Welcome!

Selamat datang ke blognya Reza & Lukman!

Disini ada banyak cerita-cerita tentang kesehariannya Reza dan Lukman. Sejak Reza lahir, kemudian disusul adek Lukman, Mamanya pingiiin banget punya media untuk mendokumentasikan cerita tentang mereka. Ada saja lho yang Mamanya pingin tulis apakah itu tingkah mereka, pengalaman-pengalaman mereka, dan yang paling banyak kelucuan-kelucuan mereka.

Mudah-mudahan blog yang satu ini bisa berlanjut terus, dan bisa melanjutkan catatan-catatan Mamanya yang terdahulu.

Salaaaam……

8 comments September 11, 2008

Baju Hijau

Kemarin saya baru ikuti seminar yang judulnya yang judulnya “Our Child is Special”.Seminar ini membahas tentang Autism Spectrum Disorder, Asperger Syndrome, dan juga tentang Relationship when our child have special needs. Isi seminarnya cukup bagus, dibawakan dengan menarik, dan ada hal-hal baru yang saya dapatkan disana.

Sebetulnya, saya ikut seminar-seminar seperti ini tidak hanya untuk dapat ilmu dari si pemberi makalah saja. Sudah beberapa kali saya bertemu orang-orang yang memberikan inspirasi di acara seperti ini. Baik dari guru atau pembicara yang punya begitu banyak pengalaman dengan anak spesial, juga dari sesama orangtua yang punya anak berkebutuhan khusus. Kemarin saya bersebelahan dengan ibu dari seorang anak autis, yang khusus datang ke Jakarta dengan menyetir mobil sendiri untuk ikuti seminar. Bukan main semangat ibu ini ya. Di seminar sebelumnya, saya beruntung berkenalan dengan seorang single mom yang anak autisnya sedang berkuliah di UGM, yang sudah menerbitkan sebuah buku tentang pengalamannya mendidik sang anak. Selain itu, saya juga jadi tahu kesulitan dan kepedihan yang dialami orangtua lain karena anaknya termasuk kedalam golongan autistik yang parah.

Jadi sering sekali disaat mengikuti seminar seperti ini saya sibuk dengan kata hati sendiri, mensyukuri ke’spesial’an Lukman, mensyukuri mudahnya mengurus Lukman dibandingkan kasus autis yang lebih parah, mensyukuri suami dan kakak Lukman yang sangat supportive kepada adiknya, kadang diam-diam berharap Lukman bisa seperti anak autis yang sukses dalam bidangnya, atau sampai meneteskan airmata karena film yang diputar mengingatkan saya pada permainan yang suka dilakukan Lukman berdua Papanya. Semua ini menambah semangat untuk dapat lebih mengerti keunikan Lukman, mendapat semangat baru untuk mencari yang terbaik untuk perkembangan Lukman, dengan harapan ia bisa mandiri dan menikmati hidup dimasa yang akan datang.

Saat akan mengikuti seminar seperti ini biasanya saya baca-baca buku tentang autisme kembali, me-refresh lagi memori, supaya bisa nyambung dengan apa yang akan disampaikan di seminar :-) Saya punya kebiasaan buruk: selalu membeli buku-buku yang saya nilai bagus untuk dibaca, tapi kemudian buku itu tidak tersentuh karena belum ada waktu luang untuk membacanya. Nah dikesempatan baca-baca sebelum seminar ini biasanya buku-buku itu baru terbaca. Kemarin, saya baru baca satu contoh yang sangat mirip dengan kelakuan Lukman beberapa saat yang lalu. Ini dia kutipannya.

Makna baju hangat berwarna merah
Steven pernah berlibur dipegunungan bersama orangtuanya dan mengalami saat yang indah. Ketika itu dia benar-benar terpesona oleh salju, es, dan matahari, yang semuanya memantulkan cahaya putih. Setiap hari selama seminggu dia mengenakan baju hangat berwarna merah. Itu terjadi 2 bulan yang lalu. Hari ini ibunya memakaikan baju hangat berwarna merah itu lagi. Mula-mula ibunya tidak mengerti mengapa Steven menjadi sangat senang, tapi bagi Steven itu merupakan tanda bahwa dia akan pergi ke pegunungan dan melihat salju lagi. Dia menjadi gelisah sepanjang hari karena mereka masih juga belum berangkat dan pada malam harinya, ketika mereka masih tetap dirumah dia menjadi sangat marah.

Hal yang sama pernah saya alami dengan baju hijaunya Lukman.
Saat itu kami mengikuti acara family gathering, dimana dress codenya adalah baju berwarna hijau (baca post http://mamanya.wordpress.com/2009/08/15/one-fun-day-with-female/ ). Jadi saya memang belikan baju baru untuk anak-anak, dan pertama kali dipakai adalah saat acara itu, dimana kita pergi ke Puncak dengan rombongan dan menikmati acara menyenangkan bersama sekeluarga. Walaupun sudah pernah pergi berombongan seperti itu sebelumnya, mungkin baru pada kepergian kali ini Lukman betul-betul sudah bisa menikmati suasananya. Lukman senang sekali naik bis, hapal dengan nomor bis tersebut “Bis Dua” dan sampai hari berikutnya masih menyebut Bis Dua jika naik mobil untuk jalan-jalan. Setelah acara itu, kami dibuat bingung oleh kelakuan Lukman yang tidak dari biasanya. Lukman jadi sering marah, tidak mudah menurut, sering mengatakan “Aku sedih” dan enggan sekolah. Tadinya kami pikir karena masih cape, dan mungkin tidak enak badan. Tapi sampai seminggu Lukman masih seperti itu (baca post http://mamanya.wordpress.com/2009/08/16/lukman-pagi-ini/ ). Akhinya Lukman moodnya membaik juga, tapi tidak dalam waktu sebentar, dan secara bertahap. Setelah membaca buku kemarin, saya baru ‘ngeh’ kalau rupanya moodnya Lukman berantakan seperti itu mungkin karena berharap kembali lagi ke Puncak untuk acara yang menyenangkan. Selama seminggu setelahnya memang Lukman ingin selalu pakai baju hijau itu. Bahkan pernah satu hari sampai tidak mau sekolah, dan terpaksa saya pakaikan baju hijau itu (padahal seharusnya pakai seragam). Untungnya ibu kepala sekolah dan guru-guru Lukman sangat pengertian dan tidak jadi masalah Lukman pakai baju hijau hari itu. Setelah membaca buku itu kemarin, saya baru paham bahwa untuk anak seperti Lukman bahkan baju tertentupun menjadi alat komunikasi yang bermakna khusus….

1 comment November 8, 2009

Sweet Dreams…

Hari ini disekolah Lukman diadakan Hari Kotor-Kotor.  Lucu ya kedengerannya?

Dihari kotor-kotor anak-anak diperkenalkan dengan kegiatan seperti berguling, merangkak dan merayap dilahan lembab (lumpur), berjalan diatas lahan bertekstur (berrumput, berbatu, berpasir), dll. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah member stimulus sensori taktil (raba), keseimbangan dan rasa sendi dengan suasana berkelompok.

Tadinya saya pikir Lukman akan baik-baik saja, karena mengingat senangnya dia bermain dihalaman dengan bertelanjang kaki. Namun rupanya dugaan saya salah, ternyata Lukman geli/jijik merasakan sensasi tanah becek/lumpur dikulitnya. Karena itu tidak semua kegiatan diikutinya, dan kalaupun ada yang dia mau ikuti (menginjak lumpur) itu dilakukannya dengan memegang erat-erat pinggang shadow teachernya.

Saat dijemput muka Lukman terlihat lelah dan tidak ceria seperti biasa. Bahkan saat dibujuk tidak usah ke toko buku (kebiasaannya setiap pulang sekolah) Lukman menurut saja, tidak menangis atau ngambek. Tapi sampai dirumah Lukman sudah seperti biasa, dan kembali senyum menonton film SpongeBob kesukaannya.

Malam harinya, saat kakak Reza sedang main computer, Lukman ikut duduk disebelahnya. Dia mengeluarkan pinsil warna, dan buku tulis, dan mulai berlagak seperti mau menulis betulan :-) Dicoretnya buku, sambil berkata “Naaa – ruuu – too” seolah-olah betulan menulis. Mendengar itu kakaknya jadi melihat, apa betul Lukman menulis? Ternyata tidak, Lukman cuma bikin coretan-coretan. Melihat itu, Reza jadi kepingin memberitahu tulisan yang betul, dia tuliskan “Naruto”. Kemudia juga “Sasuke”, “Sakura” dan nama-nama lain tokoh film itu di buku Lukman. Lucu sekali melihat kakak mengajari adeknya, kesannya akuuur sekali.

Tidak lama bermain, saya lihat Lukman sudah menguap, rupanya sudah cukup mengantuk. Jadi Lukman saya ajak tidur, sedangkan kakaknya masih lanjut main.

Saat digantikan baju, mendadak Lukman senyum-senyum sambil bilang “Kejar ubur-ubur”. Rupanya dia teringat episode SpongeBob yang ditontonnya tadi siang. Saya bilang “Iya, SpongeBob suka kejar ubur-ubur bersama Patrick ya” Lukman mengiyakan. Saya bilang lagi “SpongeBob sayaaang banget sama Patrick ya Lukman?” saya sengaja memancing, karena Lukman  belakangan ini lagi senang memanggil dengan panggilan sayang, seperti kalau saya dan Papanya memanggil anak-anak. Mendengar omongan saya itu, bukannya Lukman yang merespon, tapi Reza yang bilang “Iya, sayangnya seperti Mama sayang kakak Reza”. Saya jadi geli sendiri, sementara Lukman yang dipancing malah menguap.

Saat minum susu mendadak Lukman berhenti, dan bilang “Papa kantor ya?” hehehe kebiasaan barunya juga ini, menanyakan Papanya yang belum pulang saat dia mau tidur. Saya jawab “Iya, Papa masih dikantor. Tapi besok kan hari Sabtu, Lukman bisa main sama Papa”. Lukmannya malah menjawab “Bukan, kak Aas” menyebut nama shadow teachernya. Hehehe kok Sabtu-sabtu mau main sama bu guru nak? Setelah itu Lukman memeluk bantalnya, kelihatan mengantuk sekali.

Lagi menunggui mata Lukman yang sudah lima watt itu, mendadak Reza datang, lalu bilang “Ayo peluk, Ruby-nya lagi di hug tuh”. Rupanya dia sedang mainkan pet society, dan petnya sedang berkunjung kerumah pet mamanya, dan mereka sedang berpelukan. Mentang-mentang kedua pet berpelukan, Reza juga jadi ikutan mau peluk Mamanya. Hahaha aduuuh ada-ada aja deh lucunya anak-anak ini. Setelah itu, Reza juga menyusul adeknya tidur.

Memang paling menyenangkan ya, melihat muka anak yang sedang tidur. So sweet, so peaceful, bikin hati kita kepingin teruuuss melindungi mereka.

Sweet dreams, my babies :-)

1 comment November 6, 2009

Telepon Ayang

From FaceBook note, 22 Oktober 2009

6s

Situasinya begini: Mamanya lagi didalam kamar, Lukman lagi nonton tivi diluar kamar.
Mendadak telepon rumah berbunyi. Karena cuma dua kali bunyi, Mamanya sangka teleponnya sudah diangkat sama mbak.

Ternyata nggak berapa lama, Lukman masuk kamar dan bilang “Mama, Ayang telpon”.
Mamanya takjub, beneran nih dia yang terima telepon?

Waktu keluar, mbak nggak ada, dan telepon dalam kondisi terangkat handlenya.
Langsung deh Mamanya tanya Ayang “Yang terima telepon tadi Lukman?” Ayang bilang “Iya, Lukman yang terima tadi”.

(more…)

Add comment October 22, 2009

Kalimatnya Lukman

Ini buat catatan Mamanya (ternyata bikin cerita di blog membantu juga lho saat Mamanya perlu mengingat record perkembangan anak-anak. Jadi berlanjut deh dengan catatan-catatan seperti ini).

Beberapa kalimat yang dikatakan Lukman sepanjang bulan Oktober 2009

“Awas! Mobil merah!” (dikatakan Lukman waktu sedang dimobil, dan berpapasan dengan mobil merah dijalan sempit)

“Kita seluncur….. waaaaaaa!!!!” (Lukman lagi naik mobil juga, sedang melewati turunan di Jl. Timbul)

“Sungainya bersih, Mama” (waktu lihat kali kecil yang sering dilewati, yang saat itu ada airnya – tidak seperti biasa: kering dan terlihat tumpukan sampah)

“Aku lihat dinosaurus” (Lukman lagi minum digelas bergambar dinosaurus)

“Aku ngantuk” (sambil berbaring ditempat tidur, memang sudah jam tidurnya)

“Gigiku kotor!” (sambil pegang giginya, minta digosok sebelum tidur)

“Aku sediiihhh, aku nangis…” (memang sedang menangis)

“Haloo…. Iya?… Oooo, Ayang..” (mengangkat telepon yang bunyi, ternyata dari Ayang)

(more…)

Add comment October 22, 2009

Papa Nangis!

Background of the story: kalau lagi nangis, Lukman nggak cuma menyuarakan huaaa dan meneteskan airmata, tapi juga ditegaskan dengan bilang “Aku nangis….!”. Ini memang perilaku yang ‘Lukman banget’. Perasaan nggak ada deh anak lain yang nangis sambil nyebut “Aku nangis” begitu :-) . Selain itu, kalau Lukman kejeduk, jatuh, atau apapun yang bikin dia menangis kesakitan, Papanya punya kebiasaan untuk mengusap-usap bagian yang sakit itu, lalu ditiup-tiup. Biasanya kalau sudah ditiup Lukman akan berhenti nangisnya. Kalau sakit, Lukman juga bilang “Ini merah…” sambil tunjukkan bagian tubuhnya yang sakit itu (biasanya kalau baru kejeduk atau jatuh kan merah ya kulitnya). Jadi sering juga Papanya bilang “Sudah nggak merah kan?” supaya Lukmannya juga termotivasi untuk menghentikan tangisnya.

Kemarin malam selesai makan Papanya duduk disofa, sedangkan Mamanya masih menyelesaikan makannya. Lukman yang sedang bermain, iseng melempar mainan Patrick temannya SpongeBob kelantai, tapi malah kena kepala Papanya. Tahu Lukman nggak sengaja, Papanya malah bikin-bikin seolah nangis karena kesakitan “Haduuuh… sakiiitt…. huaaa… Papa nangis!!…”.

(more…)

1 comment October 18, 2009

Jualannya Reza

newreza

Kemarin siang waktu dijemput kesekolah, begitu keluar dari kelasnya Reza bukannya laporan tentang bagaimana UTSnya, tapi malah cerita begini: “Mama, tadi Reza jualan batu, dapat hasilnya dua ribu!”.

M: “Batu apaan? Dijual kemana?”

R: “Batu yang mungut dijalan, dibeli temen Reza “

M: Haaa??? “Lho kok bisa? Kok temennya mau beli, memangnya Reza jualnya gimana?”

R: “Reza bilang gini: Batu kristal….. batu kristal….. ayo, ayo, dipilih… dipilih.. dipilih…” kata Reza menirukan aksen penjual kaki lima.

Mamanya jadi tergelak, dan kepingin tahu seperti apa sih batunya.

(more…)

4 comments October 14, 2009

Lukman Ke Toko Buku

Sejak pernah diajak ke toko buku saat sedang ngambeg beberapa waktu yll, toko itu jadi tempat favoritnya Lukman sekarang ini. Sering sekali Lukman bilang “Mau buku Kerbau” saat pulang sekolah, yang artinya Lukman mau pergi ketoko buku itu, dimana dia membeli buku tentang binatang kerbau.

Hari ini pun begitu, Lukman bilang “Mau buku Kerbau” saat pulang sekolah. Karena hari ini bu guru bilang Lukman agak2 bete gitu disekolah, dan Mamanya juga lagi ada waktu untuk ngantarin Lukman kesana, pergilah kita ke toko buku yang dia mau itu.

Sampai sana, Lukman yang sudah hapal tempat buku-buku binatang langsung menuju lokasinya, pede banget jalan duluan. Tapi waktu lihat ada staff toko tersebut, Lukman menyapa dengan ramah, bilang “Mas, mas, buku kerbau ya?” hahaha si Mas jadi bingung, ini anak kecil nanya apa sih? Karena si Mas bingung, Lukman langsung belok ke tempat buku tujuannya.

Disana Lukman asik lihat-lihat buku, Mamanya terpaksa menunggu dengan sabar. Lukman ambil buku, membacanya, kemudian meletakkan lagi buku itu dengan rapih ditempatnya, beberapa kali seperti itu. Bosan dengan koleksi buku bagian binatang, Lukman cari-cari ketempat lain, dan Mamanya tunjukkan koleksi buku Disney, yang ada Cars-nya (Lukman lagi nge-fans dengan cerita ini). Tapi masih belum ada buku yang dipilihnya, akhirnya pindah lagi kebagian buku science untuk anak-anak (termasuk disini buku-buku dinosaurus).

1ss 2s 3s 4s

(more…)

2 comments October 8, 2009

Gestures

Tahun lalu saat Lukman masih cukup sulit mengeluarkan kata-kata secara spontan, dia sering menggunakan gerakan tubuh untuk menggantikan kalimat yang belum bisa dihasilkannya. Seperti: menarik tangan, menunjuk barang yang diinginkan, dan ini dilakukan tanpa mengucapkan kata-kata. Cukup lama kami berusaha agar Lukman mau mengucapkan apa yang dia mau, dan lambat laun Lukman sudah mulai meningkat spontanitas bicaranya (baca posting Another Lukman’s Milestone http://mamanya.wordpress.com/2009/01/30/another-lukmans-milestone/).

Walaupun sudah ada spontanitas bicaranya, gerakan tubuhnya tidak hilang, malah ada beberapa hal baru yang dilakukan Lukman akhir-akhir ini, yang cukup mengesankan buat kami. Contohnya: kalau mempersilahkan Papa/Mamanya duduk dikursi, tangannya pasti bergaya sebagaimana layaknya orang mempersilahkan tamu duduk. Saat minta kita mengikutinya Lukman bilang “Ayo sini…” sambil tangannya awe-awe kepada yang dipanggil. Juga saat permisi kepada orang yang ada disebelahnya, sering Lukman mengucapkan kata “Maaf…” sambil menyentuh tangan orang tersebut.

(more…)

Add comment September 29, 2009

Email Dari Papanya

Walaupun sudah sibuk banget ngurusin kerjaan yang bertumpuk dikantor, Papanya masih sempat kepikiran tentang kelucuan-kelucuan Lukman saat liburan kemarin. Dibawah ini email yang dikirim Papanya dari kantor :-)

Mamanya…

Kita dikantor masih kepikiran kelakuan Lukman waktu Papanya liburan…

Sekarang udah mulai suka jahil, dan ngerjain papanya…

Tapi manja-manja ke papanya teteup…apalagi kalau Mamanya pergi dia maunya nonton tivi dipangku Papanya..

Waktu Mamanya pulang dia masih dipangku Papanya.

Yang malem malem mau bobo… bukunya dijepit sama Papanya… terus dia tetep usaha mau ambil bukunya sampe terbungkuk bungkuk di kaki Papanya

Setelah bisa tercabut… dia ketawa terkikik kikik sambil tutup mulutnya… mau kasih tahu Mamanya kalo dia berhasil… luuucuuuu bangeet…

(more…)

Add comment September 28, 2009

Lebarannya Lukman, Liburannya Reza

bertiga

Rasanya liburan lebaran yang 3 minggu untuk anak-anak berlalu begitu cepat, hanya tersisa seminggu lagi liburnya dan mulai sekolah minggu depan. Berbeda dengan liburan semesteran, liburan kali ini betul-betul terasa untuk kebersamaan keluarga apalagi Papanya juga libur/cuti selama seminggu dan full temani anak-anak bermain.  Tidak heran kalau dengan kondisi begini banyak hal-hal lucu yang diperbuat anak-anak.

Untuk Lukman, banyak kalimat baru yang diucapkannya, kalimat yang cukup panjang tidak hanya satu dua kata seperti biasanya. Memang dia mencontoh sih, tapi tetap saja itu kemajuan buat Mamanya. Seperti biasanya kalau dua2nya dirumah Lukman dan Reza seperti Tom & Jerry main bersama, berantem, berbaikan, main lagi, begituuu terus. Suatu saat ketika sedang kesal dengan kakaknya Lukman bilang “Pergi kau dari sini!” wah kaget juga mendengarnya, tapi Lukman meneruskan bilang “Sabar…. sabar…” lucunya Lukman, marah sendiri, bilang sabar sendiri. Supaya adeknya kalem lagi, Reza ambilkan segelas air minum untuk Lukman, yang menerima dengan senang dan bilang “Terima kasih, selamat puasa!” kesannya meniru iklan banget deh…. Versi lain dari kalimat marahnya Lukman adalah “Aduh, itu sakit Reza, ayo pergi!” sambil mengusir kakaknya. Tapi kalau lagi akur, dan main bersama, banyak imajinasi Lukman yang keluar karena bermain sama kakaknya itu. Contohnya semalam waktu main tembak-tembakan, saat kakaknya pura-pura tembak pantatnya Lukman, dia berseru “Apa ya panas…!!” sambil tunjuk-tunjuk pantatnya, seolah-olah pantatnya ada apinya karena ditembak! Hihihi kartun banget deh Lukman :D

(more…)

Add comment September 28, 2009

Previous Posts


Recent Posts

Archives

Top Posts

Blogroll