Archive for November, 2008
TransJakarta Tour
Kemarin Lukman dan teman-temannya mencoba naik bus TransJakarta, atau yg akrab disebut ‘busway’. Sudah biasa? Nggak seru? Hmmmmm…. coba deh sodara2ku merasakan se-bus dengan 40an bocah-bocah umur 3 sd 6 tahun, dijamin nggak akan biasa-biasa aja, dan heboh banget! Hehehe….

Ya, Lukman dan teman satu sekolahnya PG/TK Tetum mencoba merasakan naik busway. Rutenya dari Ragunan, menyusuri Buncit-Kuningan-Dukuh Atas dan kembali lagi ke Ragunan.
Kami berangkat sekitar jam 9, setelah bersiap-siap, buat yang mau pipis, mau minum, diselesaikan dulu disekolah karena kita nggak akan berhenti dijalan, langsung kembali lagi ke Ragunan.
Lucunya, karena dari sekolahpun rombongan naik bus kecil plus mobil Lukman, ada anak-anak yang menyangka bus kecil itulah buswaynya
Saat mau ke Ragunan, didalam mobil teman-temannya Lukman ramai berceloteh tentang keinginan masing-masing. Ada yang mau beli oleh-oleh di Ragunan (lucu ya), ada yang mau jajan (tapi bu guru kasih tahu, nggak boleh makan didalam busway) pokoknya macam-macam deh.Sampai disana anak-anak sudah tidak sabar untuk langsung naik busway. Tapi mereka harus berbaris dulu, dibagikan karcis satu-persatu dan dengan tertib naik ke busway dibantu pak petugas.

Waktu sudah diatas bus, mereka surprise, supir buswaynya perempuan lho, dan mereka berkenalan dengan Ibu Mila, supir yang ramah itu. Karena khusus rombongan, busway kami isinya khusus bocah-bocah dan guru-guru Tetum (plus satu anggota extra, Mamanya Lukman hehehe).
Saat busway mulai perjalanannya, anak-anak masih duduk manis dikursinya masing-masing. Lukman yang baru kali itu naik busway terlihat agak tegang, nggak tahu kenapa. Tangannya selalu pegang tangan Mamanya, atau tangan bu guru yang mendampinginya. Padahal Lukman sudah biasa naik bus besar kalau lagi piknik dengan rombongan kantor Papanya. Setengah perjalanan baru deh Lukman terlihat agak santai, dan melihat keluar jendela menikmati pemandangan.
Sebelum hari H guru-guru sudah memberikan formulir untuk diisi orangtua, menanyakan apakah ada ortu yang berkantor disepanjang rute itu.Nantinya ortu yang akan dilewati akan ditelepon HPnya, supaya bisa melambaikan tangan dari jendela kantor. Sepertinya nggak mungkin ya, tentunya mereka kan lagi sibuk bekerja…… Tapi ternyata ada lho, Papanya Zaki yang menyempatkan keluar dari gedung kantornya, hanya untuk melambai kepada anak tercinta. Anak-anak heboh, karena sebelumnya guru-guru hanya bisa menunjuk “Itu kantor Papanya si anu” atau “Itu kantor Mamanya si una” dan anak-anak cuma manggut-manggut. Tapi begitu lihat Papanya Zaki, saat dibilangin semua ikut dadah-dadah, seneng sekali.
Selain memandang keluar jendela, anak-anak juga tertarik dengan peralatan didalam bus. Ada yang tanya palu kuning disebelah jendela untuk apa, ada yang tanya tombol dekat setir untuk apa, ada yang mencoba bergelantungan dipegangan penumpangnya. Bu Mila dan pak Gatot kondekturnya dengan baik hati mau menjelaskan, dan memperbolehkan anak-anak bergantian memencet tombol biru untuk mengeluarkan suara pengumuman nama halte yang akan dilewati.
Sesampainya lagi di Ragunan, anak-anak dengan tertib keluar dari busway, naik ke bus/mobil ditempat parkir dan kembali kesekolah. Disekolah mereka sudah ditunggu hidangan makan siang yang simple tapi yummy, chicken nugget dan nasi pake abon hmmm….
Seperti kegiatan lain, murid-murid sengaja dibiarkan mandiri, makan sendiri walau dengan belepotan kemana-mana hehehe… Lukman sendiri langsung habisin nuggetnya, dan icip-icip abonnya. Wah kayanya Lukman suka tuh, tapi Lukman malah terus kabur keluar kelas nyari kupu-kupu. Akhirnya dibantuin suapin sama Mamanya deh, dan Lukman habisin nasi abonnya sampai licin!
2 comments November 25, 2008
Cerita Reza Disekolah
Hari Senin kemarin, sementara Reza masih happy banget setelah weekendnya ke Pasirmukti belajar menanam pagi, ada kejutan dari gurunya: Reza diminta memimpin upacara! Dikatakan kejutan karena tidak disiapkan sebelumnya, tidak pakai latihan dulu. Reza cerita tentang jadi pemimpin upacara juga dengan nada biasa-biasa aja, seperti kalau dia cerita tentang kejadian lain-lainnya disekolah. Cuma Mamanya aja yang terlalu excited, pikirannya sudah melayang jauh ‘waaaah anakku bakal jadi pemimpin nih nantinya’ hahahaha….! Waktu ditanya Rezanya bisa nggak jadi pemimpin upacara, jawabnya santai aja “bisa dong”.
Pagi ini Reza cerita tentang ceramah dimesjid waktu shalat Jumat 2 minggu yang lalu. Kebetulan yang kasih ceramah Angkunya, Pak Haji Indra (kata Reza begitulah guru-guru panggil Angku disekolah). Nggak tahu kebetulankah, atau memang Angkunya sengaja supaya cucuponakannya mendengarkan dengan seksama, tokoh yang diceritakannya adalah kucing-kucing, binatang favorit Reza!
Begini ceritanya, mudah-mudahan Mamanya enggak salah nangkap (padahal Reza menceritakannya dengan jelas sekali)
Alkisah ada 2 anak kucing, Si Coreng dan Si Belang, dipanggil sama Ibunya yg sudah mau wafat (ini kata-katanya Reza lho, jadi jangan heran kucing kok dibilang wafat, bukannya mati hehehe).
Mereka dikasih nasihat begini sama Ibunya:
1. Sayangi pemilikmu
2. Jangan makan kalau belum minta ijin
3. Kalau makan yang rakus (maksudnya Reza sih kalau makan tuh harus semangat)
Nah saat belum selesai Ibunya ngomong, Si Belang sudah pergi.
Dia tidak mendengar pesan Ibunya yang no. 4: Tangkapi tikus-tikus (yang mengganggu rumah majikannya).
Setelah kejadian itu kedua anak kucing berpisah, dan ketemu lagi suatu hari, Si Coreng sehat seperti biasanya, tapi si Belang benjol-benjol dan bulunya berantakan.
Coreng tanya: kenapa kamu Belang?
Kata Belang, saya dipukuli dan diusir sama majikan.
Rupanya karena masih banyak tikus dirumah majikannya, si Belang dianggap tidak berguna dan diusir dari rumahnya.
Moral of the story: kalau mendengarkan orang bicara sampai selesai, karena kalau setengah-setengah bisa salah akhirnya. Begitu juga kalau mengerjakan tugas sekolah, dengarkan guru dengan baik, supaya tidak salah membuatnya. Begitulah nasihat Angku kepada murid-murid Darbi.
Yang bikin Mamanya senang, itu kan ceramah sudah 2 minggu yang lalu, tapi Reza masih ingat, dan bisa ceritakan dengan jelas. Rupanya berkesan banget ya, entah karena tokoh-tokohnya kucing, atau karena yang bercerita Angkunya
Add comment November 20, 2008
Jadi Pak Tani Dalam Sehari
Hari Sabtu kemarin kita pergi ke Kebun Wisata Pasirmukti (KaWePe) di Citeureup Bogor dalam rangka acara family gathering tabloid nakita. Reza, Lukman, Papamamanya, Ivan dan juga Bunda semangat sekali mau ikutan acara ini, karena kalau acara nakita dijamin selain menghibur, juga menambah wawasan dan menyehatkan. Gimana enggak, KaWePe sendiri terletak di desa Tajur yang suasananya betul-betul bebas polusi, lahannya yang luas sekali, sehingga ‘anak kota’ bisa menikmati suasana pedesaan yang tidak akan ditemukan dikota.
Karena lokasinya tidak jauh, kita memilih langsung datang ke lokasi dan bertemu rombongan disana saja. Saat kita datang, langsung disambut dengan pemandangan hamparan sawah yang bikin sejuk mata, lengkap dengan orang-orangan sawah dan kerbaunya. Lokasi berkumpul rombongan terletak cukup jauh dari front office, dan jalan kesana naik-turun, seru sekali! Karena itu, begitu sampai supaya rombongan kuat berjalan keliling, panitia sudah siapkan makan siang juga berbagai goody bag dan topi caping untuk dipakai. Hanya Papanya dan Bunda yang bisa makan, anak-anak sudah terlalu bersemangat sehingga nggak mau makan. Lukman yang selalu senang lihat aliran air, memandangi kali dipinggir saung tempat kita makan, dan mendadak bilang “Aaaa… itu, kepiting?” Mamanya yang matanya enggak setajam Lukman bilang “Masa ada kepiting?”. Tapi ternyata Lukman betul, Mamanya baru lihat ada kepiting kecil sedang merangkak dipinggir kali itu. Lukman lalu panggil Papanya “Papa… lihat, kepiting!” Lucu banget. Sementara itu Ivan si pecinta bola, main dilapangan sebelah dengan teman2 baru, kalau Reza asik berkeliling melihat pohon-pohon buah yang aneh dimatanya.
Selesai makan rombongan dibagi dua, dan masing-masing mulai berkeliling, atau istilah KaWePenya “frutiwok” dengan dua orang pemandu yang handal. Walaupun cuaca kurang bersahabat, kadang terang kadang gerimis, semua peserta tetap semangat berjalan. Persinggahan pertama di kolam pemancingan ikan. Disana rombongan diajarkan tentang jenis-jenis ikan air tawar, makanan ikan, waktu tidurnya ikan, pokoknya macam-macam pengetahuan ikan yang menarik sekali. Reza yang sudah lamaaa banget pingin mancing ikan langsung berbinar-binar matanya waktu dikatakan rombongan akan sempat mancing setelah selesai frutiwok. Lanjut kita berjalan ketempat pemeliharaan ikan, disini anak-anak boleh memberikan makanan ikan.
Selesai dari sana kita menuju ke tempat pembibitan tanaman, dan diperkenalkan dengan Lemong Cui, tanaman maskot KaWePe. Kita juga melewati tempat pemeliharaan anggrek yang cantik-cantik sekali bunganya menuju ketempat belajar menanam tanaman. Disana romongan diajari komposisi tanah, sekam dan pupuk kambing, mencoba sendiri menanam bibit tanaman. Setelah itu kita melihat tempat pemeliharaan bebek, angsa dan memberikan makannya. Lukman seneeeeng banget bisa lihat binatang-binatang yang selama ini cuma lihat vcdnya saja. Sampai-sampai waktu kita lanjut berjalan, Lukman bilang “Dadah bebeeekk….” sambil melambaikan tangannya!
Dari tempat bebek, kita akan memetik buah Lemong Cui tapi lokasinya cukup jauh jadi rombongan naik truk terbuka! Waaaa ini menambah pengalaman yang tidak terlupakan, sepanjang jalan yang cukup panjang, naik-turun, rombongan jadi heboh sekali, ketawa-ketawa dan teriak-teriak saat truk mendaki dan menurun. Lihat nih, foto rombongan yang baru turun dari truk, ketawa/tersenyum semua!
Sampai ditempat memetik buah, anak-anak diberi gunting, dan boleh memetik sepuasnya. Kalau Mamanya enggak ikutan, karena puas-puasin lihat pemandangan yang cantiiik banget. Kemudian kita jalan lagi kebagian tambulampot (tanaman buah dalam pot) belajar bagaimana memelihara tanaman.
Dari sana kita kembali ke kolam memancing ikan, dan tiap peserta diberi alat pancing, juga umpannya. Kemudian kita diajari cara memancing yang benar, tapi mungkin karena sudah siang ikannya sudah kenyang, jadi enggak ada yang berhasil kecuali pengunjung diluar rombongan kita yang menggunakan alat pancing yang lebih canggih. Walaupun begitu, Reza cukup menikmati, dan minta agar kita kembali lagi ke KaWePe dilain waktu untuk ‘mancing beneran’.
Habis itu, rombongan masuk kebagian yang paling seru dari kunjungan ini, yaitu: membajak sawah, belajar menanam padi, dan…. main lumpur! Begitu dikatakan mau ke sawah, Reza langsung melesat, lari paling duluan kelokasi persawahan supaya langsung kegiliran pertama. Dia gembira banget, lihat sudah ada 4 orang petani menunggu dengan bajak dan sapi-sapinya, siap mengelilingi sawah. Tidak ada takut-takutnya, Ivan dan Reza langsung naik ke bajak, dan merasakan bagaimana alat itu ditarik sapi. Cuma satu keluhannya: “sapi-nya bau!” hahaha!
Oh iya, disepanjang pematang yang membatasi lokasi sawah untuk pembajakan dengan lokasi sawah untuk belajar menanam padi ada banyak pohon kayu putih yang selama ini kita cuma tahu minyaknya di botol saja. Batang pohon ini memang berwarna putih, tidak heran dinamai seperti itu. Pak pemandu mengajak kita mematahkan daun dan mencium baunya. Hmmm persis seperti bau minyak kayu putih yang dibotol! Lukman juga kepingin mengambil sendiri daunnya, dibantu Papa
Dari sana, kita pindah ke tempat pembibitan padi, dan terlebih dahulu anak-anak diajari cara menanam padi yang istilahnya ‘tandur’ alias tanam mundur. Disini Ivan kelihatan agak ragu-ragu untuk nyemplung kesawah, cuma mau menanam dari pinggir, walaupun sudah dibujukin panitianya. Kalau Reza malah senang, minta tambah lagi bibit padi yang mau ditanamnya. Selesai menanam, anak-anak diajak lomba lari dan main tarik tambang disawah. Akhirnya semua diajak terjun kesawah, gembira banget bermain lumpur.
Fasilitas diKaWePe memang oke, setelah kotor main lumpur kita bisa membersihkan diri dengan nyaman karena cukup banyak shower dan kamar bilasnya. Setelah semua bersih kembali, acara terakhir adalah melukis caping, dan horeeee Ivan menjadi salah satu pemenangnya!
Selesai deh acara family gathering nakita, dan sebagai penutup kita berfoto bersama, kemudian pulang dengan membawa banyak hadiah dan tentunya kenangan manis disana!
4 comments November 16, 2008
Smilodon
Hmmm asik banget sih Lukman mbaca…. sampai-sampai nggak ngeh waktu difoto Mamanya
Memang lagi baca buku apa sih?
Oooo rupanya buku tentang Smilodon/kucing bergigi pedang hehehe….. rupanya Lukman sudah ketularan kakak Reza menjadi penggemar prehistoric animals!
Add comment November 13, 2008
Reza Kecemplung Empang
Hari ini hari terakhir pekan Ulangan Tengah Semester pertamanya Reza. Selama seminggu ini perasaan PapaMamanya campur aduk deh. Pertamanya tentu deg2an, apakah Reza bisa dengan serius fokus ke ulangannya. Terus hari Selasa kita makin deg2an karena hasil ulangan yang sudah dibawa pulang tidak sebagus nilai-nilai ulangan pekan Ulangan Harian Kedua meskipun tetap diatas 8. Bukan karena tidak bisa mengerjakan soal, tapi karena tidak teliti mengerjakannya. Alhasil nasihat PapaMamanya diulang-ulang sebelum Reza berangkat sekolah: “Yang teliti baca soalnya ya, setelah selesai mengerjakan diperiksa kembali ya”. Dan ternyata tidak sia-sia kita cerewetin Reza pagi itu, karena siang harinya Reza pulang membawa nilai 10 untuk English. Wah senengnya…..
Tapi kemarin, waduh Mamanya dapat banyak kejutan dari Reza. Hari itu Reza ulangan IPA. Sepulang sekolah, Mamanya periksa tas Reza, hmmm ada hasil ulangan Agama, ada worksheet yang jadi pe-er, dan lho kok ulangan IPAnya belum dinilai? Waktu ditanya, Reza malah bilang “Ulangannya dikerjakan dirumah Mama”. Masa sih? Kalo ulangan kan harus dikumpulkan? Tapi Rezanya malah bingung. Kemudian Mamanya mau cek ke buku penghubung, siapa tahu ada pesan bu Guru. Eeeh bukunya nggak ada. Kata Reza “ehhhh iya, ketinggalan disekolah”. Haduuuh, itu deh salah satu kebiasaan kurang baiknya Reza, suka buru-buru mau pulang, dan tidak cek apakah barang-barangnya sudah lengkap dibawa.
Akhirnya Mamanya telepon kesekolah, dan syukur bisa bicara langsung dengan bu Guru. Rupanya bu Guru juga kaget, waktu dibilang kertas ulangannya Reza dibawa pulang. Padahal mestinya dikumpulkan per kelompok duduknya, dan kebetulan bu Guru baru periksa sebagian, belum sampai dikelompoknya Reza. Jadi Mamanya janji akan kembalikan ulangan IPA itu, seperti apa adanya waktu dibawa pulang, maksudnya enggak diperbaiki dirumah hehehehe…..
Selain itu, bu Guru juga bilang “tadi teman-temannya bilang Reza kecebur di empang belakang”. (Disekolahnya ada sepetak tanah yang baru dibeli untuk perluasan jalan, dan ditanah itu ada bekas empang). Waduh apa lagi nih ceritanya, dan ternyata betul, waktu ditanya Reza bilang memang dia kecebur “Tapi cuma sampai lutut kok Mama”. Aduuuuh itu empang kan kotor? “Iya, tapi sudah Reza cuci kok”. Lah terus basah-basah begitu sampai kering lagi? Emang Reza ngapain disana, mau apa? “Cari kodok Mama” ampuuun deh anak ini
Kan Reza lagi pilek, kok malah main basah-basahan.
Akhirnya karena Reza kelihatannya santai-santai aja dengan semua kejadian hari itu, Mamanya kasih punishment Reza nggak boleh nonton tivi, dan hanya boleh istirahat dikamar setelah makan. Walaupun protes karena nggak boleh nonton, dikamar sih Rezanya main-main dan menggambar aja, enggak terlalu ambil pusing dihukum karena kelakuannya tadi siang
Add comment November 7, 2008
HO SE HO
Bingung ya apa artinya HO SE HO? Baca terus deh…
Dua hari yang lalu, seperti hari sebelumnya, seluruh Jakarta diguyur hujan derassss…. komplit dengan petir/gledek yang sambung menyambung. Kita di Ciganjur sih udah terbiasa dengan hujan seperti ini, maklum lah lokasi yang lebih dekat ke Depok ketimbang ke pusat kota memang bikin cuaca disini lebih mirip dengan cuaca Bogor.
Akibatnya, Reza dan Lukman nggak bisa main keluar seperti biasanya disore hari. Dua hari seperti itu, waaaa bikin mereka gelisah deh, kelebihan energi yang tidak tersalurkan
Apalagi alat-alat listrik sengaja tidak dihidupkan, takut tersambar geledek.
Tapi dasar anak-anak, tanpa tivi, tanpa vcd, tanpa komputer, mereka bisaaaa aja bikin permainan baru yang menyenangkan buat mereka. Yang jadi pionirnya Lukman. Lukman memang paling suka kegiatan-kegiatan yang menantang fisik. Nggak ada meja yang nggak pernah dinaiki Lukman, nggak ada teralis yang belum dipanjang Lukman dirumah. Apalagi ada lemari baju Reza yang dekat dengan tempat tidurnya Lukman, waaaaah itu yang dijadikan landasan untuk terjun bebasnya
Reza akhirnya jadi ikutan, dan dia menambahi actionnya dengan berteriak “Ho Se Hoooooo” pada saat terjun. Lukman juga ikutan berteriak seperti itu, lucu banget. Jadilah mereka terus-terusan bergantian terjun bebas sampai keringatan dan serak berteriak-teriak!
Mamanya sih seneng-seneng aja mereka dapat penyaluran energi, jadi enggak repot mbujukin supaya enggak usah pasang tivi. Hehehe
Add comment November 6, 2008
Kupu-kupu
Reza dan Lukman yang hobby main dihalaman, paling suka kalau ketemu kupu-kupu yang cantik warnanya. Kadang mereka berusaha menangkap, dan kemarin ini berhasil membawa satu ekor kedalam rumah!
Walaupun akhirnya Reza nggak tega dan melepaskan kupu-kupu itu kembali, mereka sempat bermain cukup lama dengan si kupu-kupu. Kalau Reza nggak berani pegang dengan tangan langsung, dia pakai kantong plastik di tangannya, sedangkan Lukman wah nggak ada takutnya deh….
Add comment November 4, 2008
Booster seat
Sekarang Mamanya sering pergi berdua saja sama Lukman, baik kesekolah atau ke klinik. Biasanya Lukman walaupun disuruh duduk dibangku belakang, dia enggak mau duduk, malahan berdiri ditengah-tengah dan tangan kanannya pasti pegang bahu Mamanya yang lagi nyetir didepan. Lucu banget, enggak tahu maksudnya Lukman apa harus pegang bahu seperti itu.
Tapi yang jelas, posisi Lukman berdiri ditengah itu berbahaya kalau Mamanya nge-rem mendadak, karena bisa ngglosor kedepan dan jatuh. Apalagi lawan Mamanya dijalan Kahfi 1 itu kebanyakan Mikrolet M20 yang seringnya mendadak belok, atau mendadak berhenti ditengah jalan tanpa kasih sign sebelumnya.
Sempat bingung juga, gimana caranya supaya Lukman mau duduk manis, sedangkan dimobil biasanya dia tetap jalan-jalan, pindah-pindah dari bangku tengah loncat ke bangku belakang, pokoknya gak bisa diam. Mau cari car seat, apa ada ya yang untuk anak besar? Cari cari di Google, ternyata ada juga namanya booster seat, seperti car seat untuk anak diatas 3 tahun. Kita telepon-telepon nomor toko yang tertera, dan yes, ada tuh di ITC Fatmawati! Langsung deh PapaMamanya meluncur kesana, Lukmannya juga ikut supaya bisa dicoba ukurannya yang pas untuk Lukman. Akhirnya dapat juga deh si booster seat, dan bisa dipakai sampai umur 12 tahun. Kakak Reza yang sebenarnya sudah nggak perlu, juga senang duduk diatas situ, karena bisa lebih tinggi dari kursi biasa.
Senin kemarin, untuk pertama kalinya si booster seat dicoba saat Lukman mau pergi kesekolah. Mamanya udah berdoaaaa aja mudah-mudahan Lukman mau dan betah duduk diatasnya.
Ternyata, percobaan pertama cukup berhasil! Lukman duduk manis di booster seatnya sepanjang jalan, senang bisa lihat pemandangan karena cukup tinggi dan aman karena dipakaikan seat beltnya. Horeee…..
Add comment November 4, 2008
Putri Malu
Buat anak kota seperti Reza, bisa melihat dan berkenalan dengan tumbuhan Putri Malu adalah kejadian yang langka banget.
Karena itu waktu Mamanya tidak sengaja ’nemu’ Putri Malu dihalaman tadi pagi, cepat-cepat panggil Reza untuk melihat sendiri keunikan tanaman ini.
Reza sampai teriak “hiiiiiii bisa bergerak!” waktu si Putri Malu menguncup saat disentuh jarinya. Kesian ya, sudah mau umur 7 tahun baru tahu Putri Malu hihihi….!
Add comment November 2, 2008





















































