Archive for October, 2008

Blog Title

As per today blog titlenya berubah seperti diatas. Lebih cocok ya dengan isi dari blog ini :P  

Thanks buat kak Endah untuk ide judulnya yang udah saya ambil dulu baru minta permisi hehehe….

Add comment October 27, 2008

The Maestro At Work

Kemarin, saat bongkar-bongkar mainannya, Lukman nemu kotak cat air punya Reza. Dia sodorkan kotak itu dan kuasnya ke Mamanya. Wah kebetulan nih, Mamanya lagi lemot karena lagi makan obat batuk, dan kehabisan ide mau ajak Lukman main apa. Terus Mamanya ambil buku gambar yang selalu ready stock dirumah karena Reza hobby banget menggambar.

Awalnya Mamanya ajarkan Lukman cara membasahkan kuas sebelum mencocolkan kedalam cat airnya. Lukman cepat belajar, dalam beberapa menit dia sudah bisa menirukan.

Lihat tuh, seriusnya Lukman mengexplore berbagai warna. Walaupun kebanyakan gambarnya berbentuk bercak-bercak, dan lingkaran besar/kecil, buat Mamanya gambar Lukman semuanya senilai masterpiecenya Paul Klee :-)

 

2 comments October 25, 2008

Nilai 10 Untuk Reza

Masih cerita di hari Jumat, 24 Oktober kemarin. Pagi harinya Ayang bilang sama Reza pulang sekolah Reza dan Ivan akan dijemput pak Ndang, jadi nggak usah naik mobil antar jemput. Saat perjalanan menuju sekolah, rupanya Ivan berubah pikiran, bilang sama Bundanya mau pulang naik mobil antar jemput saja karena mau main bola dulu disekolah. Bundanya kemudian telepon Ayang, kasih tahu perubahan itu, jadi yang dijemput cuma Reza. Ayang kemudian kasih tahu Mamanya. Jadi waktu Reza pulang sekolah, Mamanya enggak tanya Ivan dimana, karena sudah tahu ceritanya. Tapi Reza kasih laporan. Dan walaupun Mamanya sudah terbiasa dengan gaya bahasa Reza yang jelas, runtun dan rada ‘tua’ dari umurnya, masih juga geli waktu Reza laporan seperti dibawah ini.

“Kan mestinya da Van pulang bareng sama Reza. Tapi rupanya da Van mau main bola dulu. Jadi enggak jadi pulang sama-sama. Itu masalahnya Mama”. Aduuuh susah banget nahan ketawa kalau Reza sudah serius seperti itu bicaranya. Terus Mamanya bilang “Iya, Mama sudah tahu, tadi Bum-bum sudah telepon Ayang”. Kemudian Mamanya tanya “Gimana ulangan hariannya? Hari ini kan yang terakhir ya, bisa nggak kerjainnya?” Reza bilang “Bisa” singkat aja jawabannya. Lalu dia baru ingat “Ada hasil ulangan kemarin, Mama”. Begitu dikasih lihat hmmm Bahasa Indonesia dapat 9,8 dan IPA waahh dapat 10! Ini nilai 10 pertama yang Reza dapat di SD. Langsung deh Reza dapat ciuman dari Mamanya.

Memang di pekan ulangan harian yang kedua kalinya ini Reza sudah bisa menguasai cara menjawab dan cukup hati-hati mengerjakannya. Jadi walaupun tulisannya masih naik-turun, semua pelajaran dapat nilai diatas 9 semua.

Beda dengan pekan ulangan yang pertama, saat itu Mamanya cukup deg-degan, karena Reza masih suka asal tulis kalau menjawab padahal dia tahu jawaban sebenarnya. Waktu itu Mamanya masih kerja, dan sempat rada ‘puyeng’ waktu telepon kerumah dan percakapannya seperti dibawah ini.

M: “Ulangan Math-nya tadi bisa nggak, Reza?”
R: “Bisa Mama, hasilnya sudah dibawa pulang”
M: “Dapat nilai berapa?”
R: “Lima koma sembilan”
M: “Haaa, lima koma sembilan?” sambil mbatin kok Rezanya santai-santai aja dapat segitu, waaaa musti ‘bicara’ nih nanti sepulang kantor. “Ok deh, nanti Mama lihat ya, sekarang Mama jalan pulang dulu”. Kebetulan Papanya pulang telat enggak barengan, jadi sepanjang perjalanan pulang Mamanya jadi ngelamun sendiri, mikirin kok nilai mathnya Reza segitu ya padahal itu salah satu pelajaran favoritnya Reza. Gimana dengan pelajaran lain, berarti harus betul-betul dibantu dong belajarnya.

Sampai dirumah baru ketahuan, ternyata Reza yang masih suka kebalik-balik membacanya salah nyebut, nilai Mathnya sebetulnya 9,5! Haaaaa lega…. dan ketawa deh Mamanya jadinya :lol:

Add comment October 25, 2008

Mummy Masuk Mall

Bukan, ini bukan sequel The Mummy 3 yang dibintangi Jet Lee itu :D tapi cerita betulan tentang mummy yang ada di Cilandak Mall (yang akrab disebut CiMall/Cimol).

Siapapun yang sudah cukup kenal dengan Reza pasti tahu dari kecilnya dia sangaaat kagum dengan cerita Firaun. Bahkan seingat Mamanya dulu cita-cita Reza adalah “jadi Firaun, yang baik tapi lho”. Cerita-cerita tentang negeri Mesir, nabi Musa, dan segala yang menyangkut Firaun selalu dilalap habis oleh Reza.

Nah minggu lalu saat kita lewat didepan Cimol itu, ada spanduk-spanduk baru yang mengiklankan pameran mummy disana. Hmmmm aneh juga ya? Reza langsung teriak-teriak “Mau…. mau… ayo kita kesana sekarang!” padahal saat itu kita lagi mau kerumah Omanya, acara ultah om Ade. Jadi Papa Mamanya bilangin Reza, minggu depan saja, kalau kita ada waktu luang. Eeeeh minggu depannya rupanya acara kita juga penuh, dan nggak bisa ke Cimol.

Akhirnya, karena hari Minggu besok sudah habis pamerannya, kemarin Mamanya ajak Reza pergi kesana. Wah Reza girang banget, karena mendadak perginya. Jadi deh, hari Kamis sore itu kita berdua pergi (adek Lukman lagi terapi wicara, jadi nggak ikutan).

Sampai disana, kita beli karcis yang harganya Rp15.000 per lembar. Kalau beli 2 karcis, dapat kesempatan berfoto di studionya. Kita sempat nunggu dulu, beberapa menit, sebelum masuk keruangan pertama untuk menonton film. Ada 3 TV layar lebar disana, dan ternyata film yang diputarkan adalah potongan film dari salah satu video National Geographic tentang ilmuwan masa kini yang sedang bereksperimen membuat mummy seperti dijaman Firaun. Reza nonton dengan asik, walaupun dalam bahasa Inggris. Setelah film itu selesai (sekitar 10 menit) kita diajak keruangan sebelahnya yang ada contoh beberapa papirus dengan gambar dan huruf hieroglyph-nya. Kemudian kita masuk ruangan satu lagi, yang isinya patung-patung kecil, contoh bentuk dewa Anubis, masker penutup mummy, dll. Nah diruangan selanjutnya tuh yang ada mummy-nya. Hmmmm kelihatannya kurang mengesankan ya. Nampak sekali bahwa itu cuma tiruan, sesosok tubuh (pastinya isinya patung) yang diperban dari ujung kepala sampai kaki. Karena nggak boleh difoto, kurang lebih bentuk mummy-nya seperti foto dibawah ini.

Meskipun begitu, Reza senang-senang saja, dia berusaha membaca semua tulisan-tulisan yang diambil dari dictionarynya National Geographic. Oh iya, kata mas-mas yang jadi guidenya pameran ini memang terselenggara atas kerjasama Cimol, National Geographic dan Kedubes Mesir. Misinya adalah mengenalkan sejarah lewat tempat-tempat umum tanpa mengharuskan orang menginjakkan kaki ke museum. Maklum deh, dengar kata museum aja sudah bikin alergi banyak orang, jadi misi ini ‘menjemput bola’ berkeliling ke mall-mall di Indonesia.

Selesai deh, itu saja isi pamerannya. Dan terakhir, acara berfoto. Kelihatan seperti didalam pyramid nggak Rezanya? :lol:

Add comment October 24, 2008

Reza’s First Show

Melihat Lukman yang dengan pede-nya maju kedepan saat murid-murid Sekolah Tetum bernyanyi bersama, Mamanya jadi ingat kejadian yang kurang lebih sama mengejutkannya saat kakak Reza juga manggung pertama kali disekolah Tetum.

Saat itu acara wisuda kakak-kakak TK, dan Reza yang baru diplaygroup kebagian menari bersama teman-temannya diiringi lagu Fly The Butterfly. Selesai tarian itu, teman-teman Reza sudah pada turun panggung, tapi Reza masiiiih aja diatas panggung, senyum-senyum ke penonton. Orangtua yang hadir pada ketawa (termasuk PapaMamanya yang ketawa sambil bingung, apakah kejadian ini memang disengaja atau tidak). Ternyata actionnya Reza itu diluar skenario, sampai-sampai Reza akhirnya diinterview kedua MC, ditanyai namanya siapa, kelas berapa, dan kok masih betah dipanggung emang mau nyanyi lagi?  Reza jawab iya, mau nyanyi lagu Fly The Butterfly lagi. Nyanyian Reza diikuti para orangtua, akhirnya semua bernyanyi rame-rame! Setelah puas, baru deh Rezanya turun panggung :-)

 

Ternyata, anak PapaMama dua-duanya banci tampil hehehe…..

Add comment October 24, 2008

Lukman’s First Show

Kemarin Sekolah Tetum mengadakan Grandparents Day. Luar biasa ya? Sering kita mendengar Hari Ibu, atau belakangan ini Hari Ayah, tapi hari Kakek Nenek? Rasanya belum pernah dengar :-)

Yang jelas kalau Tetum mengadakan acara, pasti seru! Jadi begitu menerima undangan Mamanya langsung inform Ayang dan minta Momma menginap di Ciganjur supaya bisa hadir pagi-pagi diacara itu. Ayang dan Momma juga antusias dengan undangan itu, dan mau membatalkan rencana yang lain (mustinya Ayang ada halal bihalal pengajian dan Momma ada arisan) demi cucu tercinta.

Waktu kita sampai di Tetum sudah banyak kakek dan nenek yang hadir. Tidak berapa lama kemudian acara dimulai dengan nyanyian Mars Tetum oleh semua murid. Walaupun ini pentas pertamanya Lukman disekolah, ternyata dia pede banget, bahkan bikin kejutan untuk Mama, Ayang dan Momma. Saat bernyanyi, Lukman spontan maju kedepan, bergaya seperti conductor seolah-olah dia yang memimpin teman-temannya bernyanyi. Awalnya Lukman menghadap kebarisan teman-teman, kemudian ditengah lagu berputar menghadap penonton sambil bergoyang kanan-kiri menikmati lagu, lucuuu banget. Selesai lagu, Lukman langsung kabuurrr karena pingin main perosotan.

 

Seperti tidak merasakan teriknya matahari, Lukman main perosotan, tangga pelangi dan jungkat-jungkit berdua Mamanya. Tapi pada saat kelasnya akan tampil, Lukman mau diajak bu guru untuk pakai kostum. Rupanya kelas playgroup menari dan menyanyi bergaya seperti binatang. Ada yang jadi singa, lebah, dan kupu-kupu seperti Lukman. Awalnya sih Lukman cukup mau mengikuti, sampaaiiii…. Lukman lihat buntut singa!

 Hm kelihatannya lucu tuh!

 Pingin pegang deh….

 Yes, aku dapat buntutnya!

Diakhir acara semua kakek dan nenek dipanggil maju untuk diberikan setangkai mawar sebagai lambang kasih dari para cucu. Ayang dan Momma dapat kesempatan khusus, karena hanya Lukman yang didampingi nenek dari kedua belah pihak, Papa dan Mamanya!

 

Acara ditutup dengan menyantap pecel Madiun ala Tetum yang uenak banget, juga ada bermacam-macam jajanan pasar yang dibawakan para kakek dan nenek. Bravo untuk Tetum yang (lagi-lagi) punya ide kreatif untuk mengadakan acara unik!

Note: foto-foto ada lebih lengkap di website Tetum http://sekolahtetum.org/

2 comments October 23, 2008

Lukman Ke Dr. Hardiono

Hari Jumat kemarin kita bawa Lukman ke Dr. Hardiono Pusponegoro SpAK. Walaupun titelnya dokter spesialis anak dan prakteknya juga disubneurologi anak di RSCM, dokter ini sering jadi tempat konsultasi ortu yang ingin mencari tahu tentang keadaan anaknya yang didiagnosa atau diduga autis. Beliau sering sekali bicara diseminar-seminar tentang autisme.

Karena Lukman pernah didiagnosa autis ringan bulan April 2008 yang lalu, kita sudah lama berniat mau membawa Lukman ke ahlinya autisme. Tentunya mau menanyakan ketepatan diagnosa tersebut. Bukan karena masih dalam proses denial/penolakan :? tapi kami ingin yakinkan apakah tindakan yang kami lakukan berdasarkan diagnosa tersebut sudah tepat untuk Lukman. Juga kami ingin tahu apakah ada hal-hal lain yang perlu ditambahkan untuk lebih menstimulasi Lukman agar lebih lancar bicaranya.

Setelah mendaftar beberapa bulan yang lalu akhirnya kita dapat kesempatan bertemu Jumat 17 Oktober 08. Sempat sih kuatir karena untuk bisa menjalani observasi dengan baik Lukman harus dalam kondisi yang fit dan mood yang bagus. Eeee kok ya hari itu jam 3 pagi Lukman sudah bangun karena mimpi sampai menangis, dansetelah itu sempat main dulu sama Mamanya sampai jam 4. Untung setelah itu Lukman bisa tidur nyenyak sampai jam 7, dan setelah sarapan langsung kesekolah jam 8 (uuuu acem tuh nggak mandi, tapi tetep cakep hehehe). Disekolah rupanya Lukman agak bete, dan lagi semau-maunya sendiri sampai nangis beberapa kali. Aduh jadi kepikiran kalau paginya aja begini hebohnya nanti sore gimana ya? Jadi sepanjang hari dibujuk-bujukin deh Lukman supaya moodnya membaik lagi.

Syukur saat mau pergi Lukman sudah ceria, dan walaupun sempat agak ngantuk diperjalanan yang panjang (lokasi klinik Anakku di Kelapa Gading) saat masuk ruang tunggu klinik yang didekorasi dengan warna-warni cerah Lukman jadi lari-larian, ketawa gembira. Dan ini terbawa sampai kedalam ruang praktek Dr. Hardiono.

Walaupun relatif nggak mau diem, geratakan, Lukman bisa ditanyai, mau menjawab pertanyaan, mau melakukan insruksi Dokter, pokoknya manis dan top banget deh sikapnya. Dokter bilang “Lukman kelihatannya oke-oke saja nih” menurutnya bukan menderita autis tapi lebih tepat PDD NOS atau MSDD (kurang lebih artinya gangguan perkembangan anak yang tidak dapat digolongkan sebagai autisme karena tidak memenuhi kriteria diagnosis DSM IV, CMIIW). Hal ini karena kecerdasan Lukman sangat baik, bisa selesaikan puzzle dengan cepat, bisa menunjuk gambar yang tepat, bisa menjawab dengan benar (satu-kata), motorik halus-kasar baik, pendengaran normal, keterikatan emosi ada, rasa sayangnya kepada PapaMama yang ngantarin sangat terlihat.

Yang paling penting menurut Dokter bukanlah apa ‘label’nya, tapi perlunya melakukan tindakan untuk memperbaiki kekurangan Lukman. Mendengar Lukman sudah terapi wicara sejak tahun lalu, sudah terapi SI sejak bulan Mei, dan juga sudah masuk playgroup untuk sosialisasinya, Dokter katakan apa yang kami lakukan untuk Lukman sudah tepat. Selain itu yang sangat penting menurut beliau adalah penerapan terapi-terapi itu sehari-hari dan Lukman harussss diajak ngobrol terus walaupun saat ini kebanyakan belum responsif. Bagusnya Lukman sangat pintar meniru, walaupun kadang-kadang tidak seketika itu juga menirunya, tapi suka direkam dulu baru dikeluarkan beberapa waktu kemudian. Buat Mamanya yang rada pendiam ;-) memang jadi harus membiasakan jadi ceriwis ya. Dengan bantuan kakak Reza yang suka ngajak main dan bawel, juga Papanya yang demen banget main dengan Lukman diwaktu luang, mudah-mudahan bisa cukup memberi stimulasi seperti yang dikatakan Dokter.

Untuk sekolah, Dokter menyarankan Lukman tetap bersekolah disekolah umum/biasa, bukan sekolah untuk anak  berkebutuhan khusus. Apalagi Dokter juga mendengar sudah ada perkembangan yang lebih baik dengan penyesuaian Lukman diplaygroupnya ini berkat dukungan semua guru dan kepala sekolahnya.

Untuk ilustrasinya ini foto-foto Lukman lagi susun puzzle dari Bali (oleh-olehnya Ayang), cepet banget dia selesaikan lho!

1 comment October 20, 2008

Menara

Hari ini Lukman sekolah dari jam 07.30 sampai 10.00. Pulang sekolah, Lukman terlihat agak lesu kepanasan (memang cuaca lagi panas terik) dan Lukman istirahat sambil nonton cd kesukaannya. Tapi itu tidak berlangsung lama, saat kedengaran bunyi ngeong si pus didepan rumah, Lukman langsung melesat lari kedepan, tadinya Mamanya pikir dia cuma mau lihat dari teras dapur. Ehhh ternyata terlihat bayangannya lagi nguber si pus kencang sekali. Mau nggak mau Mamanya ikut kejar Lukman, sambil bujukin supaya Lukman mau main didalam saja karena panas sekali diluar.

Akhirnya bisa deh dibujuk Lukmannya, dan dia bongkar-bongkar box mainan mencari apa yang kelihatannya asik untuk dimainkan. Nggak lama Lukman dapat kubus2 Ultraman milik Reza, dan dengan serius menyusun kubus-kubus itu sampai tinggi……

satu....

satu....

tiga....

tiga....

enam....

enam....

sepuluh....

sepuluh....

habisss.....

habisss.....

dan habissss…… dirubuhin saat sudah jadi menara tinggi! :-)

Add comment October 15, 2008

Medali untuk Reza

Hari ini Reza dianugerahi medali oleh sekolahnya karena sudah berkata jujur. Medali ini diberikan saat upacara bendera, hari pertama masuk sekolah setelah libur lebaran.

Reza being Reza, waktu dipanggil kedepan barisan, anak-anak lain mungkin akan maju dengan malu-malu. Tapi Reza tidak, kata uda Ivan dan Rania yang juga ikuti upacara, selesai dikasih medali Reza cium medalinya didepan murid-murid bergaya seperti kalau atlit Olimpiade dapet medali emas! :lol:

Kejadiannya sendiri sudah cukup lama, bulan Agustus yang lalu saat Reza baru mulai sekolah di Darbi. Ceritanya panjang, tapi singkatnya sbb. Waktu itu Reza dikasih duit jajan, karena masih suka kelaparan walaupun sudah makan catering sekolah juga bekal cemilan dari rumah. Saat dicek duit jajannya dipakai beli apa, Reza bikin cerita bahwa duitnya ada yang ambil. Mamanya cek ke ibu guru disekolah, dan dapat laporan kalau dihari itu Reza jajan banyak sekali, eskrim dua buah, dan juice buah dan juga roti. Waktu ditanyai lagi Reza mengaku kalau dia bohong, karena tahu pasti dimarahi karena makan eskrim, pantangannya. Betul juga besoknya Reza jadi flu dan batuk cukup parah, sampai 4 hari tidak masuk sekolah :-(

Cerita itu jadi pelajaran untuk Reza, dan kita cukup surprise dengan penghargaan medali dari sekolah Darbi. Insya Allah penghargaan ini akan lebih memotivasi Reza dan juga teman-temannya untuk selalu berbuat jujur kedepannya.

Sejauh ini Reza sudah kumpulkan dua medali dari Darbi, yang pertama karena ikut mensukseskan kemenangan team tarik tambang kelasnya dihari Proklamasi yll, dan yang kedua medali ‘Jujur’ ini :-)

 

6 comments October 13, 2008

Ultah di Oktober

Bulan ini ada dua yang berulang tahun: Ayang dan om Ade.

Kalau Ayang ultahnya 9 Oktober yll, ultahnya om Ade kebetulan jatuh dihari Minggu kemarin. Jadi deh om Ade telponin semua ponakan-ponakan tercinta untuk ngumpul di Cemara, dan untuk Reza om Ade pesan: Ayang juga harus datang karena sama-sama ultah juga…

Walaupun yang ultah om Ade dan Ayang, tapi yang tiup lilinnya Lukman! hehehe….

Paling lucu lihat ponakan-ponakan nunggu dengan serius kue taartnya selesai dipotong :-)

  

Add comment October 13, 2008

Previous Posts


Recent Posts

Archives

Top Posts

Blogroll