Lukman Ke Dr. Hardiono

Hari Jumat kemarin kita bawa Lukman ke Dr. Hardiono Pusponegoro SpAK. Walaupun titelnya dokter spesialis anak dan prakteknya juga disubneurologi anak di RSCM, dokter ini sering jadi tempat konsultasi ortu yang ingin mencari tahu tentang keadaan anaknya yang didiagnosa atau diduga autis. Beliau sering sekali bicara diseminar-seminar tentang autisme.

Karena Lukman pernah didiagnosa autis ringan bulan April 2008 yang lalu (baca: Lukman’s Story), kita sudah lama berniat mau membawa Lukman ke ahlinya autisme. Tentunya mau menanyakan ketepatan diagnosa tersebut. Bukan karena masih dalam proses denial/penolakan :? tapi kami ingin yakinkan apakah tindakan yang kami lakukan berdasarkan diagnosa tersebut sudah tepat untuk Lukman. Juga kami ingin tahu apakah ada hal-hal lain yang perlu ditambahkan untuk lebih menstimulasi Lukman agar lebih lancar bicaranya.

Setelah mendaftar beberapa bulan yang lalu akhirnya kita dapat kesempatan bertemu Jumat 17 Oktober 08. Sempat sih kuatir karena untuk bisa menjalani observasi dengan baik Lukman harus dalam kondisi yang fit dan mood yang bagus. Eeee kok ya hari itu jam 3 pagi Lukman sudah bangun karena mimpi sampai menangis, setelah itu sempat main dulu sama Mamanya sampai jam 4. Untung setelah itu Lukman bisa tidur nyenyak sampai jam 7, dan setelah sarapan langsung kesekolah jam 8 (uuuu acem tuh nggak mandi, tapi tetep cakep hehehe). Disekolah rupanya Lukman agak bete, dan lagi semau-maunya sendiri sampai nangis beberapa kali. Aduh jadi kepikiran kalau paginya aja begini hebohnya nanti sore gimana ya? Jadi sepanjang hari dibujuk-bujukin deh Lukman supaya moodnya membaik lagi.

Syukur saat mau pergi Lukman sudah ceria, dan walaupun sempat agak ngantuk diperjalanan yang panjang (dari rumah di ujung selatan Jakarta ke lokasi klinik Anakku di Kelapa Gading) saat masuk ruang tunggu klinik yang didekorasi dengan warna-warni cerah Lukman jadi lari-larian, ketawa gembira. Dan ini terbawa sampai kedalam ruang praktek Dr. Hardiono.

Walaupun relatif nggak mau diem, geratakan, Lukman bisa ditanyai, mau menjawab pertanyaan, mau melakukan instruksi Dokter, pokoknya manis dan top banget deh sikapnya. Dokter bilang “Lukman kelihatannya oke-oke saja nih” menurutnya bukan menderita autis tapi lebih tepat PDD NOS atau MSDD (kurang lebih artinya gangguan perkembangan anak yang tidak dapat digolongkan sebagai autisme karena tidak memenuhi kriteria diagnosis DSM IV). Hal ini karena kecerdasan Lukman sangat baik, bisa selesaikan puzzle dengan cepat, bisa menunjuk gambar yang tepat, bisa menjawab dengan benar (satu-kata), motorik halus-kasar baik, pendengaran normal, keterikatan emosi ada, rasa sayangnya kepada PapaMama yang ngantarin sangat terlihat.

Yang paling penting menurut Dokter bukanlah apa ‘label’nya, tapi perlunya melakukan tindakan untuk memperbaiki kekurangan Lukman. Mendengar Lukman sudah terapi wicara sejak tahun lalu, sudah terapi SI sejak bulan Mei, dan juga sudah masuk playgroup untuk sosialisasinya, Dokter katakan apa yang kami lakukan untuk Lukman sudah tepat. Selain itu yang sangat penting menurut beliau adalah penerapan terapi-terapi itu sehari-hari dan Lukman harussss diajak ngobrol terus walaupun saat ini kebanyakan belum responsif. Bagusnya Lukman sangat pintar meniru, walaupun kadang-kadang tidak seketika itu juga menirunya, tapi suka direkam dulu baru dikeluarkan beberapa waktu kemudian. Buat Mamanya yang rada pendiam ;-) memang jadi harus membiasakan jadi ceriwis ya. Dengan bantuan kakak Reza yang suka ngajak main dan bawel, juga Papanya yang demen banget main dengan Lukman diwaktu luang, mudah-mudahan bisa cukup memberi stimulasi seperti yang dikatakan Dokter.

Untuk sekolah, Dokter menyarankan Lukman tetap bersekolah disekolah umum/biasa, bukan sekolah untuk anak  berkebutuhan khusus. Apalagi Dokter juga mendengar sudah ada perkembangan yang lebih baik dengan penyesuaian Lukman diplaygroupnya ini berkat dukungan semua guru dan kepala sekolahnya.

Untuk ilustrasinya ini foto-foto Lukman lagi susun puzzle dari Bali (oleh-olehnya Ayang), cepet banget dia selesaikan lho!

Cerita yang berhubungan: Lukman’s Story

Categories: Autism, parenting, PDD NOS | Tags: , , , , , , , | 22 Comments

Post navigation

22 thoughts on “Lukman Ke Dr. Hardiono

  1. hallo mama.. boleh tau gak sekarang umur lukman berapa tahun..?

  2. Elli

    Hello mama boleh tau telp dokter hardiono and prakteknya dimana aja ya?
    Thx

  3. Kitty

    Hi Elli,
    saya bantu ya, coba contact Dr Hardiono melalui anakku.net (di bagian forumnya). atau coba liat ke sini:
    http://www.facebook.com/hardipuspo
    ada phone numbernya juga. :)

    Dr. Hardiono (aka Dr.Yoni) praktek di Klinik Anakku Kelapa Gading (seberang Mall Kelapa Gading – mall 1 nya).

    Kalo mo konsultasi biasanya khusus hari Jumat, daftar dari jam 8 pagi melalui telp. Tapi biasanya untuk pasien baru yg mau konsultasi daftar tunggu nya cukup panjang. Karena itu coba aja tanya2 dan contact dia melalalui forum anakku.net dulu. :)

  4. mamanya

    Ibu Des, Lukman lahirnya Maret 2005 :-)
    Ibu Kitty, thanks infonya utk ibu Elli ya
    Ibu Elli, kalau daftar kesana, yg sabar nunggunya ya, biasanya antriannya cukup panjang

  5. siska

    Mba, boleh tau gak sejak usia brp Lukman ikut terapy wicara dan dmn tempatnya? terapy SI itu apa ya?

    thanks

    • mamanya

      Hai Siska,
      Lukman mulai diterapi wicara sejak umur 2 th 2 bln, saat itu disebuah klinik tumbuh kembang di Jakarta Selatan. Kalau terapi SI dimulai pada umur 3 tahun. Mengenai apa itu terapi SI, wah akan panjang sekali penjelasannya. Mungkin mbak Siska bisa googling dengan topik ini, banyak sekali artikel2 yang bisa dibaca :D

      • Juni

        Dear Mama/Papanya Lukman,

        Mau tau dong, dimana klinik tumbuh kembangnya, aku juga tinggal di Jakarta Selatan.

        Gimana sekarang perkembangan lukman?

  6. mamanya

    Dear Ibu Juni, sekarang ini Lukman terapinya dirumah saja, sudah bukan diklinik Kancil yang saya sebutkan ditulisan ini. Perkembangan Lukman terus membaik. Sudah dua tahun waktu berlalu dari saat Lukman dibawa ke Dr. Yoni, Lukman sudah lebih banyak bicara, sudah lebih mampu utarakan keinginannya secara verbal, dan mampu bersekolah di sekolah inklusi.

  7. Carol

    Mamanya Lukman,saya baru saja ќε dok Hardiono,anak sy br b’umur 2 th 1bln & didiagnosa
    Pdd-nos. Sy ingin tahu,therapy apa saja yg dilakukan Lukman? Apakah mgkn anak2 pdd-nos
    ini dpt hidup lebih ‘normal’ setlh diterapi? Sy bnar2 mengharapkan jawabannya.
    Karen saya benar2 sangat ‘shock’ dng masalah ini. Terima kasih.

    • mamanya

      Halo Ibu Carol,
      Sangat wajar sekali ketika Ibu shock, sedih dan khawatir setelah mendengar buah hatinya di diagnosa PDDNos.
      Saya juga merasakan hal yang sama.
      Namun ketika itu saya berpikiran bahwa saya harus mencari tahu dan berusaha mengerti apa yang disebut PDDNos itu, supaya bisa menghapus sebagian kekawatiran itu dan bisa lebih fokus untuk mencari penanganan terbaik untuk anak. Saya mencari tahu dengan berbagai cara seperti bertanya pada orangtua dengan kasus yang sama, pada pakar, ikuti seminar2 dan googling di internet. Dengan demikian sedikit demi sedikit saya jadi lebih mengetahui apa itu PDDNos, bagaimana sebaiknya penanganan, kemudian juga apa terapi yang perlu dilakukan.
      Lukman ikuti terapi wicara dan terapi okupasi sejak umur 2 tahun 3bln. Sejak Desember 2010 Lukman sudah tidak lagi terapi wicara, karena cara bicaranya sudah baik, jelas semua artikulasinya, dan yang terus sampai saat ini dilanjutkan adalah terapi okupasi.
      Kami juga bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru-guru ditempat Lukman bersekolah, sehingga penanganan dirumah, disekolah dan terapinya saling mendukung.
      Soal normal atau tidaknya sang anak dimasa y.a.d, bergantung dari kondisi dan penanganan sang anak Bu. Kalau penanganannya tepat, dan sedini mungkin, tentunya perkembangannya akan jauh lebih baik.
      Semoga jawaban ini bisa membantu dan jika masih ingin bertanya, silahkan Bu. Email saya rosasaad@cbn.net.id :)

  8. lia yulia

    Dear mama lukman..

    Anak saya skg berumur 2thn 4bln, pada umur 18bln saya menyadari klo tidak ada perkembangan komunikasi & cara bicaranya, klo meminta sesuatu dia lebih suka menarik tangan kemudian saya konsultasikan hal ini ke dokter anak di RSIA di jakbar dan dia menyarankan saya untuk observasi di bagian Tumbuh Kembang, setelah dia observasi anak saya didiagnosis ASD (Autistic Spectrum Disorder) & hiperaktif kemudian dokter & psikolog menyarankan untuk terapi di suatu tempat di Jakarta Selatan, lalu saya bilang boleh ga klo saya terapi di tempat terapi yang ada di Jakarta Barat karena tempat terapi di Jakarta Selatan terlalu jauh dari tempat tinggal saya di Jakarta Barat dan saya utarakan juga klo saya sebenarnya tinggal di karawang dan saya ke jakarta hanya bila ada keperluan ke dokter atau lain2 walaupun saya punya tempat tinggal di jkt krn suami tugas di karawang..tapi mereka tetap menharuskan saya untuk terapi di tempat yang mereka anjurkan (NO OPTION???whyyy???) saya kecewa sekali dengan hasil observasi ini..Setelah konsultasi ke beberapa teman yg memiliki pengalaman yg sama saya akhirnya memutuskan untuk terapi di karawang di tempat tinggal saya sekarang dan kebetulan ada tempat terapi khusus anak special yg merupakan cabang dari Bekasi. Sudah 4bln anak saya diterapi tapi tidak ada perkembangan, malah jadi suka menangis..jadi kalau di tempat terapi dia nangis terus..saya jadi khawatir dia trauma nanti klo sekolah..saya selalu mengulang apa yg diajarkan di tempat terapi dan dia bisa menjawab semua pertanyaan saya, tapi klp di tempat terapi dia bisa menjawab sekali & yg kedua tidak mau sampai akhirnya nangiiisss terus..saya akhirnya setiap hari mengajarkan anak saya melalui media gambar( flash card), puzzle & lagu anak2..sekarang anak saya sudah bisa menyebutkan nama binatang, benda & hafal lagu2 anak2 dengan intonasi yg benar walaupun kata2nya hanya bubling saja..
    Saya senang sekali bisa sharing dengan mama lukman karena saya merasakan hal yg sama di alami mama lukman bahwa saya anak saya pun bisa selesaikan puzzle dengan cepat, bisa menunjuk gambar yang tepat, bisa menjawab dengan benar (satu-kata), motorik halus-kasar baik, pendengaran normal, keterikatan emosi ada, rasa sayangnya kepada PapaMama & tidak trantrum..dalam waktu dekat ini saya akan observasi lagi ke dr hardiono untuk mendapatkan second opinion.
    Yang ingin saya tanyakan :apa saja sih terapi yg mama kasih ke lukman setiap hari di rumah ?
    Saya tunggu jawabannya ya mam..thanks for sharing..

    • mamanya

      Dear Ibu Lia, salam kenal :)

      Untuk cerita perkembangan Lukman saat masih seumur anak ibu ada dihalaman khusus “Lukman’s Story” (http://mamanya.wordpress.com/cerita-lukman/) dapat ibu baca disana apa yang kami alami saat Lukman pertama kali di terapi, dan faktor-faktor apa yang saya pertimbangkan ketika memilih tempat terapi untuk Lukman. Hal yang sama juga saya bahas di tulisan “Problematika Orangtua Dengan Anak Autistik” (http://mamanya.wordpress.com/2011/03/10/problematika-orangtua-dengan-anak-autistik/).

      Tentang apa yang saya lakukan dirumah, saya tidak menirukan apa yang dilakukan terapis. Namun saya mengajarkan hal-hal yang sejalan dengan materi yang sedang dilakukan ditempat terapi. Contoh, ketika di tempat terapi sedang diajarkan nama-nama bagian tubuh dengan menggunakan flash card, saya mengajarkan ‘real’nya yang sesungguhnya ketika mandi. Sambil menyabuni tangan Lukman saya sebut “Ini tangan” ketika menyabuni kaki saya sebut “Ini kaki” dst. Sama juga dengan binatang. Kalau ditempat terapi diajarkan nama-nama binatang dengan flash card, kita bisa memperkaya dengan menunjukkan binatangnya sungguhan, misalnya mengajak ke kebun binatang, atau dapat juga dengan memperlihatkan binatang-binatang disekitar rumah seperti kodok, capung, kupu-kupu, dll.

      Menurut saya adalah hal yang penting untuk mengkaitkan pelajaran ditempat terapi dengan kenyataannya dikehidupan. Begitu ibu Lia…
      Semoga jawaban saya membantu :-)

  9. mama kimbie

    minggu lalu saya membawa anak saya ke klinik tumbuh kembang anak karena terlambat bicara , skg umur 2thn 4bln.. Menurut Bu dokter anak saya konsentrasinya buyar dikarenakan suka menonton TV sejak baby.. Setelah ikut therapy SI yang pertama ternyata banyak banget kurangnya ( sedih dan down banget ). Setelah baca kisah Lukman saya jadi punya semangat untuk jadi super mommy yang bisa ajar anakku spy bisa pinter spt Lukman.. Thx ya sharingnya.. membantu mental mommy yang anak2nya didiagnosa PDD NOS lho ;D Keep share yahhhh

    • mamanya

      Salam kenal Mama Kimbie. Memang wajar kalau kita sedih saat mendengar hasil assessment awal anak kita, tapi yang penting kita ketahui sejak dini problem anak kita dan menjadi titik awal usaha kita untuk usahakan tumbuh kembangnya lebih optimal dengan terapi dan stimulasi dirumah. Kemauan kita menjadi modal penting untuk perkembangannya. Senang sekali kalau sharing saya bisa membantu Mama Kimbie, tetap semangat ya Mam :-)

  10. carol

    dear mama kimbie & mama2 yg lain ;)

    sdh hampir 1 thn ketika saya jg mengalami hal yg hampir mirip dng mama kimbie. sy hanya ingin turut menyemangati mama K, krn menurut sy bukan ‘label’ nya apa, tetapi ‘usaha’ apa yg hrs kita lakukan terhadap anak kita. biar bagaimanapun kita akan mengusahakan yg terbaik utk anak kita. sy pun merasakan hal itu setlh anak sy ditherapi lbh dr 6 bln, & skrg anak sy sdh menunjukkan byk kemajuan. anggap saja ibu dokter telah membantu kita utk lbh memperhatikan & mengubah cara/pola asuh anak kita. sekali lagi jgn terpaku oleh ‘label’ yg diberikan dokter pd anak kita.. banyak berdoa & b’usaha ya mama K.

    • mamanya

      terimakasih sharingnya ibu Carol… Senang mendengar perkembangan anak ibu yang sudah menunjukkan banyak kemajuan. Terus semangat ya mom :-)

      • mama kimbie

        Hallo mama2, sekarang kimbie uda ikut 4x terapi SI, mulai ada kemajuan loh.. sudah mengerti minta,kasih.. di tempat terapi juga banyak kemajuan. walaupun belum bisa mengutarakan kemauannya secara verbal, Januari ini mulai masuk toddler.. ternyata ada hikmah yah dari kejadian2 ini.. Thanks for share.. buat mama2 yang lain.. pastinya berikan yang terbaik buat anak.. dan jangan lupa banyak berdoa :)

      • mamanya

        Ikut gembira dengan kemajuan Kimbie…
        Tetap semangat ya Mam :-)

  11. Lydia

    Hallo all,
    saya mama Kevin,
    saya mo sharing perihal anak sy (kevin,2thn 11bln)minggu lalu anak sy sy bwa ke salah satu rs di jakarta pusat,sy sempat shyok..anak sy ternyta adalah pasien PDD NOS jg.saya sedih mendengar itu.
    kondisi anak saya ini,untuk menginginkan sesuatu sdh bisa mengatakan mau,kalau tdk suka dia menggelengkan kepala dan bilang tidak.sdh bisa bicara satu kosa kata seperti papa,kupu2,mau,apel,pisang,tidak,’eek’,pipis,sampai (sampe),cica2 di dinding,one-ten,sudah,sakit,ayo
    untuk bahasa inglish : what it is(menanyakan sesuatu,dia akan blg itu), let’s go(klo mengajak ke suatu tmpt),here we go (memberi sesuatu),come on.got’s u (istilah dia ciluk ba).
    dia bisa bhsa inglish,karena keseharian nonton play house disney (channel salah satu tv),
    kekurangannya dia :kontak mata minim,suka mengepak2kan tangan,bisa maen sndri,ketika dibawa ke tmpt tmn2 sebaya .
    susah merangkai kata,lebih sering bahsa planet.
    kalau ada keluarga yg datang,atau tamu,dia suka malu2..tp dia ada respon..
    dulu dia suka manggil saya mama,..tp setelah anak sy lahir,sptnya dia cemburu dan ngambek ke sy,dia tdk mau lg manggil mama..sedih rasanya

    apakah lukman juga sekarang bisa bersosialisasi dgn tmn2nya ya Bu ?sy akan memulai terapi SI dan OT rabu ini.
    smoga sy dapat lebih kuat dan lebih positip thinking lg untuk ‘menarik’ dia ke real world anak2 normal lainnya.

    • mamanya

      Hai mama Kevin, salam kenal….
      Memang shock ya kalau baru di diagnosa, tapi jangan putus semangat, semakin dini anak kita di terapi dan dilatih mandiri, semakin bagus kemungkinan perbaikan perkembangannya. Bahkan Kevin dalam hal bicara lebih baik daripada Lukman, yang di umur 2,5 tahun masih belum bisa keluarkan kata yang berarti.

      Lukman sekarang sudah bisa bersosialisasi, sudah enjoy berteman, sudah punya rasa ‘butuh’ bermain bersama, ngobrol bareng, alhamdulillah… Tapi ini bukan hal yg mudah dicapainya, perlu penyesuaian yang tidak sebentar. Ayo, semangat ya mama Kevin :-)

      • Lydia

        sist,
        apakah PDD NOS itu autis ?waktu sy konsul dgn dokter tumbuh kembang anak di rs salah satu di jak pusat blg tidak.

  12. Mama Kevin, saya copy keterangan dari Wikipedia ( http://id.wikipedia.org/wiki/Autisme) tentang autisme dan PDD Nos dibawah ini ya.

    Autisme dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (Pervasive Development Disorder) di luar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ADD (Attention Deficit Disorder). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (umbrella term) PDD, yaitu:

    – Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.

    – Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.

    – Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).

    – Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.

    – Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.

    Mudah-mudahan membantu ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.