badak “Siapa namamua?” Lukman jawab “Aku badak”. Duh senangnya Lukman sudah mulai bisa menjawab, bukan hanya membeo.

Sepulang dari klinik, kita lewati Cilandak Mall. Beberapa kali sebelumnya kita suka mampir di Mall ini setelah terapi karena ada keperluan. Kemarin karena nggak ada keperluan ya kita lewati saja mall itu. Ehhhh Lukmannya mendadak ngomong “Mau kesini… mau kesini…” sambil nunjuk mall itu dan senyum yang lebaaaar…. hahaha Mamanya dan Reza jadi ketawa dan bujukin “Besok-besok ya, sekarang kita langsung pulang”. Syukur Lukmannya nggak kekeuh, dan ketawa2 karena ditiru omongannya itu sama Reza.

Sampai rumah Lukman sudah lapar, dan membuka sendiri lemari tempat kudapannya. Dia ambil sebungkus Oreo, dan rupanya Lukman ingat banget iklan Oreo sampai2 waktu kemarin itu langsung bilang “Utar, jiat, clupin, mwah-mwah” sambil gaya seperti cium kanan kiri sebelum memakan biskuit itu. Mamanya bingung juga, kok pake mwah-mwah begitu. Kalau dputar, dijilat, dicelupin kan memang begitu iklannya. Akhirnya Mamanya mantengin tivi, nunggu iklan Oreo itu. Rupanya Lukman niru banget iklannya. Diiklan itu ada seorang bapak yang memberikan Oreo kepada kedua anaknya. Setelah kasih Oreo dan mencicipinya kedua anaknya itu dicium, kanan-kiri. Makanya Lukman nirukan persis pake mwah-mwah begitu hehehehe….

Saat waktunya makan sore, Lukman didudukkan dikursi, dan seperti biasa harus nonton tivi supaya betah duduk sampai habis makannya dan enggak lari2. Ada kejutan lagi, Lukman bilang “Mau jerapah” sambil menunjuk vcd player. Rupanya dia mau nonton vcd jerapah yang baru dibeli kemarin. Wahhh satu kemajuan lagi nih, sudah bisa bilang apa yang dia maui.

Selain Oreo, ada lagi satu iklan yang bisa Lukman tirukan. Tadi saat kita dimobil mau pergi kerumah kakak Papanya Lukman bermain dengan sweater Mamanya. Dia pakai sweater itu dikepalanya, sehingga kelihatan seperti pakai kerudung.

Lalu Lukman bilang “Papa sakit” terus dia buka kerudungnya itu sambil bilang “Huaaaaa”. Tadinya Mamanya nggak engeh, tapi Reza bilang “Tuh adek ikut2an iklan obat flu”. Baru deh Mamanya ngerti Lukman lagi tiru iklan, dimana bintangnya beracting sebahai suami yang sudah sembuh flunya belagak masih sakit, dan mengejutkan istrinya dengan tiba2 membuka handuk yang menutupi kepalanya :lol:

Wahhh Lukman paling bisa ya tiru meniru!

1 comment January 25, 2009

Reza Sakit

rezamobil Muka sendu yg lagi sakit…

Minggu ini kondisi anak-anak mulai terpengaruh cuaca yang tidak bersahabat. Lukman sejak minggu yll sempat anget-adem on-off. Biasanya itu tanda badannya lagi melawan kuman penyakit. Repotnya kalau lagi seperti itu Lukman malas makan, agak2 rewel, tapi enaknya dia jadi mau bobo siang, kejadian yg sangat langka buatnya hehehe…

Saat kita masih mewaspadai kondisi Lukman, hari Minggu malam yll malah Reza yang mendadak panas tengah malam sampai 38 C. Senin paginya Reza bangun pagi seperti biasa, tapi kemudian merasa mual walaupun nggak bisa muntah. Mukanya pucaaat sekali, sampai2 telapak tangan dan kakinya putih warnanya. Kaget juga dengan kondisinya yang mendadak seperti itu, karena sebelumnya Reza tidak ada batuk pilek, dan weekend itu ceria seperti biasa.

Siangnya Reza dibawa kedokter, dan ternyata memang tenggorokannya meradang jadi dokter bilang enggak perlu Reza diperiksa darahnya. Hanya ada pesan, kalau sampai hari Rabu Reza tidak berkurang panasnya harus diperiksa darahnya. Ternyata memang sampai hari Rabu panasnya Reza tetap tinggi, walaupun sudah makan obat penurun panas begitu hilang pengaruh obatnya sekitar 6-8 jam kemudian Reza panas lagi sampai sekitar 38,5 C. Jadi hari Rabu kemarin Reza akhirnya periksa darah. Syukurnya hasil pemeriksaan darah tersebut tidak menunjukkan hal-hal lain yg perlu dikuatirkan, jadi memang hanya radang tenggorokan yang bikin Reza panas tinggi. Akhirnya obatnya ditambah antibiotik :-( yang baunya hueeekkk gak enak banget. Reza enggak ngeluh dan dengan rajin minum obat itu 4x sehari. Dengan obat itu sekarang kondisinya sudah membaik dan Reza tidak demam lagi.

Hari Kamis yll bu gurunya Reza sms, nanyakan Reza sakit apa. Bu guru tulis begini “Reza sayang sakit apa? Cepat sembuh ya…. Ibu tunggu cerianya Reza dikelas kembali”. Waktu Mamanya telepon ke sekolah, bu guru bilang “Kelas jadi sepi nih nggak ada Reza…” Hahaha :lol:

Add comment January 24, 2009

Kambing di Sekolah

Tadi siang Reza pulang sekolah seperti biasanya ceria dan ‘gosong’. Maklum, sudah beberapa hari ini Jakarta hujan melulu, jadi Mamanya nggak heran begitu ada kesempatan saat cuaca bagus seperti siang tadi Reza pasti bermain dihalaman sekolah, kena panas matahari, dan gosong deh.

Cuma ada yang mengganggu kuping Mamanya, Reza beberapa kali mendengus-dengus, tanda dihidungnya ada pilek. Lho tadi pagi kan enggak begitu? Sambil bantu Reza mandi Mamanya ajak ngobrol Reza tadi ngapain aja disekolah. Dengan gembira Reza cerita belajar musik, belajar sambil bermain seperti kuis dikelas “Reza menang, Mama! Kelompok Boys bisa jawab pertanyaan paling terakhir, dan itu Reza yang kasih jawabannya!”. So far gak ada masalah. Nah Mamanya terus tanya tadi Reza main apa disekolah. Jawabannya gini “Reza tadi lihat kambing, ada dilapangan belakang sekolah, katanya mau dipelihara untuk jadi kurban”. Nah ini dia, Mamanya terus tanya “Sekitar tempat kambingnya bersih nggak? Ada debu nggak disitu?” Reza bilang “Itu dilapangan, Mama, dekat tempat SMA yang lagi dibangun”… Wah udah deh, Mamanya jadi ceramah deh.

M: “Mamanya tahu, Reza suka banget sama binatang, dan pingin lihat kalau ada binatang, tapi harus ingat jaga badan ya”

R: “Kenapa memangnya, Mama?”

M: “Lah itu, Reza sudah mulai bunyi2in hidungnya, pasti ada pileknya kan?”

R: “Iya, Mama”

M: “Mungkin karena dekat tempat kambingnya banyak debu, sedangkan Reza kan alergi sama debu, jadi begitu deh, keluar pileknya”

R: “Nggggg…. iya sih….”

M: “Boleh kok mau lihat, tapi kalau lihat kondisinya banyak debu yang jangan lama-lama disitu”

R: “Ya Mama”

Dasar anak-anak ya, walaupun sudah seriiiing sekali untuk diajarkan bahwa Reza itu punya asma (walaupun ringan) dan bisa kambuh kalau kena debu, kalau kena gerimis, atau makan eskrim & coklat, tapi ya gitu deh lebih sering lupanya.

Ini kali kedua Reza punya masalah sepulang sekolah karena binatang. Yang pertama waktu kecemplung di empang gara-gara mau nangkap kodok. Dan yang kedua gara-gara lihat kambing jadi pilek deh….

dscn0897cr
Ini bukan foto kambing yang disekolah, tapi kambing waktu Idul Adha kemarin :-D

Add comment January 15, 2009

Back To School

Liburan kali ini Mamanya kurang kreatif, kegiatan bersama anak-anak nggak jauh dari mall-ke-mall :-) Hal ini karena kita lebih konsentrasi untuk mengisi liburan Reza dan Lukman dengan kegiatan yang mendukung perkembangan mereka.

Selama liburan Lukman masih terus rutin dengan terapi wicara dan terapi SI-nya sehingga nggak terasa liburannya yang kurang 2 minggu berlalu begitu cepat.

Kalau Reza justru baru mulai liburan kemarin diterapi untuk handwritingnya. Hal ini dirasa perlu karena Mamanya sudah melihat dari awal Reza masuk SD masih belum lancar menulisnya. Awalnya sih membacanya juga masih belum lancar, tapi karena Reza cinta buku banget hal itu sudah dapat teratasi, dan sudah lebih lancar sekarang tanpa harus dibantu. Tetapi untuk menulis, sampai akhir semester kemarin Mamanya lihat kegiatan menulis itu masih jadi beban untuk Reza. Setelah ulangan umum semester kemarin selesai Mamanya sudah ajak Reza ke klinik Kancil, untuk diobservasi apa sih yang menyulitkan buat Reza menulis. Syukur alhamdulillah kesulitannya enggak parah banget, rupanya Reza kurang flexible di pergelangan tangannya, sehingga dia mengkompensasikannya dengan cara menulis dengan tekanan yang berlebihan. Akibatnya tulisan Reza jadi tebal dan dia kurang luwes membentuk lengkungan-lengkungan besar. Selama liburan Reza diterapi di Kancil agar pergelangannya bisa lebih flexible, dilakukan dengan bermain, dengan cara yang menarik untuk Reza sehingga dia nggak bete dan nggak mikir ‘lagi liburan kok malah di les in’.

Setelah kurang lebih sebulan libur, besok Reza sudah mulai sekolah lagi. Tas sekolah yang selama ini menganggur, tadi sore sudah dibersihkan dan mulai diisi.

Dibantu Mamanya, Reza mengumpulkan buku dan alat tulis yang diperlukan disekolah. Yang bikin Mamanya senang, Reza lakukan itu tanpa disuruh lho. Beberapa hari yang lalu Reza sudah mengisi kotak pensil yang akan dibawanya kesekolah. Dia mau pakai kotak pensil baru yang ada gambar kucingnya, bintang favorit Reza. Dia masukkan pensil barunya (jenis khusus yang dibeli diGramedia: bentuknya segitiga dengan diameter yang lebih besar dari pinsil biasa untuk memudahkan Reza menulis). Kemudian Reza tambahkan penghapus, penggaris dan bolpoin yang dia peroleh dari TimeZone, setelah menang main game disana. Lalu dia minta tolong Mamanya tempelkan nama dikotak pensil barunya itu. Reza juga ingatkan Mamanya untuk menandatangani bagian depan buku penghubung baru untuk semester ini, demikian juga Papanya.

Wah anak Mama sudah semakin dewasa,  sudah mulai lebih bertanggung jawab dengan barang-barang sekolahnya :-D

Dibawah ini foto-foto waktu liburan, yang dari mall ke mall itu hehehe…..

dscn1091s1 dscn1081s

15 19

Add comment January 11, 2009

Tentang Koes Plus

Tadi siang Reza berlatih memperbaiki tulisan tangannya diklinik Kancil. Pergi kesana diantar Mamanya, Lukman dan Ivan. Dimobil mereka heboh saja bercanda. Saat perginya Lukman minta duduk dibelakang juga sama kakak-kakaknya. Tapi ternyata akibatnya Reza dan Lukman berantem terus, karena Reza senang godain adiknya sedangkan Lukmannya galak banget, enggak bisa digodain. Akhirnya pulang dari Kancil Lukman duduk didepan pake boosterseat, Reza dan Ivan duduk dibelakang. Baru deh agak mendingan, Reza dan Ivan bisa ngobrol aja sedangkan Lukman mendengarkan lagu.

Entah kenapa Reza tanya Mamanya: apa tuh nama band yang pernah ditangkap dijaman Presiden Soekarno? Mamanya jawab Koes Plus, sambil terheran-heran, kok Reza tahu ya. Terus Reza dan Ivan jadi membahas sebabnya Koes Plus dipenjara. Mamanya ceritakan setahu Mamanya zaman Orde Lama itu pemerintahannya tidak menyukai kesenian yang berbau barat, sehingga Koes Plus yang musiknya disebut musik ‘ngak-ngek-ngok’ sempat dipenjarakan karena suka membawakan musiknya group Beatles.

Kebetulan dimobil ada CD “Salute to Koes Plus/Bersaudara’ karya Erwin Gutawa kesukaan Mamanya. Dipasanglah CD itu, supaya Ivan, Reza dan Lukman tahu musiknya Koes Plus. Waktu mendengar lagu Why Do You Love Me yang dinyanyikan oleh Rio Febrian Ivan heran, katanya “Kok suaranya seperti masih muda?”. Mamanya kasih tahu ini CD lagu-lagu Koes yang diaransir ulang dan dinyanyikan penyanyi-penyanyi ’sekarang’ yang masih muda. Reza jadi nanya “Diaransir ulang itu diapain?”. Mamanya bilang “Lagu-lagunya sih tetap yang lama, tapi musiknya diganti, dibikin lebih enak didengarkan generasi muda sekarang, contohnya ini nih lagu yang judulnya Dunia dinyanyikan Glenn Fredly” kata Mamanya sambil memindahkan kelagu yang dimaksud. Saat lagu itu terdengar, Lukman langsung goyang-goyang kepalanya, memang aransemennya membuat lagu ini jadi catchy. Lucu banget, Lukman bisa appreciate lagu lama ini.

Apa komentar Reza lagi? “Oooooo jadi aransemen ulang itu seperti DAUR ULANG ya….” Huahahaha..! Mamanya nggak komentar lagi deh :-)

dscn1118s

Add comment January 7, 2009

Autis Itu Apa Sih, Mama?

Awalnya waktu kita sekeluarga lagi makan siang bersama (sebuah kesempatan langka! :-) ) dan MakTuan tanya apakah Mamanya nonton KickAndy show tentang anak autis Jumat kemarin. Kebetulan Mamanya tidak nonton, tapi Papanya nonton dan kasih tahu kalau hari Minggu ada siaran ulangnya sekitar jam 14.00. Jadi sesudah makan kita langsung pulang kerumah dan Mamanya bisa nonton interview dengan 4 anak/remaja berkebutuhan khusus tersebut (2 orang dengan brain damage, 1 orang dengan autis dan 1 orang lagi dengan down syndrome). Show ini judulnya Kasih Tiada Bertepi dan bisa dilihat cerita lengkapnya di www.kickandy.com.

Reza ikut nonton berdua Mamanya sementara adek Lukman asik main computer sama Papanya.

dscn1045s

Seperti biasanya kalau Reza belum tahu suatu topik, Reza akan perhatikan acaranya dengan serius, dan banyak tanya sampai keingintahuannya terpuaskan. Sebelum inipun Reza pernah bertanya tentang autisme karena melihat banyak buku-buku yang dibaca Mamanya dengan judul seperti itu. Tapi Mamanya belum bisa menjelaskan dengan baik, karena masih sepotong-sepotong membahasnya, tanpa ada contoh yang bisa dikemukakan. Kali ini, dengan ada tokoh-tokoh yang diinterview KickAndy lengkap dengan liputan keseharian mereka jadi lebih mudah menjelaskannya kepada Reza. Dibawah ini sebagian obrolannya….

R: Autis itu apa sih, Mama?

M: Itu suatu kondisi dimana anak tersebut seperti asik didunianya sendiri, untuk yang berat/parah sampai tidak bisa bicara, tidak bisa komunikasi, sehingga mereka seperti tidak butuh oranglain. Akibatnya mereka tidak bisa belajar seperti anak-anak lain. Autis itu bermacam-macam, ada yang berat, ada yang ringan. Umumnya banyak anak autis yang hiperaktif sehingga mereka terus menerus bergerak, tidak ada capenya bahkan tidur cuma satu atau dua jam cukup untuk mereka. Ada juga yang bergerak seperti burung terbang (flapping) terus-menerus, ada yang senangnya main dengan roda mobil2an, diputer2 terus tanpa memperhatikan sekelilingnya, dan macam-macam lagi yang terlihat berbeda dari anak yang ‘normal’.

Tahun lalu adek Lukman didiagnosa autis ringan, karena saat itu adek belum lancar bicara, dan saat diperiksa sepertinya adek asyik dengan permainannya sendiri saja walaupun digodain. Syukurnya Lukman punya banyak kelebihan dan tidak seperti anak autis Lukman tidak hiperaktif, bisa memperlihatkan emosi, bisa kasih lihat rasa sayangnya kepada kita, bahkan suka bercanda. Apalagi dengan mengikuti terapi-terapi adek sudah membaik perhatian dan komunikasinya, sudah bisa bilang apa maunya, sudah bisa kasih komentar, walaupun masih terbatas kalau tanya jawab.

R: Jadi nanti adek bisa sembuh sendiri?

M: Nggak bisa sembuh sendiri, harus ada usaha yang adek dan kita lakukan terus-menerus. Belajar bermain bersama disekolah, ikut terapi-terapi, juga dirumah adek harus sering diajak bicara, diajak main dan juga dipaksa untuk keluarkan omongan, nggak cuma nunjuk barang atau narik tangan kita untuk minta sesuatu. Reza ingat kan, Mama sering banget minta Reza bicara dengan benar sama adek, jangan ikut2an cara bicaranya adek walaupun lucu kedengarannya.

R: He-eh, tapi Mama kan kadang-kadang juga suka niru omongan adek

M: Hihihi, iya sih, habis ngomongnya adek memang lucu ya?

R: Lucu banget!

Thanks to Kick Andy show, Mamanya jadi bisa lebih menjelaskan kondisi adek Lukman kepada Reza, dan memperlihatkan kepadanya bahwa walaupun adek punya kekurangan dalam berkomunikasi, masih banyak hal lain yang membanggakan yang bisa dilakukan adek seperti yang sudah dicontohkan anak-anak pada show tersebut, asalkan kita terus mendidiknya dengan penuh cinta.

Foto Reza dan Mamanya yang lagi nonton tivi berdua dibawah ini adalah hasil jepretan Lukman! Setelah bosan main computer dia mainkan camera. Bagus kan?

dscn1071s

6 comments January 4, 2009


Recent Posts

Archives

Top Posts

Blogroll