Welcome!

Selamat datang ke blognya Reza & Lukman!

Disini ada banyak cerita-cerita tentang kesehariannya Reza dan Lukman. Sejak Reza lahir, kemudian disusul adek Lukman, Mamanya pingiiin banget punya media untuk mendokumentasikan cerita tentang mereka. Ada saja lho yang Mamanya pingin tulis apakah itu tingkah mereka, pengalaman-pengalaman mereka, dan yang paling banyak kelucuan-kelucuan mereka.

Mudah-mudahan blog yang satu ini bisa berlanjut terus, dan bisa melanjutkan catatan-catatan Mamanya yang terdahulu.

Salaaaam……

6 comments September 11, 2008

The Road To Presidency

Sejak mulai lancar bicara diumurnya yang baru 2 tahun, Reza sudah menunjukkan kelebihan dibidang kemampuan verbal. Ditambah dengan rasa pede-nya yang nyata dari umur sekecil itu, memang jadi kombinasi yang bagus sebagai bibit pembicara didepan umum. Sejak masih di playgroup, Reza suka sekali bicara didepan kelas. Apakah itu saat bermain dengan teman-temannya, berpura-pura jadi pak guru, maupun saat diberikan waktu khusus oleh bu guru yang sangat arif melihat bakat muridnya untuk presentasi ke depan kelas. Murid playgroup sudah bisa presentasi? Betul, Sekolah Tetum memang sangat mendukung timbulnya rasa percaya diri dari murid-muridnya. Berbagai kegiatan yang dilakukan menghasilkan murid-murid yang berani mengungkapkan pendapat dengan cara yang baik, murid-murid yang tidak ragu untuk tampil didepan penonton, murid-murid yang punya sikap optimis menghadapi tantangan.

scan0005s

Dengan kelebihannya itu, dan segala kepolosan Reza sebagai anak-anak, Sekolah Tetum memilihnya sebagai sosok yang mewakili profil muridnya untuk cover brosur sekolah tersebut (lihat http://tetum.wordpress.com/2008/03/22/kenapa-foto-reza/). Tidak hanya itu saja, saat Reza mulai tertarik dengan isu Global Warming, dan mulai banyak bertanya tentang hal itu dan saya kirimkan cerita tentang percakapan kami kepada Sekolah Tetum, cerita itu dimuat di blognya dengan judul: “Reza Ingin Bicara Dengan SBY & JK Soal Pemanasan Global” (lihat http://tetum.wordpress.com/2008/01/25/reza-ingin-bicara-dengan-sby-jk-soal-pemanasan-global/). Sekolah Tetum sangat mendukung keprihatinan Reza untuk masalah pemanasan global, memberi contoh dengan menanam pohon-pohon tambahan agar halaman sekolah lebih sejuk, dan memberikan kesempatan khusus pada Family Gathering untuk Reza presentasi mengenai pentingnya teman-teman dan ortu lainnya mengetahui bahaya pemanasan global.

Topik itu pula yang mendekatkan hubungan kami dengan FeMale Radio. Karena Paman Gery, penyiar acara Your Morning Coffee radio itu terkesan dengan cara bicara Reza yang jernih saat menjelaskan masalah pemanasan global, hubungan kami menjadi lebih dekat, beberapa kali setelahnya Reza diminta pendapatnya on air, dan Rezapun pernah berkunjung ke studio Radio FeMale.

Kata orang, ucapan/tulisan itu sama dengan doa. Saya meyakini hal itu, dan itu terbukti akhirnya mimpi Reza untuk bertemu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia bisa terwujud. Tanpa disangka, lewat kesempatan yang diberikan Radio FeMale, Reza bisa bertemu dengan SBY dan JK. Bukan membicarakan pemanasan global, tapi untuk membacakan puisi dan menyampaikan pesan-pesan dari ratusan bocah cilik yang menyampaikan pikirannya lewat program “Message for President”.

Pada tanggal 17-18 Juni 2009 yang lalu, pada acara Pesta Demokrasi Perempuan Indonesia yang diadakan oleh FeMale radio bekerja sama dengan SCTV, Reza berkesempatan membacakan puisi, menyalami dan dipeluk oleh Capres Megawati, dan pasangan Capres/Cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto. Pada tanggal 30 Juni, Reza kembali membacakan puisi, bersalaman, dan dipeluk cium oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono pada acara yang sama. Dengan demikian, lengkaplah sudah realisasi mimpi Reza setahun yang lalu, saat dia mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia.

Setelah pertemuan itu, Reza bilang “Reza juga mau jadi Presiden nanti kalau sudah cukup umur”. Hal yang biasa yang diutarakan anak kecil ya? Tapi sekali lagi, kami yakini ucapan itu adalah doa. Dan kami orangtuanya mendoakan agar Reza dapat menjadi pemimpin yang bertakwa, pemimpin yang arif dan bijaksana, yang membawa kebaikan kepada orang-orang yang dipimpinnya, amin ya rabbal alamin….

1s 2s

3s 4s

Add comment July 3, 2009

“Dan Air Putih….”

Hari ini Lukman ikutan Mamanya mundar-mandir seharian. Maklum, asisten lagi mudik, dan ada sih asisten temporer, tapi Mamanya belum berani tinggalkan Lukman berdua asisten temporer tersebut dirumah.

Kita mulai berangkat jam 10 pagi dari rumah menuju Kancil untuk terapi, selesai terapi Lukman makan siang dulu disana, karena mau langsung jemput kakak Reza disekolah. Selesai makan, kita jemput Reza ke Darbi. Nggak lama nunggu disana, Rezapun keluar kelas. Sempat ganti baju dulu sebelum jalan lagi, kita kemudian menuju RSPI, sudah bikin appointment dg dokter disana. Karena sudah siang, nggak banyak lagi pasien yang berobat, dan kita juga tidak lama menunggu antrian dokter. Yang lama adalah nunggu obat selesai diproses, jadi Reza dan Lukman sempat makan sore dulu karena sudah jam 4. Jadi sampai rumah nanti mereka tinggal istirahat, minum susu dan bobo deh…

Menjelang tidur, Mamanya tanya Lukman “Mau susu lagi nggak?” Lukman jawab “Mau, Mama”. Walaupun cuma bilang “Mau” jawabannya Lukman ini sudah menunjukkan perkembangannya. Awalnya kalau ditanyai, Lukman mengulang pertanyaan yang dilontarkan. Jadi kita nggak paham, sebetulnya Lukman mengerti atau tidak pertanyaannya. Tapi kemudian Lukman sudah bisa jawab, walaupun tetap mengulang pertanyaannya, tapi sudah tanpa intonasi bertanya. Nah sekarang Lukman sudah bisa menjawab dengan nada yg tepat, dengan intonasi yang tepat, walaupun singkat saja jawabannya.

Balik ke pertanyaan tadi, waktu Lukman bilang “Mau, Mama” saat Mamanya balik badan untuk bikin susu, Lukman bilang “Air putih…”. Mamanya berhenti dong, bingung maunya Lukman susu atau air putih. Mamanya tanya lagi “Lho, maunya Lukman minum susu atau air putih?”. Lukman jawab “Mau susu…. DAN… air putih”. Waaahhh Mamanya takjub, tapi terus bikinin susu dulu. Saat lagi nungguin Lukman minum susu, Mamanya tanya sama Reza yang bobo ditempat tidur sebelah : “Reza denger nggak tadi adek ngomong DAN?”. Reza manggut2 dan bilang “Iya, adek bilang susu dan air putih” katanya. Mamanya bilang “Wah udah nambah ya omongan adek”. Reza nggak langsung jawab, dia angkat jempolnya dan bilang “Pintar….” :-D

1 comment June 2, 2009

Adekku Sayang

Hari Minggu kita nggak ada acara khusus. Papanya lagi kurang enak badan, jadi kita dirumah saja. Sekali-sekali enak juga, main sama-sama Ivan, dan Rania dihalaman.

Setelah main, mereka pada masuk kerumah. Reza hidupkan tivi, dan mulai deh….. rebutan program tivi yang mau ditonton. Seperti biasa Lukman langsung ambil vcd dan langsung dimasukkin ke player. Reza sewot, dia mau nonton vcd yang lain. Jadi deh saling rebutan. Papa Mamanya melerai, dan bilang adek Lukman duluan, setelah itu baru puter vcdnya Reza. Reza marah sekali, dan langsung cemberut mukanya. Nggak lama Lukman bilang “Aduuh sakit, Rezaaa” dan nangis bombay… Kaget juga Mamanya, karena nggak biasanya Reza sampai main tangan ke adiknya. Mamanya langsung gendong adek Lukman sampai dia diem. Nggak lama sih nangisnya, mungkin cuma krn kaget saja. Sementara Rezanya makin cemberut, mukanya disembunyikan dipojokan sofa. (more…)

1 comment June 1, 2009

“Sikapnya Masih Anak-anak”

Dalam perjalanan pulang kerumah hari ini, mood Reza lagi happy…. banget.

Nggak heran, presentasinya dilakukan dengan sukses, setelah sebelumnya sempat ragu untuk tampil kedepan kelas (lihat post sebelum ini).

Kita masih obrolin presentasi itu didalam mobil. Waktu ditanya berapa lama Reza bicara katanya “Ada 15 menit deh, ratusan kalimat!”. Banyak nggak teman2 yang nanya Reza? “Nggak, yang banyak nanya malah Miss (bu guru)nya”.

Kemudian Reza bilang “Reza di kelas satu masih berapa lama lagi sih Mama?” Mamanya jawab “Biasanya kan kenaikan kelas sekitar akhir Juni atau awal Juli, ya masih sebulan lagi deh di kelas satu. Kenapa?” Reza bilang “Asssiiik, sudah mau kelas dua”. Mamanya bilang “Iya, tambah besar, sudah harus makin tanggung jawab, makin nggak disuruh2 mandi, disuruh2 selesaikan makan…” Reza jawab “Iya, sudah makin besar tapi sikapnya masih anak2. Tapi bisa juga sih disuruh serius”…. wakakakakakakak….. Mamanya langsung ketawa dengarnya :D

Add comment May 29, 2009

Presentasi Dinosaurus (Lagi)

Hari Selasa yll, Reza bilang ke Mamanya “Mama, tadi bu guru lihat buku dino yg Reza bawa, terus bu guru bilang besok Reza presentasi tentang dino”. Mamanya tidak heran dengan cerita Reza itu, karena kejadian yang sama juga pernah dialaminya saat masih TK. Waktu itu Reza yang masih umur 4 tahun sakit cukup lama, dan guru kelas PGnya datang kerumah untuk menjenguk. Girang karena didatangi ‘tamu’nya, Reza keluarin lah semua koleksi boneka dan buku-buku dinosaurusnya. Walaupun saat itu Reza belum bisa membaca, semua buku-buku dino sudah dibacakan untuknya, dan Reza hapal semua keterangan di buku-buku itu. Jadi saat guru PGnya dirumah, Reza menceritakan semua jenis dinosaurus yang diketahuinya. Bu guru terkesan, dan minta kalau Reza sudah masuk untuk membawa koleksi dinonya dan ceritakan kepada teman-temannya dikelas.

Mengingat pengalaman itu, saya langsung tanya pada Reza “Mau bawa apa untuk presentasinya?” Reza jawab “Buku yang Atlas Dinosaurus saja cukup satu Mama”. Karena Mamanya pikir Reza sudah cukup pengalaman melakukan presentasi di TKnya (tentang Dinosaurus, tentang Sumatera Barat Kampung Halaman Tercinta, tentang Adek Tersayang, tentang Binatang Kesayangannya) bahkan pernah dapat piala untuk presentasi terbaik, Mamanya tidak mempersiapkan apa-apa lagi.

Keesokan harinya waktu ditanyai “Bagaimana presentasinya tadi?” Reza jawab “Nggak jadi, kata Mz hari Jumat aja” Walaupun heran, Mamanya nggak tanya lebih lanjut.

Hari Kamisnya, saat sampai dirumah sepulang sekolah, Reza bilang “Presentasinya nggak jadi, Mama” Mamanya tanya “Kenapa Reza?” dijawabnya “Nggak jadi aja”. Apa enggak cukup waktunya?” saya tanya lagi. Reza jawab “Nggak tau” kata Reza lagi. Akhirnya karena berpikir ada yang aneh nih, Mamanya nggak tanya lebih lanjut.

Malamnya Mamanya telepon bu guru, tanya ada apa sih sebenarnya, kok rencana presentasinya nggak jadi? Ternyata bu guru cerita bahwa Reza tidak mau maju saat diminta bercerita kedepan kelas. Alasannya? “Malu” kata bu guru. Waah, aneh sekali ya, bukan seperti Reza yang Mamanya tahu suka bicara didepan kelas nih. Tapi bu guru bilang besoknya masih ada kesempatan, setelah shalat Jumat akan ada waktu lagi untuk anak-anak yang ingin bercerita. Hari ini, saat sarapan pagi Mamanya bicara sama Reza, menanyakan kenapa Reza nggak mau presentasi. Jawabannya “Nggak mau aja, males”. Wahh Mamanya makin penasaran dong, terus nanya “Kan Reza suka dino, dan biasanya suka sekali diminta maju bercerita”. Reza jawab lagi, “Sekarang nggak suka, Mama”. Mamanya makin penasaran dong, dan nanya “Kenapa sih, takut diledekin teman?” Reza jawab “Nggak Mama”. Nah terus kenapa? Akhirnya karena 15 menit kita bicaa jawaban Reza mentok di ‘Nggak mau aja’ Mamanya terus minta Reza ambil buku Atlas Dinosaurusnya. Mamanya buka buku itu dan bilang “Misalnya ya, Mama jadi Reza nih. Terus Mama bilang sama teman-teman : teman-teman tahu nggak, dulu itu dinosaurus ada diseluruh dunia lho” Rezanya nyeletuk “Kecuali di Indonesia”. Mamanya bilang “Oh gitu ya? Mama enggak tahu” sambil mbatin, mulai kepancing nih Reza. Mamanya terusin “Nah dinosaurus yang paling hebat tuh, dinosaurus yang…. (sambil nengok ke Reza)” Reza bilang “Tiranosaurus dong”. Terus Reza ambil tuh buku atlas dinonya dan membuka halaman tentang T-Rex. Singkatnya, Reza akhirnya mau deh maju nanti siang dikelas, dan kasih tahu teman-temannya tentang jenis-jenis dinosaurus favoritnya. Dia pergi kesekolah dengan riang, dan penuh semangat mau presentasi.

Saat dijemput, dan Mamanya ketemu bu guru, Mamanya tanya “Jadi nggak Reza presentasi” Bu guru bilang “Jadi Ma, dan hebat lho presentasinya bagus sekali!” Bu guru sampai kasih lihat “Tadi saya rekam lho Ma, ini dia (sambil kasih HPnya)”. Aduh Mamanya senang ya begitu antusiasnya bu guru sampai merekam presentasinya Reza. Direkamannya itu kelihatan Reza lagi nunjuk2 buku yang ditaruh dipapan tulis, serius sekali gayanya….

Sesampai dirumah, Mamanya cek buku penghubung, melihat apakah ada tugas-tugas yang perlu dikerjakan Reza untuk weekend ini. Ternyata memang ada. Tapi yang bikin Mamanya senang, dibuku itu bu guru tulis kesan tentang presentasi Reza, seperti dibawah ini.
DSCN2638s

Add comment May 29, 2009

Main di KidZania

Pada pertemuan orangtua murid kelas Reza awal semester ini diputuskan outing akhir semester akan pergi ke KidZania. Wah waktu voting, sepertinya semua orangtua setuju untuk pergi kesana.

Setelah disurvey para guru, ditetapkanlah tanggal 14 Mei sebagai D day-nya. Reza sudah sangat excited, dan katanya mau bangun jam 2 pagi karena ngumpul jam 6 didekat sekolah untuk naik bus rombongan.

Mendengar Reza mau outing ke KidZania, Ivan jadi ngiri, dia belum pernah kesana, dan sudah lama juga kepingin tahu KidZania itu. Akhirnya diputuskanlah Mamanya ikut pergi ke KidZania menemani Ivan, berbarengan waktunya dengan saat rombongan kelasnya Reza pergi kesana.

Cuaca saat D day-nya mendung, tapi Reza tetap semangat, bangun pagi, makan sarapan pagi dengan cepat (diluar biasa :-) ) dan jam 6 sudah duduk didalam bus yang siap melaju. Sepulang mengantarkan Reza ke bus, Mamanya pulang untuk jemput Ivan, dan berangkat ke KidZania.

Sampai di Pacific Place, walaupun lampu didalam mall tersebut belum seluruhnya menyala, sudah banyak bocah2 kecil yang datang, pastinya mau ke KidZania juga! Rombongan sekolah pun cukup banyak, mungkin minggu itu banyak yang libur karena kelas 6 SD sedang UAN.

Dipintu masuk Mamanya beli tiket berdua Ivan, dan diberikan kartu asuransi juga cek untuk modal bermainnya Ivan.

Masuk kedalam KidZania sudah ada pemandu yang mengarahkan agar kami naik ke lantai atas saja. Bagus juga, kalau enggak, wah habis waktu buat bingung2 dulu, mau ngapain dan mau ke area mana, walaupun sebelumnya kita sudah browsing dulu untuk cari profesi mana yang paling seru.

Dilantai atas kita bertemu dengan gurunya Reza, yang memberi tahu kalau Reza lagi ‘bekerja’ di pabrik pembotolan Aqua. Mamanya sempat foto Reza dan teman2nya dulu sebelum mereka mulai ‘kerja”

8 9

(more…)

Add comment May 27, 2009

Nikmat….

Sampai sekarang, bila saya bertemu dengan teman-teman ‘mantan’ rekan sekantor dulu seringkali mereka bertanya “Sudah bosen dirumah nggak?” Pertanyaan yang sama juga sempat terbersit dipikiran saya ketika memutuskan akan berhenti bekerja tahun lalu. Betapa tidak, biasanya saya dan suami jam 06.15 pagi sudah siap berangkat kekantor sementara anak-anak masih heboh bersiap-siap kesekolah, dan kembali kerumah sekitar 12 jam kemudian saat mereka sudah tidur.

Ternyata sampai sekarang, sembilan bulan setelah berhenti, saya malahan masih tetap merasakan nikmatnya ada dirumah bersama anak-anak. Banyak hal-hal yang saya alami, yang tidak akan mungkin saya dapatkan kalau masih bekerja dikantor. Contohnya: saat Lukman berkata “Aku senang, Mama!” hanya karena dia bisa minum dari botol kecil, berulang-ulang bulak-balik mengisi botol itu dari dispenser minuman.  Atau seperti saat saya bercanda dengan Lukman, dan spontan dia berkata “Lucu baaaanyak” yang maksudnya lucu banget/lucu sekali.

Juga saat menjemput Reza disekolah, dan saat baru parkir ia baru masuk kehalaman sekolah, muka memerah karena kepanasan, membawa botol minuman yang sudah kosong, dan begitu melihat saya dimobil Reza berteriak “Kita baru jalan-jalan ke danau, Mama! Jalannya jauh tapi seru!”. Atau saat dia mengadu “Tadi Daffa menangis lho, karena bajunya ditarik Hanif, padahal dia duluan yang mulai”.

Momen-momen seperti itu saya pikir sangat berharga, saya bisa alami sendiri tanpa harus dengar laporan asisten, saya bisa lihat senyumnya Lukman saat dia katakan hal-hal baru, juga berdiskusi dengan Reza tanpa harus menunggu weekend.

Dulu saya setuju dengan idiom “yang penting quality time, bukan quantitynya”. Tapi sekarang saya tidak sependapat lagi :-)

1 comment May 21, 2009

Catatan Endah W. Soekarsono

Dua tulisan dibawah ini saya ambil dari Catatan di FaceBooknya Sekolah Tetum, hasil karya kak Endah panggilan saya untuk Ibu Kepala Sekolah. Saya kenal beliau kurang lebih baru 2 tahun, tapi rasanya seperti sudah kenal lama sekali. Begitu banyak hal yang kami bicarakan, bukan hanya yang berkaitan dengan Sekolah Tetum, tapi juga hal-hal lain dari A sampai Z. Saya belajar banyak dari beliau yang punya begitu banyak ilmu tapi sangat rendah hati dan suka berbagi.

My salute to you, kak Endah!

LUKMAN: SEBUAH POTRET DALAM PARADIGMA PERTUMBUHAN

May 10, 2009

(Tulisan ini dibuat untuk anak-anak istimewa di Tetum yang punya cara belajar berbeda, teman-teman sekelas yang mau menerima mereka, dan orang tua yang dapat menjawab dengan bijak tentang kehadiran anak-anak itu)

Lukman memandang kura-kura di air mancur, sementara teman-temannya sedang mendengar Kak Ria mendongeng di teras kelas. Ketika Kak Aas memegang lengan Lukman dan mengajaknya bergabung dengan Kak Ria, Lukman berteriak, “Nggak!” Kak Aas terkejut. Hari itu, tanggal 23 Maret 2009, untuk pertama kalinya di sekolah Lukman mengeluarkan kata bantahan, “Nggak.” Di rumah dia sudah mengucapkan “Nggak” untuk pertama kalinya beberapa hari sebelumnya, yang membuat mamanya terkejut dan gembira.

Anak Indonesia pada umumnya dapat mengucapkan bentuk negatif (bukan-belum-jangan-nggak/ndak) pada usia dua tahun. Lukman untuk pertama kalinya memproduksi bentuk negatif beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke-4.

Lukman mengalami perkembangan pemerolehan bahasa yang lebih lambat daripada anak lain. Dia mengalami kesulitan untuk memberikan respon dan menerima makna yang diberikan oleh sekelilingnya. Lukman tidak mengalami kelainan organik. Struktur organ wicara dan pendengarannya baik (hanya saja dia cenderung hipersensitif terhadap suara – terkadang Lukman menutup telinga pada saat kegiatan menonton film). Lukman juga mempunyai kemampuan kognitif yang baik. Misalnya, ketika mamanya mengajarinya mengenali globe dengan mengatakan, “Lukman disini ni, di In Do Ne Sia,” Lukman meniru, “Indonesia.” Lalu ibunya menjelaskan di mana penguin, gajah, beruang kutub, dan dinosaurus. Ketika globe diputar lagi, Lukman dapat menyebutkan dengan tepat di mana letak hewan-hewan itu dan dirinya.

(more…)

Add comment May 20, 2009

Cerita Berita Gurita

Karena kakak2 kelas 6 disekolah ujian akhir, Reza dapat libur selama seminggu. Walaupun tetep belajar karena begitu masuk langsung pekan ulangan harian, Reza masih punya banyak waktu luang untuk nonton tivi. Tidak seperti kebanyakan anak yang cuma nonton film kartun (atau bahkan sinetron, yaiks!) Reza paling suka nonton acara yang informatif. Berita-berita, acara ilmu pengetahuan, itu yg paling disukainya. Setelah itu baru deh nonton film kartun kesukaannya.

Yang dibahasnyapun mungkin tidak biasa. Contohnya percakapan seperti dibawah ini, setelah melihat berita mengamuknya salah satu nasabah Bank Century.

R: Mama, ada masalah apa sih dengan bank Century?

M: Penipuan, Reza, nasabahnya simpan duit untuk investasi disana, tapi disalahgunakan jadi hilang duitnya. Kok Reza tau ada masalah dg Bank Century?

R: Dari berita.

Mendadak, sang adik yg sepertinya nggak ngikuti pembicaraan kami mengeluarkan ucapan yg pas banget: “Gurita sasa!” maksudnya gurita raksasa, salah satu binatang yg bikin Lukman ter-kagum2 waktu nonton cd extreme animal.

Rupanya mendengar bunyi “berita” membuat Lukman teringat “gurita” yang baru ditontonnya…. hehehehehe…..

Lanjut lagi dg cerita beritanya Reza.

Waktu lihat Mamanya fesbuk-an, Reza nyamperin, seperti biasa mau tahuuu aja Mamanya lagi bikin apa, chatting ama siapa, dan apa yg terlihat di screen pasti ditanyai kalau dia belum tahu arti/gunanya.

Mendadak dia inget, dan bilang gini: “Mama, Rani Juliani yang terlibat cinta segitiga itu punya facebook juga lho!”

M: “Oh gitu ya…. cinta segitiga itu apa sih Reza?”

R: “Kan dia udah sama Nasrudin, eh terus juga sama Antasari, gitu..”

Wadyuh, seperti biasa Mamanya cuma bisa nahan ketawa, dan langsung sms Papanya yg lagi di Jogja, ceritain pembahasan Reza itu :-D

Add comment May 18, 2009

Sibling Rivalry

sibling1ss1

Sejak umur 2 tahun Reza selalu sediakan tempat disampingnya kalau mau tidur.
Maksudnya sih biar Mamanya nungguin disebelahnya saat dia bobo.
Kebayang kan gimana terharunya Mamanya kalau waktu pulang kantor trus lihat Reza sudah bobo dan disampingnya ada bantal dan guling Mamanya yg dia tarok sendiri disitu…

Sampai sekarang kebiasaannya tetep begitu.
Kalau sudah siap2 bobo dia atur bantal2nya, boneka2 kucingnya, dan terakhir ngambilin bantal utk Mamanya.
Walaupun Mamanya lagi ditempat tidur Lukman, dia tetep berikan bantal itu ke Mamanya. Biasanya Mamanya bilang “Makasih ya sayang”.
Rupanya Lukman memperhatikan, dan ngiri kepingin juga dibilangin “Makasih ya sayang”.
Kemarin dulu Lukman dg sigap ambil bantal duluan, dan kasih ke Mamanya.
Reza sebel, kalah cepat sama adiknya.
Tadi malam, Reza udah duluan ambil bantal untuk Mamanya, tapi trus direbut Lukman dan dikasihkan ke Mamanya sambil bilang “Ini Mama”
Waduh Reza sebelnyaaa….. walaupun saya bilang makasih ke dua2nya, Reza tetep mempermasalahkan, katanya “Kan yg ambil Reza duluan, kok adek ikut2an sih” hahaha…..

Add comment April 23, 2009

Previous Posts


Recent Posts

Archives

Top Posts