Archive for December, 2008
Main Boneka
Di hari terakhir sekolah sebelum libur, bu Endah kepseknya Lukman membuat pertunjukan puppet dikelasnya. Ceritanya singkat, bu Endah menceritakan si monyet yang berjalan melompat-lompat dihutan (pat-pat-pat) kemudian turun hujan sehingga monyet terpaksa berteduh dibawah pohon. Tapi ternyata pohonnya berduri, sehingga monyet tertusuk dan berteriak kesakitan! Setelah itu Lukman dan teman-temannya diberi kesempatan memainkan puppet pilihannya. Menurut bu guru, Lukman betul-betul menirukan dan mempertunjukkan cerita dari awal sampai akhir, dia ikuti gayanya monyet melompat, pat-pat-pat, juga saat berteriak tertusuk duri. Padahal saat pertunjukkan bu Endah itu Lukman seperti tidak memperhatikan
Ini komentarnya bu Endah di FaceBook-nya Sekolah Tetum:
Saya kirim foto Lukman waktu jadi puppeteer di kelas.Waktu cerita dipentaskan, dia sibuk memindahkan air dengan pipet. Eh ternyata dia bisa meniru persiisss, termasuk waktu monyet tertusuk duri.

Terinspirasi dari cerita itu, keesokan harinya Papanya ajak Lukman main dinosaurus kesukaannya: T-rex dan triceratops. Papanya bilang “ayo T-rex, kita main tak umpet yuk!” dan triceratops yang dipegang Papanya digerakkan seolah-olah lagi ‘jaga’ dan ngitung satu… dua… tiga… sampai sepuluh. Lukman langsung paham lho, dan langsung T-rexnya dibuat pura-pura ngumpet dibawah handuk. Lukman dan Papanya teriak waktu triceratop bisa temukan T-rex dibawah handuk! Gantian deh, T-rex yang jaga dan Lukman yang ngitung satu… dua… tiga… sampai sepuluh. Selesai menghitung T-rexnya cari-cari triceratop dan Lukman juga Papanya teriak waktu T-rex bisa temukan triceratop dibawah handuk! Mamanya yang cuma nonton juga ikutan ketawa lihat serunya mereka berdua main

Add comment December 26, 2008
Lukman Terima Rapor

Banyak sekali cerita yang di-share kak Ria dan kak Aas, guru-gurunya Lukman, saat kita ambil rapornya Lukman tgl 24 yll. Kita sengaja datang paling pagi supaya Papanya bisa ikut ketemu bu guru dan mendengar perkembangan Lukman sebelum pergi kekantor. Dibawah ini adalah kutipan dari laporan perkembangannya Lukman ditambahi komentar Mamanya.
Cukup banyak kemajuan Lukman semester ini. Lukman sudah mau ikutan main bersama, bahkan pada minggu terakhir sekolah sudah bisa menyebutkan nama teman sekelasnya (yang tiga orang itu
). Lukman spontan memberikan komentar ketika melihat benda-benda yang disenangi. Begitu pula jika keinginannya tidak terpenuhi, ia menangis dan spontan menggigit gurunya (ouch! untuuung guru-gurunya Lukman super sabar ya hihihi). Lukman belum dapat menjawab pertanyaan yang langsung ditujukan kepadanya namun dapat menjawab melalui media gambar. Kalau menurut Mamanya, Lukman dapat menjawab pertanyaan kalau pertanyaannya konkrit, ada bendanya didepan Lukman. Seandainya Lukman ditanya “Ini gambar apa?” Lukman pasti bisa menjawab karena bendanya ada didepannya. Tapi kalau ditanya “Lukman sudah makan?” pasti Lukman belum bisa menjawabnya, karena itu pertanyaan yang abstrak.
Lukman sudah dapat bernyanyi, menyebutkan warna-warna dengan baik, mengecap rasa manis, membilang 1-10 berurutan (note: bahkan dirumah Lukman sudah bisa membilang sampai 20 lho) menunjuk dan menyebutkan bentuk lingkaran, segitiga, segi empat. Lukman dapat menyebutkan posisi diatas, dibawah, mau mengikuti kegiatan berjalan diatas titian dan menirukan gaya hewan (termasuk dinosaurus, tentunya hihihi).
Demikian laporan bu gurunya Lukman. Ada catatan khusus bahwa Lukman banyak mengalami kemajuan dalam area sosial, kognitif dan motorik halus. Emosinya masih dalam proses berkembang, kemampuan motorik kasarnya baik walaupun Lukman belum berpartisipasi penuh. Membaca laporan ini kami cukup bangga, sudah banyak kemajuan Lukman berkat bimbingan guru-guru dan didukung oleh atmosfer sekolah yang sangat perhatian kepada muridnya dan yang terpenting: Lukman bahagia bersekolah disini
Add comment December 26, 2008
Happy Mother’s Day
Meskipun enggak terlalu menghiraukan perayaan-perayaan Hari Ibu yad, saat Reza spontan menulis kalimat dibawah ini di selembar kertas Mamanya tetap seneeeng banget.

Reza memang spontan menulis itu saat melihat iklan acara TV khusus yang akan ditayangkan untuk menyambut Hari Ibu. Rezanya enggak sadar kalau Hari Ibu itu masih beberapa hari lagi.
Dari kecil Reza memang ekspresif sekali menggambarkan rasa sayangnya. Contohnya gambar dibawah ini yang dibuatnya tahun lalu, bikin hati Mamanya berbunga-bunga…. hihihi

Add comment December 20, 2008
Tak Umpet
Walaupun seringkali Lukman kelihatan cuek, ternyata Lukman itu pinter sekali menirukan apa yang terjadi disekelilingnya. Contohnya seperti berikut ini. Suatu malam saat Lukman mau tidur, Lukman mendadak menempelkan mukanya ke dinding, kemudian menghitung satu sampai sepuluh. Papa-Mamanya bingung, kok Lukman bisa ya pura-pura main Tak Umpet? Padahal dirumah kakak-kakaknya bisa dibilang tidak pernah main seperti itu. Kesimpulan, wah pernah main nih disekolah. Waktu ditanyakan ke bu guru, kata bu gurunya waktu diajarkan main Tak Umpet disekolah, Lukmannya cuek-cuek aja, malah jalan-jalan jadi bu guru juga nggak sangka kalau Lukman ternyata menyerap juga dan bisa menirukan sendiri dirumah! Yang lucunya lagi, sehabis menghitung satu sampai sepuluh, saat mencari-cari ‘korban’nya, Lukman melakukan itu sambil bersenandung “Tedeng…. tedeng…. tedeng…. tedeng….” dengan nada musik tegang (seperti OST film Psycho gitu loh). Hahaha…. Lukman…. Lukman… ![]()

1 comment December 18, 2008
Soal Matematika
Reza baru saja selesai ulangan umumnya yang pertama
Rezanya lega, Mamanya juga lega karena seminggu ini ikutan belajar sama Reza.
Sebetulnya sih karena Reza baru selesai ulangan harian minggu sebelumnya, enggak banyak yang perlu dipelajari lagi. Apalagi hasil ulangan sebelumnya itu juga lumayan bagus. Jadi biar Reza enggak bosen belajar dari soal-soal yang dibikin Mamanya sendiri, Mamanya beli buku untuk latihan di toko buku Gramedia. Disana dapat buku latihan soal yang isinya cukup bagus karena sesuai banget dengan yang Reza pelajari. Bentuk soalnya juga bervariasi, ada mengisi, ada multiple choice, ada juga pemecahan masalah – berbentuk seperti cerita.
Salah satu topik Matematika-nya adalah satuan ukur tidak baku seperti jengkal, depa, langkah. Nah soalnya seperti dibawah ini.
Didi dan kawannya mau mengukur panjang halaman sekolah, tetapi tidak punya meteran. Bagaimana caranya?
Jawaban Reza bikin Mamanya ketawa cekikikan.
Reza tulis jawabannya “Membeli meteran”

Add comment December 14, 2008
Sarung Ke Sekolah
Tadi Lukman ke sekolah bawa sarung.
Iya, sarung buat sholat dibawa-bawa sama Lukman, karena dia lagi seneng banget main pake sarung itu.
Waktu libur Idul Adha kemarin Lukman sama Papanya main banteng-bantengan, Lukman jadi bantengnya, Papanya jadi matador, mengibas-ngibaskan sarung didepan Lukman. Terus Lukmannya merangkak, pura-pura jadi banteng ngamuk. Nggak cuma Lukman, Reza walaupun lagi belajar untuk ulangan umum juga sempat ikutan main jadi banteng juga. Sampai tadi pagi, Mamanya masih diminta Lukman untuk main banteng-bantengan Selesai mandi, saat siap-siap menuju sekolah, Lukman terus pegang sarung itu.
Akhirnya dibawa juga kesekolah, karena Lukman nangis waktu sarungnya diambil dari tangannya.
Disekolah kebetulan Lukman lagi jadi Child of the Week (nanti akan ada ceritanya lagi ttg ini). Nah anak yg jadi child of the week memang diijinkan untuk bawa mainan dari rumah. Asyik lah Lukman main dengan teman2nya pakai sarung itu, dijadikan parasut, ditunjukkin seolah-olah lagi sholat, dan main ciluk ba. Mamanya di sms Bu Endah, kepseknya, utk kasih tahu anak-anak kelasnya Lukman jadi pada main dengan sarung. Mamanya terus kasih tahu Bu Endah caranya Lukman main banteng-bantengan seperti dirumah: kita kibas2in sarungnya didepan Lukman, sambil bilang : Toro! Toro! dijamin, pasti Lukmannya tabrak kita seperti banteng ngamuk! hihihi….
Disangkain Bu Endah sarung itu memang sengaja dibawain Mamanya karena mau tunjukkin keteman-temannya Lukman bahwa sarung pun bisa jadi mainan yg mengasyikkan.
Padahal itu inisiatifnya Lukman sendiri

Add comment December 10, 2008
Dari Coretan Menjadi Bentuk
Artikel ini diambil dari website Sekolah Tetum www.sekolahtetum.org.
Dari gambar yang dibuat anak, kita dapat mengetahui tingkat perkembangan intelektualnya. Membandingkan kedua gambar Lukman yang dibuat dalam rentang waktu tujuh bulan ini, kita bisa menggali perkembangan yang dicapai Lukman. Pada gambar pertama, Lukman masih dalam tahap sensorimotor, kalau memakai teori Piaget, psikolog anak dari Swiss. Pada tahap ini anak memaknai dunia dengan tubuhnya. Kalau dia menggambar maka yang dia lakukan adalah kenikmatan melakukan goresan-goresan dengan menggerakkan tangan (scribble).
Pada gambar berikutnya, Lukman tampaknya sudah memasuki praoperasional, menurut Piaget juga. Dia sudah dapat menampilkan simbol-simbol bentuk dalam gambar. Gambar kedua ini dibuat setelah Kak Ria menjelaskan tentang lingkaran. Lukman, atas inisiatif sendiri, menggabungkan lingkaran-lingkaran itu menjadi bentuk wajah. Meskipun tahap praoperasional ini masih awal, Lukman sudah menunjukkan lompatan berarti!

Coret-coret Lukman di bulan April 2008. Pada saat itu Kak Ria meminta Kelas Darat membuat gambar diri.

Gambar menyerupai wajah, dibuat pada bulan November 2008.
Add comment December 10, 2008
Metamorfosa Sempurna
Itu yang Mamanya baru ingat lagi, karena belum lama ini bantu Ivan belajar IPA. Menurut bukunya Ivan, ada dua jenis metamorfosa yaitu metamorfosa sempurna dan tidak sempurna. Dikatakan sempurna kalau melewati tahapan berubah menjadi kepompong.
Naaah kebetulan hari Jumat kemarin saat menunggu waktunya berangkat kesekolah Reza temukan kupu-kupu yang baru saja keluar dari kepompongnya, ditiang teras belakang rumah Ayang. Warna kupu-kupunya bagus sekali, dan Mamanya sempat mengabadikan sang kupu-kupu yang masih basah sayapnya itu.

Kita sengaja tidak kasih tahu adek Lukman, walaupun dia itu penggemar nomor satu kupu-kupu. Soalnya sudah pasti Lukman nanti mau memegang kupu-kupu itu, apalagi sang kupu-kupu masih belum bisa terbang. Coba lihat, cantik ya kupu-kupunya?
Add comment December 6, 2008
Another Year Has Gone By
Tepat tanggal 4 Desember 2008 Reza genap berumur 7 tahun. Sudah sebulan ini Reza menghitung hari, dan katanya “Kok lama banget ya sampainya tanggal 4 Desember itu, coba sehari itu (lamanya) cuma satu jam”. Yang lucu, minggu lalu waktu dia lagi main computer, bosan dengan software yang ada dia minta dibukakan word file, “Reza mau nulis puisi” katanya. Mamanya senang, tumben nih Reza punya keinginan sendiri untuk nulis-nulis. Biasanya kan susah tuh mbujukinnya. Setelah membuka word, Mamanya tinggalin Reza supaya dia punya privacy untuk menulis puisi itu. Lewat beberapa menit, Reza panggil Mamanya untuk bantu merubah warna font. Mamanya pura-pura nggak melihat apa yang ditulis, mbacanya sambil selintas saja. Tau nggak apa yang ditulis? Ternyata bukan puisi, begini tuisannya.
Reza si Kucing ulang tahun
Minggu depan Reza ulang tahun
Reza mau mainan dinosaurus
Udah, tulisannya cuma 3 baris saja. Setelah membantu merubah warna fontnya, Mamanya bilang “Nanti di-save ya file-nya. Udah tahu caranya kan?” Reza jawab “Udah dong, klik yang gambar disket ini kan?” Maksud Mamanya sih mau intip file itu setelah Reza bobo nanti, mau baca apa aja sih yang ditulis. Ternyata waktu dibuka malamnya, Reza sudah hapus tulisannya itu, cuma ada foto kucing-kucing yang di download dari internet dan tulisan “Ini foto keluarga kucing”. Yaaaaa sayang sekali dia hapus tulisan tentang ultahnya. Tapi ada lagi sih, Reza bikin gambar kemarin, dan lucu banget gambarnya, seperti dibawah ini. Teteeep ya dinosaurus tema-nya.

Dihari ultahnya Reza bangun pagi-pagi jam 5. Begitu melek matanya, dia langsung nengok kanan-kiri, cari-cari bungkusan kado hehehe…. Setelah buka kado, kita tiup lilin dan Reza lanjut siap-siap kesekolah. Oh iya, dia seneng banget sudah ditelepon Momma pagi-pagi, yang paling pertama mengucapkan selamat. Reza juga dapat sms dari MakTuan di Mekah, yang lagi menunggu saatnya berangkat ke Arafah. Kemudian, yang bikin surprise banget, Reza ditelepon paman Gery dari Female Radio, langsung di-on-air-kan. Sebelum bicara, paman Gery putarkan dulu rekaman suara Reza waktu bicara tentang Global Warming diawal tahun ini (baca ceritanya di http://tetum.wordpress.com/2008/01/25/reza-jadi-reporter-female-radio/). Kemudian paman Gery bilang “teman cilik paman Gery yang mengajarkan paman tentang global warming ini sedang berulang tahun hari ini, horee….” Waahh Reza sampai abis ucap, nggak seperti biasanya yang banyak ngomongnya. Cuma bisa bilang terimakasih, dan menjawab apa yang ditanyakan paman Gery saja.
Selamat Ulang Tahun, Cayangnya Papa Mama dan Adek Lukman, semoga Reza tumbuh dengan sehat, jadi anak soleh yang bahagia, anak yang tangguh, sayang keluarga, dan peduli dengan sesama.

2 comments December 6, 2008
